
"MORENS"
Mendengar suara orang yang masuk, membuat Morens dan Flo menatap sang pemilik suara.
Morens tersenyum senang dan menghampirinya. "Sayang"
"Sedang apa kalian"
"Gak ngapa-ngapain kok, kamu kesini sayang"
"Kenapa, aku ganggu kalian"
"Ya gak dong sayang, kebetulan kamu datang"
Morens berjalan ke arah Flo dan mengambil sample produk yang dipakai oleh Flo tadi, sebelum kembali ke Chintiya Morens berucap pada Flo. "Kamu boleh pergi"
"Sial, gagal deh deket-deket boss ganteng. Siapa sih dia ganggu aja." Gerutu Flo dalam hati
"Saya permisi boss" Flo undur diri
"Hmmm"
Setelah Flo keluar
"Itu siapa?" tanya Chintiya
"Sekertaris baru aku" Morens menarik Chintiya ke sofa
"Cantik ya sexy lagi"
"Cemburu ya" Goda Morens
"Kenapa?, gak terima!"
"Galak banget sih Bu boss, jadi pengen gigit nih" Morens sambil mencium leher Chintiya
"Gak usah modus, kuno" Chintiya mencebik
Morens terkekeh sambil mencubit pipi Chintiya pelan.
"Oh ya sayang, kebetulan kamu datang. Tadi Doni kasih aku sample baru, kamu coba deh kalau menurut kamu bagus nanti aku ACC"
"Tapi cocok bagi aku, belum tentu cocok bagi yang lain."
"Aku yakin kok sama penilaian kamu sayang"
"Kalau gitu, aku mau asal bilang bagus aja padahal barangnya jelek" goda Chintiya
"Gak papa sayang, asal kamu siap aja liat aku bangkrut hmm" Morens menaikkan alisnya
"ih nyebelin" Chintiya mencubit pinggang Morens.
"Cepet di coba"
Chintya langsung mencobanya dan setelah beberapa menit dia mulai menghapusnya kembali.
__ADS_1
"Ok, bagus kok. Enak di pakenya"
"Thanks honey"
"Apa kamu mau launching produk baru lagi"
"Iya, dan deadline 2 minggu lagi sekalian pengadaan promo awal tahun seperti biasanya, buat narik konsumen. Tadi aku dah bingung waktu Doni kasih sample baru ke aku, tapi untung kamu dateng jadi bisa testing soalnya aku gak percaya sama penilaian orang lain"
"Kalau gitu aku bakal dapet profit dong, kan aku udah jadi tester kamu" Chintiya menaik turunkan alisnya
"Tenang kamu minta apa, bahkan aku kasih bonus 3x malam hari selama satu bulan full" ucapnya menyeringai
"Bonus model gitu sih mending gak usah deh makasih. Bukannya aku seneng yang ada malah gempor"
Morens tertawa terbahak-bahak
"Kamu tunggu sini bentar ya, aku mau suruh orang anter ini ke Doni"
"Aku aja ya anter, sekalian aku mau ketemu Rena"
Morens menggeleng "No no no"
"Why?"
"Kamu kalau ketemu Rena pasti lama, sebentar lagi waktu rehat aku mau makan siang sama kamu. Soalnya jam 2 aku ada pertemuan lagi jadi gak bisa temenin kamu sampe sore"
"Terserah deh"
Akhirnya Morens melangkah keluar menemui sekertarisnya.
"Ini saya yang anter boss!"
"Iya kamu, kenapa?, keberatan?"
"Kenapa gak ditelpon aja, biar bagian pemasaran yang ambil kesini"
"Mereka sibuk awal tahun begini, mang masalah kalau kamu yang anter kesana?" Morens menatap tajam
Flo bergidik ngeri "E... Enggak sih boss, ya udah biar saya yang anter"
"Good" Morens langsung melangkah pergi
Dengan kesal Flo berjalan menuju ke arah lift dan menekan tombol 3 menuju ke departemen pemasaran, setelah sampai disana Flo langsung menuju ke ruangan Doni. Tanpa salam tanpa ketukan pintu Flo langsung masuk membuat Doni terperanjat kaget atas kehadiran Flo yang tiba-tiba.
"Doni"
"Astaga kak, ngagetin aja. Kenapa gak ketuk pintu dulu sih, mang itu pintu kurang gede kali ya jadinya gak keliatan buat ngetuk pintu" Doni mengelus dadanya berulang
"Gue lupa" jawab Flo enteng
"Sebenarnya dia nyi pelet apa jailangkung sih, dateng gak dijemput pulang didorong" batin Doni
"Kenapa kak?" tanya Doni
"Mau anter sample lu tadi, trus suratnya dah di ACC sama boss"
__ADS_1
"Tumben dianter langsung, biasanya kalau butuh apa-apa pasti telpon minta disamperin"
"Boss yang suruh, kalau bukan boss juga gue ogah capek-capek kesini"
"Ya ampun kak, kesini aja capek. Lagian juga naik lift kan bukan pake tangga"
"Buang waktu gue tau, mending gue cat kuku gue aja biar tambah caem"
"Up to you lah" Doni memutar bola malas
"Oh ya lu tau gak cewek namanya Chintiya, katanya dulu kerja disini"
"Oh dia istri big boss, dulu dia sekertaris boss. Dari yang gue denger dari pegawai senior, cuma Chintiya satu-satunya sekertaris yang jadi satu ruangan sama boss"
"Ah itu paling mereka berdua suka aneh-aneh, secara di dalam ruangan berdua" sinis Flo
"Dasar owner lambe tumpah" batin Doni
"Jangan sembarangan kak, Chintiya itu beda dari yang lain. Dia itu ramah, baik, simple, gak sombong tapi agak galak, gak kaya sekertaris yang lain"
"Kok bisa sih boss nikah sama dia" cibir Flo
"Ya karena boss suka dengan Chintiya yang low profile, dan asal tau aja nih, boss itu gak suka sama cewek yang jumpalitan nyari perhatian. Dia juga jijik sama cewek yang makeup nya gak luntur 7 hari 7 malam terus bajunya yang serba kekecilan dan kurang bahan"
"Alah,,, tapi kalau udah dikasih yang mulus juga pasti KO"
"Eh jangan salah loh, dulu pernah ada satu sekertaris yang deketin boss terang-terangan. Boss mindahin dia ke departemen keuangan menjadi bawahan pak Roby karena risih, tapi dia gak betah jadinya resign deh"
"Gue balik" Flo langsung masuk ke dalam lift saat pintu lift itu tepat sedang terbuka untuk nya
"Siaaaaallll, dasar sekertaris gak ada akhlak. Orang lagi ngomong main kabur aja" gerutu Doni.
Sementara pada jam makan siang di salah satu resto.
Disana ada Rena Roby yang sedang menikmati jam makan siang dengan pergi bersama karena sekalian ada tugas dari Morens, mereka sudah berada di dalam salah satu resto, Saat itu pula Rena melihat seseorang yang pernah dia liat, tengah terlibat pembicaraan serius dengan orang lain lagi.
Rena mencoba mendekat dengan duduk di meja sebelah dengan mereka dan tentu tanpa persetujuan. Setelah beberapa saat dia kembali ke meja sendiri, dia menatap Roby sesaat, ragu untuk bicara dengan Roby. Roby yang merasa tengah di perhatikan langsung menoleh dan bertanya.
"Ada apa?" tanyanya menyelidik
"Enggak papa"
Sedangkan orang yang tadi, tengah tersenyum -senyum karena mengira bahwa rencananya akan berhasil. Dia tidak tau saja bahwa rencanya sudah diketahui orang lain.
Entah,, ini disengaja atau tidak bahwa rencanya sudah gagal dari awal. Menyedihkan sekali.
❤❤❤❤️❤️
**Mau nerusin nulis 2 part, tapi mata dah gak sanggup menopang kelopak mata yang sangat berat membawa beban.
Sekali lagi aku mau ingetin, budayakan like atau coment setelah membaca.
Makasih akak semua. love u all ❤️❤️❤️ mmmuuaaachhh
TBC**
__ADS_1