
Hari libur seperti sekarang ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Morens. Karena di hari libur seperti ini, Morens bisa menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dia sayangi.
Seperti saat ini Morens tengah duduk santai di teras depan bersama istri tercinta sambil memperhatikan hasil dari uji coba mereka yang berhasil dikembangkan sehingga menjadi sesosok makhluk kecil yang cantik dan cerewet.
Mora terlihat sedang bermain dengan pengasuhnya, Mora adalah duplikat perpaduan antara Chintiya yang ceplas ceplos dan Morens yang sedikit kritikus. Untuk wajah Mora lebih didominasi oleh wajah Asia seperti Chintiya tidak seperti Morens yang berwajah blasteran Eropa.
"Sayang."
"Ya."
"Apa kamu mau sesuatu mom?"
"Maksudnya dad!"Chintiya merasa heran dengan pertanyaan Morens yang tiba-tiba.
"Ya maksudnya, selama aku kenal sama kamu sampai sekarang, aku gak pernah dengar kamu minta sesuatu dari aku. Padahal aku seneng banget kalau kamu meminta sesuatu dari aku, aku merasa aku itu dibutuhkan sama kamu mom." ucap Morens sambil memeluk Chintiya dari samping.
Chintiya tersenyum "Sebenarnya aku punya suat permintaan dari kamu."
"Apa itu?, kamu mau shoping?, perawatan?, apa jalan-jalan?. Bilang sama aku kamu mau jalan-jalan kemana hm?" tanya Morens dengan antusias sambil memandangi wajah cantik istrinya.
Chintiya terkekeh, dia mengusap lengan Morens dengan lembut "Bukan itu."
__ADS_1
"Terus apa?"
"Aku minta sama kamu, jadilah seorang pria yang bisa menepati janjinya dan menyayangi keluarganya. Jadilah suami yang bisa menjadi imam buat keluarga kecil kita. Jadilah ayah yang bisa menjadi sosok pahlawan buat anak-anak, bimbing mereka agar menjadi anak-anak yang baik dan bisa membanggakan orang tuanya, dan satu lagi. Jadilah anak yang selalu membahagiakan orang tua dan juga jadilah seorang kakak yang bisa menjaga adiknya dengan baik."
pinta Chintiya dengan tulus.
"Sayang, aku beruntung banget bisa ketemu dan menikah sama kamu. Kamu itu perempuan yang apa adanya, gak berpura-pura kaya cewek-cewek lain yang pernah coba deketin aku.
Jujur banyak cewek lain yang lebih cantik dan sexy dari kamu, tapi jujur aku gak pernah tertarik sama cewek model begitu. Apalagi setelah aku ketemu sama kamu, kamu itu berbeda, kamu itu cantik luar dalam dan kamu juga cewek yang kuat dan mandiri. Pokoknya aku bersyukur banget dapetin kamu, aku mohon sama kamu, kalau suatu hari nanti aku menjadi miskin, menjadi tua dan sakit-sakitan. Aku mohon jangan pernah tinggalin aku sayang." Morens sedikit terisak, entah kenapa dia sangat takut Chintiya akan meninggalkan dirinya suatu hari nanti.
"Jangan pernah berpikir kaya gitu, kita gak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya. Karena jodoh, maut dan rezeki ada ditangan Allah. Satu yang pasti dari aku, aku akan terus berusaha menjadi seorang istri dan ibu yang baik. Enggak pernah terpikir sama aku, kalau aku akan pergi dari kamu kecuali Allah yang menentukan dan kamu mengkhianati aku.
Jika suatu hari kamu berpaling dari aku, aku gak akan pernah menahan kamu buat tetap sama aku. Karena itu adalah pilihan kamu buat memilih yang lain, tapi satu yang perlu kamu tau. Aku paling benci penghianatan dan gak ada yang namanya kesempatan kedua buat seorang penghianat." jawab Chintiya sungguh-sungguh.
"Aku gak butuh janji dad, aku cuma mau kamu menjaga kepercayaan yang udah aku kasih. Karena kepercayaan itu tumbuh bukan karena sebuah kata-kata tapi kepercayaan itu tumbuh karena adanya suatu ketulusan dalam hal apapun." Chintiya menitikan air mata, karena terharu dengan suasana saat ini. Dia juga tidak pernah membayangkan bahwa dirinya bisa mendapatkan seorang suami yang begitu tampan dan sangat mencintainya, mertua yang sangat menyayanginya, juga adik ipar yang amat peduli padanya dan yang paling terindah adalah seorang anak yang cantik dan pintar.
"Makasih sayang, kamu emang benar-benar istri idaman."
Di sela-sela keromantisan mereka, terdengar suara tangisan yang mengalahkan suara petasan penyambut pengantin, suaranya mengalun kencang dan nyaring di telinga.
Siapa lagi pemilik suara itu kalau bukan Copas CIMOR yaitu Mora. Dia berlari menghampiri orang tuanya, saat melihat Morens mengusap air mata Chintiya.
__ADS_1
"Daddy,,,,, daddy dahat Tama mommy ya." teriak Mora yang khawatir karena melihat Chintiya menangis.
"Eh,,,,eh,,,,eh gak gitu sayang."
"Daddy ndak uweh bobo tama mommy titik. Mola ndak au liat muka daddy."
"Hah."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Maaf dikit.
2 hari ini baby lagi super aktif.
jangan lupa vitaminnya.
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
💜💜💜💜💜