Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 47


__ADS_3

Setelah mengunci pintu kamar dan menyembunyikan kartu akses, Flo mendekati Morens yang terlihat gelisah dan wajah yang memerah.Morens menatap tajam Flo yang berusaha mendekat.


"Boss, kamu terus berkeringat, aku bantu buka jasnya" ucap Flo sensual


"Jangan mendekat"bentak Morens


Flo tidak mengindahkan peringatan Morens, dia terus mendekat dan duduk di ranjang tepat di sebelah Morens. Perlahan tangannya mulai memegang jas yang dipakai Morens dan berusaha melepaskan jas itu, setelah jas itu terlepas Flo langsung menyembunyikan ponsel Morens.


Morens sekuat tenaga menahan gejolak gairah yang sudah berada di puncak dengan meremas pinggir ranjang dengan sangat keras. Morens menahan nafasnya tatkala hembusan nafas Flo yang mengenai wajahnya saat Flo bicara.


"Boss, saya buatkan minum ya"


Kemudian Flo membuatkan minuman penghangat untuk Morens, dia sengaja menumpahkan air ke kemeja yang dia pakai.


"Aww, bajuku basah" ucapnya manja dan agak sedikit keras agar di dengar oleh Morens.


Kemudian Flo melepaskan kemejanya, dan hanya menyisakan bra berwarna hitam dengan renda yang membuat itu terlihat sexy. Kemudian dia mendekati Morens dengan membawa minuman yang tadi dia buat.


"Pakai lagi bajumu, apa yang kau lakukan?" bentak Morens


"Bajuku basah, saya bisa masuk angin kalau terus memakainya" Flo lantas memberikan minuman itu.


Morens menerima minuman itu dan langsung meminumnya, karena memang dia merasa tubuhnya terasa makin panas. Setelah habis dia memberikan gelas itu pada Flo lagi Morens menatap Flo dengan tatapan yang sulit diartikan, Flo menaruh gelas itu dengan Sembarangan lalu dia duduk di pangkuan Morens dan mengalungkan tangannya ke leher Morens.


"Turun kau" sarkas Morens


"Tenang boss, saya akan membantu menghilangkan rasa tersiksa itu boss" ucapnya sambil berbisik


Morens langsung menggeser tubuh Flo dan berdiri dengan langkah yang gontai dia mencapai pintu dan hendak membuka kamar, dia juga mencari ponselnya untuk menghubungi Roby.


"Dimana kau simpan kartu akses dan ponselku?"


"Untuk apa boss?"


"Cepat, aku akan menelpon dokter pribadiku. Dimana dokter yang kau hubungi?, kenapa belum juga datang"


Flo mengangkat bahunya dan berdiri mendekati Morens lagi.


"Entahlah, lagi pula saya rasa boss tidak perlu dokter"


"Apa maksudmu?"


Flo sudah berdiri tepat di hadapan Morens.


"Saya yang bisa mengobati anda, dengan memberikan kenikmatan boss" ucap Flo sambil memegang bahu Morens dan mengecup bibir Morens sekilas.


Morens menegang namun dia masih bisa menahan hasratnya yang sudah sampai di ubun-ubun. Morens mendorong Flo menjauh.

__ADS_1


"Dasar murahan, jangan-jangan kau memasukan sesuatu ke dalam minumanku"


"Uh, anda kasar sekali sih boss. Sudahlah jangan dipikirkan lebih baik kita menghabiskan malam ini berdua" tangan Flo membelai dada Morens yang tertutup kemeja basah karena keringat.


"Dasar jalang, kau akan menyesali ini"


"Saya tidak akan menyesal, asalkan kita bisa bergulung bersama dalam satu selimut. Kau tau boss, kau terlihat sangat sexy bila berkeringat seperti ini" Flo mulai membelai-belai wajah Morens.


Morens diam saja, terlihat dia memejamkan matanya saat Flo membelai wajahnya.


"Kau yang meminta" Morens menyeringai lalu dia mendekap tubuh Flo erat.


Rena yang sudah curiga dengan tingkah Flo, terus mengawasi dan saat dia melihat Flo dengan salah satu satpam membawa Morens kedalam salah satu kamar lantas mengejar, namun sayangnya pintu kamar itu dikunci lebih dulu.


Kemudian Rena mencari satpam tadi dan bertanya apa yang terjadi dengan Morens, Rena merasa was-was lalu dia menelpon Chintiya untuk memberitahu bahwa ada yang tidak beres yang akan dialami Morens. Tapi panggilannya tidak juga diangkat oleh Chintiya, hingga berkali-kali Rena mencoba tapi hasilnya tetap sama.


Akhirnya Rena mencoba menghubungi Roby, namun karena ramainya acara membuat dering ponsel Roby tidak terdengar. Rena kesal karena disaat seperti ini tidak ada yang bisa dihubungi, akhirnya Rena berlari menuju tempat acara guna mencari roby. Setelah berkeliling akhirnya Rena menemukan Roby, kemudian Rena mulai menceritakan apa yang dilihat. Pada awalnya Roby tidak langsung percaya namun setelah berkali-kali diberi penjelasan barulah Roby mempercayainya.


Rena berlari menuju ke kamar tersebut dan terus menggedor pintu namun tidak ada jawaban sama sekali sambil tetap mencoba menghubungi Chintiya, sedangkan Roby berlari menuju ke tempat receptionis untuk meminta kartu akses cadangan dengan alasan kartu miliknya hilang.


Sementara di tempat lain


Chintya sudah berada di dalam mobil menuju ke hotel tempat acara berlangsung, setelah dia bertemu dengan Boy guna membahas sewa menyewa gedung lalu Chintiya dan Boy pergi ke toko kue untuk membeli strawberry cheese cake kesukaan suaminya, dia tau pasti Morens tidak makan dengan benar karena terlalu sibuk.


Saat di tengah jalan ponsel Chintiya bergetar dan ternyata telpon dari Boy.


"Ya Boy"


"Ya Allah iya, aku lupa"


"Kamu dimana biar aku antar"


"Kita bertemu di jalan XXX saja"


"Bukannya kamu mau ke hotel A, tapi kenapa lewat situ!"


"Aku lewat jalan pintas karena macet, takut acaranya keburu selesai. Aku gak mau suamiku kecewa"


"Oh ya sudah, tunggu aku disitu"


Setelah memutuskan panggilan, Boy langsung melaju ke alamat tersebut, Setelah hampir tiba terlihat mobil Chintiya berhenti di sebuah jalanan yang sepi.


"Katanya mau ketemu di jalan XXX, tapi kok malah berhenti disana" gerutu Boy


Semakin dia mendekat, dia melihat Chintiya ditarik oleh 2 orang pria. Sontak saja Boy langsung memberhentikan mobilnya dan dia langsung turun untuk menolong Chintiya dan juga supirnya yang kesulitan.


Baku hantampun tak terelakkan, karena pria-pria tadi tidak mau melepaskan Chintiya, Setelah Boy berhasil menyelamatkan Chintiya dia menghampiri dan bertanya keadaannya.

__ADS_1


"Are you okey?"


"Ya im good"


"Tunggu sebentar" Boy langsung menelpon seseorang untuk membereskan para pria tadi


"Sebaiknya kita cepat ke hotel, peraanku tidak enak, aku takut Morens kenapa-napa.


Kemudian Chintya melihat ponselnya, disana tertera banyaknya panggilan telepon dari Rena.


Di dalam mobil Chintiya mencoba menghubungi Rena, setelah nada panggilan yang ke 5 Rena menjawab telponnya.


"Hallo Chintiya lu kemana aja sih?" pertanyaan langsung terlontar begitu panggilan terjawab.


"Iya sorry, tadi gue ada sedikit masalah"


"Masalah apa?"


"Ntar gue cerita, sekarang bilang kenapa lu telpon gue dari tadi"


"Cepet dateng, laki lu lagi gawat"


"Kenapa Morens RENA?"


"Sudah datang aja kesini, ntar juga lu tau"


Chintya langsung menutup panggilan itu, dan dia meminta Boy mengantarkan ke hotel. Setelah sampai disana Chintiya langsung berlari menuju ke kamar yang dimaksud Rena, dari kejauhan Chintiya melihat Roby dan Rena berdiri di depan kamar itu.


"Chin sini cepat" Rena menatap kesal.


"Dimana Morens?"


"Dia di dalam, sekarang kita coba buka sama-sama. Tapi sebelum itu gue kasih tau, lu harus siap sama apa yang bakal lu liat"


"Sebenarnya ada apa sih?"


"Udah ayok cepetan buka" Rena minta pada Roby.


Pada saat pintu terbuka Chintiya, Rena, Boy dan Roby terkaget-kaget.


"MORENS"


"BOSS" ucap mereka bersama


"Astaga ada apa denganmu?" sarkas Boy.


TBC KAKAK

__ADS_1


MATAKU UDAH RAPET INI


LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH


__ADS_2