Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 90


__ADS_3

Sandi berhenti sambil meringis merasakan ngilu pada anak asuh nya, dia tersadar dengan apa yang barusan dia lakukan terhadap Serena. Seketika Sandi langsung memundurkan tubuhnya seraya memberi jarak antara mereka sambil mengusap wajahnya frustasi.


Dia sangat bingung, dia juga tidak mengerti mengapa dia tidak bisa menahan emosi saat mendengar perkataan bahwa Serena membencinya. Sungguh Sandi tidak bisa menerima bila sampai Serena benar-benar membencinya, padahal secara tidak langsung apa yang barusan dia perbuat makin membuat Serena ingin menjauh darinya.


Setelah Serena lebih tenang, Serena bangun dan merapikan rambut dan pakaian yang dia kenakan yang sudah tidak beraturan bentuknya. Dia menghapus air matanya dengan kasar sambil berusaha mengatur nafasnya agar kembali stabil.


"Dengar Sandi, mulai detik ini jangan pernah kamu temuin aku lagi. Anggap saja kita adalah orang asing, atau kalau perlu anggap aku ini musuh kamu. Jadi lupakan semua percakapan yang tidak berguna tadi, dan sekarang aku minta kamu pergi dari sini." ucap Serena pelan namun penuh dengan penekanan.


Sandi menggelengkan kepalanya "Enggak Ser, aku minta maaf. Aku bener-bener minta maaf, please maafin aku Sera. Aku mohon jangan ngomong kaya gitu, aku gak mau kehilangan kamu lagi. Aku emang brengsek Ser, tapi please beri aku kesempatan Ser. Aku benar-benar sayang sama kamu. " ucap Sandi memohon dengan menggenggam tangan Serena dengan erat.


Serena masih bergeming, dia tidak memberikan respon apapun. Dia hanya memandang ke sembarang arah dengan tatapan kosong.


"Ser bicara sama aku. Aku benar-benar khilaf Ser, aku kalut waktu denger kamu bilang kamu benci sama aku. Serena I LOVE U. " Sandi memeluk erat Serena.


Serena tidak menolak dan tidak membalas ucapan ataupun pelukan dari Sandi, dia benar-benar sudah sangat malas berbicara. Tenaganya sudah habis saat meluapkan emosinya dan saat dia memberontak atas tindakan Sandi tadi.


"Ok, mungkin kamu benar-benar kecewa sama aku sekarang. Aku pergi dulu, tapi ingat aku gak akan lepasin kamu. Karena kamu itu punya aku Ser." Sandi mengecup kening Serena lama sebelum dia meninggalkan Serena yang masih tampak bergeming di tempatnya.


Setelah kepergian Sandi, Serena terduduk lemas di lantai sambil menangis sejadi-jadinya.


"Kenapa aku harus merasakan cinta, kalau cinta itu sangat sulit untuk kugapai. Saat aku mulai membuka hati untuk seorang pria, tapi kenapa aku harus juga merasakan sesak di dada ini." Serena bermonolog.


Setelah cukup tenang, Serena pergi ke toilet untuk merapikan penampilannya. Dia tidak mau saat tiba di rumah, keluarganya mengetahui apa yang terjadi padanya.


30 menit kemudian, Serena memutuskan untuk pulang. Dia merasa sangat lelah dengan apa yang terjadi dan dia ingin segera beristirahat. Serena berharap setelah istirahat beban pikirannya akan hilang.


45 menit berada di jalanan, akhirnya dia sampai di rumahnya. Sebelum turun dari mobil, Serena menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara perlahan sampai berulang-ulang. Hal itu dilakukan untuk membuang kegugupannya karena khawatir keluarganya akan curiga padanya.


Setelah tiba di dalam, ternyata ada Morens, Chintiya dan Mora sedang berkunjung dan berniat untuk bermalam disana, karena esok adalah hari libur jadi mereka akan menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


"Hai sayang, kamu baru pulang? "tanya Lexi.


"Iya mom."


"Wait, What's wrong with you?" tanya Lexi yang curiga melihat mata sembab dan wajah Serena yang pucat.


"Im ok mom. Aku cuma kecapean dan perlu istirahat jadinya mataku merah. Tadi di hotel ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan saat itu juga, maka dari itu aku baru pulang. "


Chintiya yang mendengar itu merasa sangat bersalah, karena dia Serena harus bersusah payah.


"Maaf ya Ser, aku jadi bikin kamu susah sampai kamu kecapean gitu."


"Don't worry sis. Aku gak ngerasa direpotin kok, aku malah seneng jadinya aku ada kegiatan dan gak bosan di rumah. Lagian itung-itung aku belajar buat nanti gantiin daddy."


"Makasih sayang. " ucap Chintiya sambil mengusap punggung tangan Serena.


"Uh princessnya onty, udah bobo ya. Pengen gigit dong kak dikit aja, biar aku gak penasaran. " ujar Serena kepada Morens melihat Mora yang sedang tertidur di pangkuan Morens.


"Dari pada gigit sendal, mending gigit tangan kakak aja biar somplak."


"Somplak. Otak kamu tuh somplak sebelah."


"Bodo, emang gue pikirin. Mom dad and sis aku ke kamar dulu ya, mau tidur nih aku capek banget soalnya. "


Serena langsung beranjak ke kamarnya. Tak lama kemudian satu persatu mereka juga masuk ke kamarnya masing-masing.


Sesampainya di kamar, Chintiya naik ke atas ranjang dan Morens meletakkan Mora di box bayi, setelah itu Morens menyusul istrinya naik ke atas ranjang.


"Sayang." panggil Morens saat Chintiya sedang menatap layar ponselnya.

__ADS_1


"Ya." jawab Chintiya menoleh sekilas.


"Aku rasa ada sesuatu yang gak beres sama Serena!"


"Ya aku tau kok." Chintiya mematikan layar ponselnya dan menaruhnya di dalam laci.


"Kok kamu diem aja tadi?"


"Aku emang mau tanya ke dia, tapi gak sekarang. Karena aku tau sekarang dia lagi pengen sendiri. "


"Aku juga tau, kalau tadi dia bertemu dengan Sandi. " ucap Morens.


"Oh... Ya udah sekarang kita tidur. " ajak Chintiya.


"Eits, tunggu dulu. Kita belum olahraga, masa main tidur aja. Ntar badanku pada pegel trus aku juga lemes kalau gak olahraga dulu."


"Hadehh, alamat PASLU ini mah." jawab Chintiya lemas, yang sudah tau maksud dari ucapan suami mesum dan gilanya itu.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Selamat berpuasa ya, bagi kalian yang menjalankannya. Semoga amal ibadah kita di terima dengan baik di bulan suci ini.


TBC


LOVE U ALL MMUUAACCHH

__ADS_1


💖💖💖💖💖


__ADS_2