Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 105


__ADS_3

Hari ini pertemuan 2 keluarga diadakan untuk menentukan tanggal pernikahan antara Sandi dan Serena.


Diruang keluarga kediaman Hadinata, saat ini disana mereka bertemu dan saling berbincang. Diantara semuanya hanya mommy Lexi dan ibu Ayu yang terlihat sangat antusias, sedangkan yang lainnya hanya sibuk menyaksikan kehebohan mereka berdua.


"Jadi tanggalnya sudah sepakat ya." ujar Ayu.


"Iya, nah sekarang kita tinggal memilih konsep pestanya." saut Lexi.


"Kayanya kalau konsep outdoor seperti garden party kayanya bagus deh."


"Tapi indoor dengan tema secret party juga keren."


"Cuma kalau indoor itu kurang dapat rasa kekeluargaan gitu."kilah Ayu


"Tapi kalau outdoor juga feelnya kurang menurut aku."jawab Lexi tak mau kalah.


"Lagi pula kalau indoor, tamu undangan itu terbatas dan tidak bebas."


"Sedangkan kalau outdoor, kasian para tamu kepanasan. Apalagi kalau ntar hujan bagaimana coba."


Richard hanya bisa memijat pelipisnya melihat perdebatan mereka, Chintiya dan Morens malah terkekeh melihat tingkah absurd para nenek lincah itu, sedangkan untuk yang punya acara mereka hanya bisa geleng-geleng kepala melihat antusiasme para mommy.


"Eheem, sebenarnya disini siapa yang mau menikah?" tanya Richard menghentikan perdebatan mereka.


Sontak saja Lexi dan Ayu langsung menghentikan perdebatan mereka mendengar pertanyaan dari Richard.


"Tentu saja Serena dan Sandi." jawab Lexi.


"Terus kenapa kalian gak tanya apa pendapat mereka?"


"Serena kan putriku, jadi aku punya hak untuk memilih konsep pernikahan mereka. Lagi pula Serena juga pasti gak akan nolak keputusan mommy, ya kan sayang!" tanya Lexi pada Serena.


Serena hanya menjawab dengan tersenyum dan anggukan kepala.


"Sandi juga putraku, aku juga berhak dong ikut memilih konsep pesta itu. Kamu gak keberatan kan sama pilihan ibu!" tanya Ayu pada Sandi.


"Sandi terserah sama ibu aja, yang penting Sandi bisa cepet nikah sama Serena." jawab Sandi masa bodoh.

__ADS_1


"Wuh dasar bucin kebelet kawin." ejek Morens.


"Nikah dad, no kawin. Kamu pikir mereka kambing apa!" protes Chintiya.


"Ah kakak ipar kaya gak ngerasain aja, bukannya kakak Morens juga bucin ya. Iya kan kak Tiya!" ledek Sandi.


Serena mencubit pinggang Sandi.


"Aww, you hurt me babe." ucap Sandi yang mengusap bekas cubitan Serena yang seperti capitan kepiting.


"Aku bucin!..... Hahahaha i,,, iya." jawab Morens gugup karena mendapatkan tatapan tajam dari Chintiya.


Morens takut jika dia berkata sembarangan, maka jadwal olahraga malamnya akan dihilangkan selama 2 minggu bahkan lebih, dan Morens tidak mau sampai itu terjadi.


Sandi tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan Morens pada Chintiya.


"Berisik." ucapnya pada Sandi


"Sayang ayok kita ke kamar saja, disini tidak ada yang penting." ajaknya pada Istrinya.


"Terus bagaimana dengan konsep pilihan kami, yang mana yang kalian pilih." ucap Ayu dan Lexi bersama.


"Terserah kalian, mommy sama ibu atur saja. Kami akan ikuti." jawab Serena tak mau ambil pusing.


Kemudian Serena pun pergi dan disusul oleh Sandi. Kini tinggallah mereka berdua, para nenek-nenek lincah.


"Loh kok pergi semua?" ucap Lexi.


"Lah terus ini gimana?" tanya Ayu


"Gara-gara jeng Ayu nih."


"Loh kok saya, ini semua tuh karena mbak Lexi."


Mereka berdua sama-sama memalingkan muka karena kesal, tapi sedetik kemudian mereka tertawa bersama.


"Sebenarnya siapa sih yang mau menikah?" tanya Lexi.

__ADS_1


"Iya ya, kok jadi kita yang repot. Mereka malah asik pacaran." gerutu Ayu.


Sontak mereka bangkit dan mencari sepasang manusia yang sedang di mabuk cinta, setelah berkeliling ternyata mereka sedang berada di garasi mobil dan terlihat sedang mencuci mobil berdua.


"Wah wah wah bagus ya kalian, kami yang pusing memikirkan pernikahan kalian. Eh kalian malah asik-asikan bermain air disini ya." ucap Lexi sambil tolak pinggang.


"Eh, tapi kalau dilihat-lihat kalian cocok juga ya mencuci mobil. Kenapa kalian gak buka usaha Steam mobil dan motor aja, tapi kalian sendiri yang cuci. Kan belum ada tuh steam mobil yang cuci suami istri. Pasti viral tuh, trus ntar banyak yang datang dan untungnya pasti banyak." timpal Ayu.


"Iya ya bener juga tuh, (STEAM MOBIL DAN MOTOR S COUPLE). Cucok tuh. Nanti mommy yang bikin Spanduk pasti cetar deh." saut Lexi.


"Aduh kalian, dasar otak bisnis. Apapun dijadikan ladang bisnis, sampai anak sendiri pun dijadikan tumbal dunia perbisnisan ala NELI (nenek-nenek lincah)." jawab Sandi.


Dengan cepat Sandi mendapat hadiah lemparan sendal dari Ayu. "Sembarangan, siapa yang bikin kamu jadi tumbal. Jangan asal ngomong kamu." omel Ayu.


"Lah terus apa namanya?, kalau bukan jadi tumbal." tanya Sandi tak terima.


"Kalian tuh bukan tumbal, tapi korban." jawab Lexi, kemudian para NELI tertawa terbahak-bahak.


"OH MY GOD, kenapa aku mendapatkan orang tua dan mertuaku yang sama-sama satu aliran."


"Sayang, kami itu bukan satu aliran. Tapi kami itu satu versi." jawab Ayu.


Mereka pun berlalu begitu saja setelah mendebat para anak-anak.


Sedangkan Serena menggelengkan kepalanya dan Sandi terlihat menepok jidat, tak menyangka akan mendapatkan para orang tua yang menyenangkan sekaligus menyebalkan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Segini dulu ya, kepalaku lagi cenat cenut ini ditambah lagi mentok ide.


Jangan lupa vitamin.


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜💜💜


__ADS_2