Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 65


__ADS_3

7 BULAN BERLALU


Sejak pagi itu Sandi sudah tidak bertemu dengan Serena lagi, berkali-kali dia mencoba menghubungi Serena tapi selalu saja gagal. Dia juga sudah berusaha mencari keberadaan Serena, namun sayangnya Sandi kembali gagal karena dia tidak tau apapun tentang Serena, dia tidak tau dimana tempat tinggalnya?, dia juga tidak tau siapa keluarganya?, dia tidak tau sama sekali.


Mungkin pertemuan mereka memang hanya sampai disitu, dia mencoba melupakan Serena walaupun itu sangat sulit. Bahkan melupakan Chintiya tidak sesulit ini, karena perpisahan dengan Serena masih menyisakan problem yang belum terselesaikan.


DI TEMPAT LAIN


Kini Chintiya tinggal di kediaman keluarga Hadinata, kandungan Chintiya yang semakin membesar membuat Morens khawatir bila harus meninggalkan istrinya seorang diri saat bekerja, walaupun dirumahnya ada beberapa pegawai tapi Morens tetap merasa cemas bila tidak ada keluarga terdekat yang menemaninya dan juga mengingat riwayat janin Chintiya yang lemah.


"Mom" Chintiya mencari Lexi.


"Bi Su, bibi tau mommy ada dimana?" tanya Chintiya kepada Bi Susi ART disana.


"Eh non, itu nyonya ada di ruang perpustakaan"


"Oh ya makasih bi."


Chintya berlalu pergi menuju ke ruang perpustakaan, Karena perut Chintiya yang semakin besar di usia kehamilan yang sudah memasuki bulan ke 8, ditambah dengan peningkatan berat badan Chintiya yang drastis membuat Chintiya sedikit kesulitan dalam berjalan.


"Mom, apa mommy di dalam?" tanya Chintiya saat sudah berada di depan pintu ruang perpustakaan.


"Iya sayang masuklah" jawab Lexi dari dalam.


"Lagi apa mom?"


"Ah ini, mommy sedang tidak ada kegiatan. Jadi mommy mau merapihkan buku-buku ini saja, supaya mommy tidak bosan"


"Biasanya setiap akhir bulan seperti ini, mommy mengunjungi yayasan yang mommy kelola."


"Morens dan juga daddy melarang mommy berpetualang seperti Dora lagi, karena harus menjagamu sayang"


"Tapi aku baik-baik aja mom, lagi pula disini banyak pekerja. Jadi aku bisa minta tolong sama mereka mom"


"Gak papa sayang, mommynjuga senang kok nemenin kamu"


"Boleh aku bantu mom?"


"Boleh, yang penting jangan terlalu capek."


Akhirnya mereka berdua sama-sama merapikan buku-buku, dan disana Chintiya melihat kartu keluarga milik keluarga Hadinata, yang terselip diantara buku-buku yang lain. Dia mengamati dan membaca dengan seksama dan dia melihat sebuah nama yang tidak asing baginya.


"Rendra Hadinata, bukankah dia itu!" Chintya bermonolog.


"Mom, apa ini kartu keluarga milik daddy?" tanya Chintiya.


"Iya sayang"

__ADS_1


"Apa daddy punya adik?, lalu di mana dia sekarang?"


"Daddy punya seorang adik laki-laki, tapi dia sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Sedangkan orang tuanya meninggal saat Morens berumur 5 tahun"


"Kasian daddy, aku bisa merasakannya"


"Iya sayang, itu kenapa daddy sangat menyayangimu. Disamping karena kamu gadis yang baik, daddy juga merasakan apa yang kamu rasakan sayang" jelas Lexi sambil mengusap perut Chintiya.


"Semoga kamu dan keluarga kecil kalian bahagia selalu ya" Doa Lexi dengan tulus.


"Aaammiiinn" jawab Chintiya.


Setelah itu mereka kembali melanjutkan kegiatan mereka, Chintiya menahan rasa penasarannya dan berniat bertanya langsung pada Richard nanti malam.


Waktu pun berlalu, dan sekarang sudah saatnya makan malam. Ini adalah saat yang tepat, Chintiya berniat akan bicara dengan Richard setelah makan malam. Kebetulan tadi Morens mengabarkan bahwa dia akan pulang telat, karena harus bertemu dengan koleganya bersama Roby.


Setelah makan malam, Chintiya berjalan menuju ke ruang kerja Richard setelah dia bertanya terlebih dahulu kepada Lexi dimana keberadaan ayah mertuanya itu.


Chintya melangkah setelah mendapat izin dari Richard terlebih dahulu.


"Masuklah nak." ucap Richard saat melihat Chintiya yang berjalan perlahan menghampirinya.


"Wah, ruang kerja daddy lebih nyaman dari milik Morens" Chintiya berucap saat mendaratkan tubuhnya di sofa sambil mengedarkan pandangannya mengamati isi ruangan itu.


Richard tersenyum "Kamu benar nak, karena selama ini daddy lebih banyak menghabiskan waktu di ruangan ini, bila tidak di kantor atau sedang tidak bersama dengan mommymu. Maka dari itu, daddy membuat ruangan ini senyaman mungkin."


Chintya mengangguk "Dad, apa daddy sibuk?" dia bertanya dengan hati-hati, takut mengganggu pekerjaan Richard.


"Emm, gak ada apa-apa. Aku cuma mau ngobrol sama daddy, apa bisa?"


"Tentu"


"Dad, apa daddy punya seorang kakak atau adik?"


"Emm,. daddy punya seorang adik laki-laki."


"Dimana dia sekarang dad?, kenapa aku gak pernah ketemu sama dia?"


Richard menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan Chintiya.


"Dia sudah meninggal 5 tahun yang lalu" Jawab Richard lirih.


"Ya Allah dad, kenapa dia meninggal dad?"


"Dia sakit nak" Richard memicingkan matanya menatap curiga Chintiya.


"Apa dia pernah tinggal dan bekerja di daerah P!"

__ADS_1


"Pernah selama beberapa tahun. Sebenarnya ada apa?, coba bilang sama daddy."


Ternyata mereka adalah orang yang sama. Chintya terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya dia bercerita.


"Dad, dia itu adalah orang yang sudah menggelapkan uang perusahaan milik ayah."


Richard tersentak kaget, dia tidak percaya mendengar penuturan dari Chintiya. Ternyata orang yang selama ini dia cari ada di dekatnya.


"Apa kamu putri tunggal bapak Ansar Rahman, pemilik PT Trush Company?"


Chintya mengangguk "Apa daddy kenal dengan ayah!" tanya Chintiya.


"Dengar nak, daddy akan mengatakan sebuah kenyataan yang selama ini dirahasiakan. Selain daddy dan mommymu yang tau. Daddy mohon jangan menyela perkataan daddy sebelum daddy selesai."


"Hm" Chintiya hanya berdehem, antara penasaran dan rasa kesal bercampur jadi satu.


"Setelah kepergian orang tua daddy, daddy sebagai anak pertama mau tidak mau harus meneruskan perusahaan milik ayah. Saat itu Serenabmasih berumur 15 tahun dan Morens sedang kuliah di LN, daddy terlalu serius mempelajari tentang suatu perusahaan, yang akhirnya membuat daddy mengabaikan mommymu dan anak-anak.


Hal itu menjadikan suatu kesempatan buat Rendra mendekati Lexi, karena memang daddy lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dari pada di rumah. Itu kenapa Rendra jadi lebih leluasa terus menggoda Lexi.


Hingga suatu hari daddy mendapati Rendra sedang berusaha melecehkan Lexi saat daddy tidak ada di rumah. Daddy sangat marah dan akhirnya mengusir Rendra dari rumah tanpa memberikan apapun.


Rendra sangat tidak terima, sebelum pergi dia mengatakan akan kembali dan menghancurkan perusahaan yang daddy pimpin dan juga menghancurkan keluarga kecil daddy setelah dia sukses nanti.


8 tahun kemudian Rendra kembali dan membuktikan ucapannya, bahwa dia sudah bisa sukses. Selama bertahun-tahun Rendra terus berusaha menghancurkan perusahaan dan keluarga daddy.


Sampai akhirnya dia terkena TBC akut, karena obsesinya yang tinggi, membuat dia melupakan kesehatannya. Daddy mendapati dirinya sudah berada di ruang IGD, setelah salah satu anak buahnya yang tau bahwa dia adalah adik dari kandung daddy menghubungi daddy.


Daddy sangat bersyukur mendapatkan istri seperti Lexi, setelah apa yang dilakukan Rendra kepada kami, Lexi masih bersedia merawat Rendra di rumah sakit. Lexi berpikir bagaimana pun Rendra adalah adik dari suaminya dan itu berarti Rendra juga keluarganya.


Perlahan Rendra mulai menyadari kesalahannya, dan dia menceritakan tentang perusahaan ayahmu dan juga keluargamu.


Rendra meminta daddy untuk mencarimu, karena daddy mendapat kabar bahwa perusahaan ayahmu sudah bangkrut. Hal itu semakin membuat Rendra merasa Frustasi dan membuat kondisi tubuhnya semakin melemah.


Dia tau semuanya sudah terlambat, tapi sebelum pergi dia menitipkan sesuatu kepada daddy. Jika suatu hari daddy bertemu dengan Putri dari bapak Ansar, daddy harus menyerahkan semuanya kepadamu, sebagai ungkapan permohonan maaf sebelum dia meninggal." Richard bangkit dari duduknya dan mengambil sebuah map yang berisikan sebuah dokumen penting dan memberikan kepada Chintiya.


"Ini milikmu nak, terimalah."


Chintya diam saja menerima map itu, dengan wajah datar tanpa ekspresi dia membuka map itu.


"APA INI?"


❤❤❤❤❤


Yuhuu jangan lupa daratkan like ya kak, vote dan komentar juga boleh.


Kritikan pedas dari level 1 sampai 15 juga saya terima, yang penting kakak readers senang.

__ADS_1


Salam Vhe✌️


LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUUAAACCCHHH


__ADS_2