
Seperti biasa, di hari libur seperti sekarang ini, Chintiya menghabiskan waktunya untuk membersihkan rumahnya dan juga untuk sejenak bersantai melepaskan kepenatan dari segala aktivitas yang menggunung. Disaat dirasa semua sudah selesai, Chintiya langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dan memejamkan matanya, karena terlalu lelah akhirnya Chintiya mulai terlelap masuk ke alam mimpi namun baru beberapa saat terlelap terdengar suara ketukan pintu. Tapi karena dia sangat mengantuk, dengan sangat terpaksa Chintya membuka pintu dengan mata yang masih terpejam.
"Cari siapa?" tanyanya dengan malas
"Mencarimu"Jawab orang itu
"Salah rumah" jawab chintiya hendak menutup kembali pintu itu, dia masih belum tersadar siapa yang datang ke rumahnya karena matanya yang masih sedikit terpejam akibat ngantuk.
"Tunggu" ucap pria itu menahan pintu tersebut kemudian menarik tangan Chintya.
Chintya yang merasa tangannya di tarik itu pun langsung tersadar dan membuka matanya dengan jelas untuk melihat siapa yang menarik tangannya.
"KAU...." ucap Chintiya sambil menghempaskan tangan pria itu
"Iya, ini aku sayang" ucap Tedy, ya karena yang datang saat ini adalah Tedy
"Sedang apa kau disini?, bagaimana kau tau dimana rumahku?"
"Aku merindukanmu"
"Cih, BULLSHIT"
"Ayolah, jangan pura-pura, aku tau kau sangat mendambaku bukan" ucap Tedy percaya diri
"Iya itu dulu waktu aku masih tidak waras, karena bisa cinta sama penipu seperti mu"
Tedy tak menyerah, dia malah menerobos masuk ke dalam rumah Chintiya.
"Jika sudah tidak ada kepentingan, kau boleh pergi" ucap Chintiya
Bukannya pergi Tedy malah memeluk Chintiya dan hendak menciumnya. Namun Chintiya dengan segera menghindar dan langsung menampar wajah Tedy, Tedy melepaskan Chintiya dan memegangi pipinya
"Wah ternyata gadis manis ini, sekarang sudah berubah menjadi galak ya. aku penasaran"
Tedy dengan kasar menarik tangan Chintya ingin membawanya ke kamar
"Lepaskan tanganku, dasar brengsek"
Namun umpatan Chintiya tidak mempengaruhi keinginan Tedy, dia tetap berusaha membawa Chintiya. Sampai terdengar suara
"Lepaskan dia"
Sontak Cynthia dan Tedy menoleh untuk mengetahui asal suara tersebut
"Cih, kau lagi" ucap Tedy
"Morens" ucap Chintiya
"Enyah kau dari sini" ucap Morens dengan dingin dan datar
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" jawab Tedy menantang
"Jika kau tidak pergi sekarang, kupastikan kau tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi" dengan wajah menyeringai
__ADS_1
"Ah persetan" Tedy langsung memukul Morens
Namun Morens yang dipukul tidak bergeming sama sekali dari tempatnya, dia tersenyum dan langsung membalas pukulan dari Tedy dengan sangat keras hingga membuat Tedy langsung tersungkur lalu dengan cepat Morens menarik kerah kemeja Tedy agar berdiri dan Morens langsung membawa Tedy keluar dari rumah Chintiya dan menghempaskannya ke tanah
"Jangan coba-coba ganggu Chintiya lagi atau aku akan melakukan lebih dari ini"
"Apa hubunganmu dengan Chintiya?" tanya Tedy
"Dia calon istriku, jadi kau jangan mengganggunya lagi. Sekarang cepat pergi dari sini atau aku akan bertindak lebih" ucap Morens dengan tatapan tajamnya
Tedy langsung pergi dari rumah Chintiya, setelah Tedy pergi Morens langsung kembali ke dalam rumah Chintiya, dilihatnya Chintiya yang sedang merapikan barang-barang yang tadi agak sedikit berantakan karena ulah Morens dan Tedy. Morens langsung mendekat ke arah Chintiya dan memeluknya dari belakang.
"Hai sweety, are you okey?" tanya Morens sambil mengecup pipi Chintiya
"Lepaskan aku Morens, apa kau tidak lihat aku sedang sibuk"
"Mau ku bantu!!"
"Tidak perlu... Lebih baik kau pulang saja" usir Chintiya padahal dia sangat senang karena Morens datang, dia sudah sangat rindu pada Morens
"Oh sweety, apa kau masih marah padaku?" tanya Morens yang kini melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Chintiya menghadap padanya
"Kau tidak berpikir aku lupa bukan!!"
"You not forgive me sweety?"
"Maybe" ucap Chintiya dengan melangkah ke sofa
"Oh come on sweety" jawab Morens sambil berjalan mengikuti Chintiya ke sofa dan membuang nafas secara kasar
"Baiklah, tapi bisakah kita makan dulu. Aku belum makan siang tadi"
"Itu salahmu kenapa tidak makan siang"
"Aku ingin makan siang bersamamu sayang"
"Baiklah kau makan dulu, aku sudah makan tadi. kau ke dapur saja, aku ingin ke kamar dulu untuk berganti pakaian"
"Emm, kau tidak menemaniku makan?"
"NO FOR NOW"
"OK" ucap Morens pasrah
Setelah Morens menyelesaikan makannya, mereka langsung kembali ke sofa. Morens ingin menjelaskan perihal beberapa photo yang memperlihatkan Morens sedang memeluk wanita cantik dalam berbagai gaya. Dia ingin segera menyelesaikan kesalahan pahaman ini dengan Chintiya, dia tidak bisa bila Chintiya mendiamkannya. rasanya sangat menyiksa
"Sayang dengarkan aku" Morens memulai obrolan
"Ya, aku siap mendengarkan"
"waktu itu aku bertemu dengan klienku di sebuah restoran, dan setelah selesai aku hendak ke toilet. sebelum aku sampai di toilet ada seorang wanita yang tiba-tiba datang memelukku, dia langsung minta maaf padaku, dia beralasan aku ini adalah temannya dan dia salah mengenali orang"
"Kenapa di fhoto itu kau terlihat tidak menolak, bahkan terkesan membiarkannya" tanya Chintiya
__ADS_1
"Itu karena aku kaget dia tiba-tiba memelukku, dan disaat itu aku sedang mencoba mengingat siapa tahu dia adalah salah satu kerabatku"
"lalu kenapa ada fhoto lain dengan gaya yang berbeda?"
"Setelah dia minta maaf, dia hendak beranjak pergi namun baru beberapa langkah dia terpeleset. entah itu sengaja atau tidak tapi aku refleks menangkap tubuhnya agar dia tidak terbentur oleh meja"
Chintya diam mencoba mencerna semua perkataan Morens
"Sweety, percayalah aku tidak akan macam-macam.. karena susah payah aku meluluhkanmu dengan segala tingkah anehku, maka aku tidak akan main-main sayang"
" Baiklah, kali ini aku percaya. Tapi awas bila kau berani macam-macam"
"Itu tidak akan sayang.. oh ya satu hal lagi yang ingin kau tahu"
"Apa itu"
"Yang mengirimkan foto itu kepadamu adalah Rancy, dan wanita yang ada di foto itu juga orang bayarannya"
"Maksudmu Rancy dari MENTARI GROUP?"
"iya"
"Bukannya kita ada kerja sama dengan MENTARI GROUP"
"Sekarang tidak lagi, aku sudah membatalkannya"
"Tapi kenapa dia melakukan itu?, sebenarnya apa hubunganmu dengannya?"
"Dia mantan kekasihku, dia meninggalkanku dan lebih memilih menikah dengan pemilik dari MENTARI GROUP. dan sekarang suaminya sudah meninggal dunia maka dari itu dia mendekatiku setelah tau aku CEO dari RENS CORP. Semenjak itu aku menjadi dingin dengan wanita, karena aku merasa semua wanita hanya menginginkan materi tanpa memikirkan hati.
"Uh kasian sini peluk" ucap Chintiya
Morens langsung berhambur ke pelukan Chintiya
"Tapi setelah bertemu denganmu, aku tau kau berbeda dari yang lain. dan aku langsung tertarik padamu"
Dan mereka kini saling berpelukan melepaskan kerinduan diantara keduanya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**HAI KAKAK MAAF YA TELAT UPDATE.
TAPI JANGAN KHAWATIR AUTHOR TETAP SAYANG KALIAN
AKU CINTA KAMU
KULO TRESNO KARO KOWE
I LOVE U
SARANGHEO
AISHITERU
__ADS_1
WO AI NI
MMMUUAAACHHH ❤❤❤❤❤❤**