
Makasih buat yang udah kasih aku asupan VOTE dan hadiah. Makin tambah cinta kalau di gas lagi hadiahnya, biar aku tambah cemumut up to the date.
Lope lope buat kalian.
...****************...
...****************...
"Mom." Panggil Morens pada Chintiya.
"Ya dad." jawab Chintiya sedikit berteriak, Karena dia sedang berada di dapur membuat sarapan untuk si bulet.
"Sini dong." manja Morens.
Chintiya pun menghampiri Morens yang saat ini sedang duduk di ruang keluarga.
"Kenapa Sih?"
"Temenin aku dong, aku sendirian ini dianggurin aja."
"Ih lebay bingits dad, ilmu dari mana itu?" tanya Chintiya masih tetap berdiri menghadap kepada Chintiya.
"Dari titisan CIMOR."
"CIMOR!" Chintiya menautkan alisnya, merasa aneh dengan ucapan Morens.
"Iya CIMOR (Chintiya dan Morens)."
"Bisa ae dedut." jawab Chintiya.
"Eh, apalagi itu." tanya Morens.
"Dedut (Dedi Endut)." jawab Chintiya sambil melengos pergi ingin mengantarkan sarapan untuk Mora.
Morens menyusul Chintiya yang berlalu pergi.
"Sayang, tunggu dong."
"Apalagi sih dad?" tanya Chintiya kesal.
"Emang aku gendut ya?"
"Enggak, cuma perut kamu aja yang agak bengkak."
__ADS_1
"Tapi yang." ucapan Morens terhenti karena sang putri menyela ucapan Morens.
"Mommy lama amat tih?, Mola udah lapel au. Nih iat nih peyut Mola udah tempes kan, bental adi Mola pintan deh." ucap Mola mendramatisir.
"What?, ih ngaca dong. Pelut Mola aja masih bengkak gitu kok ndak tempes." jawab Morens sambil menirukan gaya Mora bicara.
"Ih daddy ndak boyeh ditu, tata dulu ngaji Mola, ndak boyeh ledek olang doca ntal matuk nelaka." ucap Mora sambil menggelengkan kepalanya dan menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan.
"Lebay ih gelaaay." Morens menggoda Mora.
"Ya persis kaya kamu."
"Aku tuh gak lebay ya, aku tuh menjiwai peran." sangkal Morens.
"Terserah deh." Chintiya berlalu pergi dan disusul oleh Morens yang membuntuti.
"Ih kamu ngapain sih dad?, ngikutin aku mulu." omel Chintiya saat mereka masuk ke kamar.
"Mumpung Mora lagi anteng sama si mbak." bisik Morens lirih sambil mendekap Chintiya dari belakang.
"Ya terus?"
"Kita main kuda lumping yuk!, kalau gak anaconda melilit atau main gerobak dorong. Kamu mau yang mana?" tawar Morens sambil menciumi leher Chintiya.
Chintiya sejenak berpikir
"Kita mainin semua aja ya." jawab Morens langsung membombardir bibir Chintiya dan akhirnya mereka melepaskan hasrat mereka di pagi hari.
Sementara itu di sebuah pantai terlihat sepasang kekasih yang sedang menikmati saat kebersamaan dengan ditemani hamparan air biru yang menyejukkan hati, pikiran dan tubuh.
"Ser."Sandi memanggil seraya merangkul bahu Serena.
"Ya." Serena menjawab dengan menyandarkan kepalanya di bahu Sandi.
"Aku udah gak sabar deh pengen kita cepet nikah."
"Kenapa begitu?"
"Karena aku udah gak sabar mau ngasih hukuman sama kamu."
Serena mengangkat kepalanya dan menata Sandi yang juga menatapnya.
"Hukuman!, emang aku salah apa?"
__ADS_1
"Kamu inget gak?, gara-gara kamu gak percaya sama aku. Aku harus ngerasain bogem mateng dari kakak gilamu itu, yang bikin kadar ketampanan aku berkurang."
"Jangan sembarangan, dia itu kakak aku yang aku sayangi." bentak Serena tidak terima.
"Tapi aku bersyukur, gara-gara kejadian itu, aku dan Morens jadi bisa berdamai dengan masa lalu."
"Maksudnya?"
"Ya maksudnya adalah, aku jadi dapet restu dari dia buat nikahin kamu dan sekarang kami juga jadi lebih dekat."
"Tapi San, emang kamu udah yakin sama aku?"
"Tuh kan kumat lagi nanyanya, ini nih yang bikin aku pengen cepet-cepet nikah sama kamu. Biar kamu gak nanya kesungguhan aku lagi, yang pasti jawabannya udah kamu tau."
"Aku cuma takut kamu berubah pikiran saat kita udah semakin dekat dengan pernikahan."
"Tenang sayang, aku gak bakal kecewain kamu lagi. Gak akan lagi bikin kamu nangis, kecuali nangis karena keenakan sama sentuhan aku." ucap Sandi sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Awas aja ya, aku gak mau denger lagi Nita Nita yang lain apapun alasannya."
"Gak janji ya."
"Oh Ok, kalau kamu berani aku akan bikin kamu sunat 2 kali. Dan juga akan aku perpendek ukurannya."
"Beh, ngeri kamu mah baby. Tapi emang kamu gak penasaran sama burung peliharaanku."
"Ih enggak, ngapain?. paling juga burung itu burung anakan ?"
"Aku betah deh disini." ucap Sandi.
"Kenapa?, karena udaranya sejuk ya.
" Bukan, tapi karena banyak bikini berterbangan. " ucap Sandi seraya berlari
"SANDIIII!!!" teriak Serena.
...----------------...
...----------------...
Segini dulu ya, asli ngantuk parah.
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
💜💜💜💜💜