
Setelah drama panjang mereka selesai.
"Morens sudah lepaskan aku, sampai kapan kau akan memelukku seperti ini, aku sulit bernafas kau tau!!"
"Sweety, biarkan aku seperti ini dulu kau membuatku nyaman sekali. Lagipula ini adalah hukuman untukmu karena kau tidak percaya padaku" jawab Morens sambil menciumi pipi Chintiya.
"Stop, bagaimana aku mau percaya kau saja selalu seperti ini bila bersamaku. Aku seperti punya bayi besar" ucap Chintiya sambil beranjak bangkit dari sofa
Namun sebelum Chintiya melangkah Morens menarik tangan Chintya hingga membuatnya jatuh ke pangkuan Morens.
"Aww Morens, kau mau apalagi?"
"Mau kemana sayang?"
"Aku lapar, apa dengan berpelukan dapat membuat kenyang?" ucap Chintiya sewot
"Kau boleh pergi tapi cium aku dulu"
"Dasar kau tuan mesum"
"Cium atau kita tetap seperti ini sampai malam, lagipula aku masih tetap bisa makan dan kenyang dengan seperti ini"
"Memangnya apa yang kau makan?"
"Memakanmu" jawab Morens sambil menaik turunkan alisnya
"ASTAGA, kenapa kau jadi mendadak c*bul begini?" ucap Chintiya sambil tepok jidat
"Entahlah, aku seperti ini hanya dengan mu, sinyalku otomatis langsung terkoneksi dengan hal yang berbau mesum jika bersamamu. Jadi kau mau cium atau tidak?"
"Uff, baiklah tapi kau tutup mata aku malu"
"Apapun itu sayang"
Kemudian dengan perlahan tangan Chintya membelai wajah Morens dengan lembut, Morens menikmati belaian tangan Chintya. Sesaat sebelum Chintiya mencium pipi Morens sebuah ide jahil datang.
"SAYANG" ucap Chintiya sambil terus membelai wajah Morens yang ditumbuhi bulu-bulu halus
"Hmm" jawab Morens sambil tetap memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Chintya
Dengan secepat kilat Chintiya menggigit telinga Morens dan langsung berlari menuju ke arah dapur.
"Aww, sweety kau nakal ya" ucap Morens sambil berdiri mengejar Chintiya ke dapur.
__ADS_1
Merekapun berlari kejar-kejaran mengelilingi meja makan, akhirnya karena kelelahan Chintiya dapat ditangkap oleh Morens kemudian Morens mendorong Chintiya dan menghimpit tubuhnya ke tembok, kedua tangan Chintiya digenggam dan ditahan di atas kepala Chintiya oleh Morens.
"Ok baiklah aku menyerah, lepaskan aku." ucap Chintiya dengan nafas tersengal-sengal
"Oh no sweety, kau sudah membuatku berlarian dan berkeringat jadi sekarang terima hukuman mu"
"Oh yang mulia maafkan aku, tidak bisakah aku naik banding"
"Maaf sekali nyonya Chintya Hadinata, kau tidak bisa naik banding tapi".
"Tapi apa?"
Morens melepaskan tangan Chintiya dan beralih mendekap Chintiya dengan erat sambil berkata "Tapi kau bisa naik ranjang bersamaku"
"Oh ya ampun Morens, kau benar-benar"
"Hahahaha, oh ya aku hampir lupa". ucap Morens sambil melangkah ke arah sofa dan mengambil sebuah paper bag yang tadi dia bawa.
"Aku ingin mengajakmu makan malam di suatu tempat" ucap Morens sambil memberikan paper bag tersebut
"Aku harus memakai gaun ini?"tanya Chintiya sambil mengeluarkan gaun yang diberikan oleh Morens
"Iya sayang, kau pasti tambah cantik bila memakai gaun itu"
"Ini bagus sekali Morens"
"Kau sangat tahu seleraku, terima kasih"
"Sama-sama sayang, kalau begitu aku pulang dulu ya. Nanti jam 06.30 malam aku jemput ya" ucap Morens sambil mencium pipi Chintiya
"Baiklah, kau hati-hati"
❤❤❤❤❤❤
Waktu terus berganti hingga sang mentari hilang dari peraduannya dan digantikan oleh hangat cahaya bulan, tepat seperti yang telah dijanjikan Morens datang menjemput Chintiya. Terdengar suara ketukan pintu yang sangat jelas di telinga, dengan sangat lembut Chintiya membukakan pintu untuk Morens, Morens begitu terkesima dengan penampilan Chintiya menggunakan gaun panjang menjuntai dengan belahan yang hanya sebatas lutut bertali lebar berwarna maruun dengan rambut disanggul dan menyisakan sedikit dibiarkan tergerai dengan makeup yang minimalis ditambah heels berwarna silver membuat Chintiya makin terlihat cantik dan sangat anggun.
"Hai Morens, apa aku cocok dengan gaun ini?"
"Wow sweety you look like a angel"
"Oh really!!"
"Yes. So angel please come with me" ucap Morens mengulurkan tangannya
__ADS_1
"My pleasure" menyambut tangan Morens
Mereka berdua masuk ke mobil dan langsung melaju menuju ke tempat itu, setelah ±60 menit mereka tiba di tujuan, kemudian mereka langsung turun dan masuk ke sebuah hotel dan menuju ke lantai 9 dan berhenti tepat di depan sebuah pintu besar. Sebelum mereka masuk Morens menutup mata Chintiya terlebih dahulu dengan sebuah kain, setelah itu Morens membuka pintu tersebut dan menuntun Chintiya masuk dengan perlahan.
"Sweety, sekarang kau boleh buka matamu" ucap Morens ditelinga Chintiya
Chintya langsung membuka penutup matanya dan betapa terkejutnya dia dengan apa yang dia lihat. Chintya terkagum dengan apa yang ada disana.
Sekarang Chintiya berada di sebuah aula di hotel itu yang sudah di sewa oleh Morens khusus untuk mereka berdua, dengan ditaburnya bunga mawar disepanjang jalan masuk dari pintu hingga ke sebuah meja yang sudah terdapat beberapa lilin di tengahnya dan 2 piring yang ditutup dengan tudung saji. Tidak hanya itu di seluruh ruangan aula dihias dengan sedemikian rupa dan di sebuah dinding terdapat tulisan besar berwarna gold bertuliskan I LOVE U MY SWEETY CHINTIYA, YOU ARE MY EVERYTHING.
Kemudian mereka langsung menuju ke meja makan untuk makan malam yang romantis, setelah selesai makan.
"Sweety" panggil Morens sambil melangkah dan berjongkok dihadapan Chintiya yang masih duduk di kursi.
"Ya" jawab Chintiya
"Aku mungkin bukan lelaki pertama untukmu, aku juga bukan lelaki terbaik untukmu. Tapi hanya satu yang bisa kuberikan padamu, aku akan menjadi lelaki yang paling tulus mencintaimu tanpa ada embel-embel apapun. Karena saat bersama dengan dirimu, aku bisa menjadi siapa diriku sebenarnya tanpa kepura-puraan. So CHINTIYA RAHMAN Will you marry me dan bangun kehidupan baru bersamaku dan keluarga kecil kita" seraya memperlihatkan sebuah kotak berisikan cincin bermata ruby yang sangat berkilau.
"Apa mommy dan daddymu setuju dengan hubungan ini?"
"Of course sweety, justru mommy sudah tidak sabar memiliki menantu seperti mu. So what your answer?"
"Yes i will" jawab Chintiya mantap dan mata yang berkaca-kaca karena merasa sangat bahagia dan terharu
Morens berdiri setelah memakaikan cincin ke jari Chintiya, lalu dia mengajak gadisnya ke balkon yang ada di aula itu.
"Sweety, terima kasih telah menerimaku menjadi pengisi kesunyianmu. I LOVE U SO MUCH"
"I LOVE U TOO tuan mesum" jawab Chintiya terkekeh
Kini mereka saling berhadapan, bertukar tatapan secara intens saling memahami lewat tatapan mata yang tidak bisa ditipu. perlahan Morens mendekatkan wajahnya ke wajah Chintya, hembusan nafas Morens menyentuh wajah Chintya yang membuat tubuh Chintiya seketika meremang. Lalu dengan lembut Morens mendaratkan ciuman di bibir Chintiya, Chintiya memejamkan mata dan membalas ciuman itu, mereka berciuman dengan sangat lembut dan penuh cinta tanpa nafsu, cukup lama mereka berciuman dan akhirnya Chintiya melepaskan ciuman itu.
"Terima kasih Morens, kau mau menerimaku apa adanya"
"Jangan bicara begitu sayang, kau adalah wanita special limited edition yang ku punya" ucap Morens
"Huh nyebelin"jawab Chintiya memukul dada Morens, Morens terkekeh
"AKU MENCINTAIMU CHINTIYA RAHMAN"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**SO SORRY KAKAK SEKALIAN UNTUK KETERLAMBATAN UPDATE, KARENA AKU JUGA HARUS MENJALANKAN HIDUPKU DI DUNIA NYATA
__ADS_1
MAAF KALAU MASIH TYPO, DAN JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN. PLEASE PLEASE PLEASE
LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH**