Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chaptan 2


__ADS_3

Hari ini mommy Lexi dan ibu Ayu terlihat begitu heboh dengan segala kelakuan mereka, karena hari ini putri dan menantu kesayangan mereka melahirkan sepasang bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.


Para nenek sibuk menata ulang kamar yang disiapkan untuk si bayi, karena dalam pemeriksaan sebelumnya diberitaukan bahwa bayi mereka berjenis kelamin perempuan semua. Namun ternyata Allah berkehendak lain dengan memberikan sepasang anak kembar yang sangat unik.


Perpaduan antara Asli Indonesia milik Sandi dengan wajah blasteran ala Eropa milik Serena.


Dirumah sakit


"Syukurlah sayang hari ini kamu sudah boleh pulang, mommy sudah tidak sabar memperlihatkan kamar the young twins di rumah." ucap Lexi antusias.


"Tunggu, ini maksudnya apa?" tanya Ayu.


"Maksudnya, aku sudah menyiapkan kamar untuk si kembar. Selama Serena masih dalam tahap pemulihan, dia akan tinggal di rumahku."


"Eh mana bisa gitu, aku juga udah siapin kamar buat cucu cucu oma yang cantik dan tampan ini. Mereka akan tinggal bersamaku sampai Serena membaik."


"Gak bisa, mereka itu kan cucuku."tolak Lexi.


"Mereka juga cucuku, lagian kau kan sudah punya cucu yang lain dan sebentar lagi akan tambah lagi.


Sedangkan aku, mereka cucu pertamaku." jawab Ayu tak mau kalah.


"Itu lain cerita, ini kan cucu kembar pertamaku. Jadi mereka harus tinggal denganku."


"Jangan egois, mereka bahkan cucu perdana untukku. Jadi mereka harus bersamaku."


Mereka berdua terus saja berdebat dan tidak ada yang mau mengalah. Richard memilih pergi dari sana, dari pada harus merasakan sakit kepala yang tak berkesudahan.


Sedangkan Sandi hanya bisa memijat pelipisnya, dan untuk Morens hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tepok jidat. Hanya Chintiya yang tidak ikut menjemput, karena kondisinya yang juga tengah hamil besar.


"Apa kalian tidak bisa berdamai untuk sekali saja." protes Serena.


"Loh memangnya kami sedang bertengkar!" elak Lexi.


"Tapi kalian selalu saja berdebat."


"Sayang, kami itu bukan berdebat. Kami hanya menyampaikan pendapat kami masing-masing. Ya kan jeng." jawab Ayu.


"Itu sama saja, kalian bikin kami pusing."


"Kalau kamu pusing, ya gak usah di dengerin." jawab Lexi enteng.


"Oh gimana kalau kita bawa masing-masing satu anak." sambung Lexi.


"Boleh juga." saut Ayu.

__ADS_1


"TIDAK!!!!" jawab Sandi dan Serena bersamaan.


"Are you crazy mom?" Serena merasa frustasi dengan usul yang dilontarkan oleh Lexi.


"Ibu jangan macem-macem ya. Mana ada bawa satu-satu." Sandi protes pada Ayu.


"Hahahaha, kami cuma bercanda." timpal Ayu dan Lexi bersama.


Sandi dan Serena menghembuskan nafas lega, ternyata mereka tidak sungguh-sungguh ingin melakukan itu. Mereka sudah khawatir bila itu benar-benar dilakukan, bagaimana nasib si kembar nanti.


Morens yang sedari tadi hanya diam melihat kelakuan para NELI, akhirnya tidak dapat menahan tawanya.


"Hahahaha, kalian memang wanita yang luar biasa." ucap Morens sambil bertepuk tangan.


" BERISIK." sarkas Sandi dan Serena sambil menatap tajam Morens.


"Upps, sorry." Morens menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Setelah perdebatan panjang, akhirnya diputuskan untuk sementara waktu sampai Serena pulih mereka akan tinggal di rumah daddy Richard.


Setelah Pulih mereka akan tinggal di rumah Ayu sampai usia mereka 6 bulan.


Saat tengah bersiap-siap, ponsel milik Morens berdering dan itu panggilan video dari Chintiya.


"Dad, apa kalian sudah pulang?" tanya Chintiya.


"Sebentar lagi, kenapa?"


"Mora mau susul kamu ke rumah sakit, dia udah gak sabar mau liat dedek bayi yang mukanya sama katanya."


Morens terkekeh "No sweety, suruh Mora tunggu di rumah grandpa. Kami bentar lagi pulang kok. Takutnya nanti selisih jalan lagi."


"Oh ya udah. Dad, aku mau ngomong sama Serena dong sebentar."


Morens memberikan ponselnya pada Serena.


"Hallo kakak iparku yang paling cantik." sapa Serena.


"Hallo sayang, bagaimana keadaan mu?" mommy Lexi langsung mendahului Serena dengan menampakan wajahnya di depan layar.


"Aku baik mom."


"Mom, Chintiya mau bicara sama Sera. Kenapa sih mommy selalu aja ikut-ikutan." protes Morens.


"Heh bule tua, kenapa sih pelit banget. Chintiya aja gak ada masalah, kok kamu yang protes." jawab Lexi tidak terima.

__ADS_1


"Maafin mommy ya sayang, sekarang mommy jarang datang ke rumahmu."Lexi merasa bersalah pada Chintiya, dia takut Chintiya akan menganggap Lexi pilih kasih.


"Its okey mom, aku ngerti kok. Serena lebih butuh mommy, karena ini adalah kehamilan pertamanya. Apalagi dia mengandung bayi kembar, pasti sangat kerepotan."


"Terima kasih sayang, kamu memang menantu idaman mommy."


"Oh ya mom, apa aku bisa ngomong sama Serena?"


"Tentu sayang." Lexi segera menyingkir dari depan kamera ponsel.


"Hai Ser, gimana keadaan kamu?"


"Udah enakan kak."


"Maaf ya, aku gak bisa ikut jemput kamu pulang dari rumah sakit."


"No problem my sis, i know how about you."


"Makasih sayang."


"Dimana Si centil Mora?"


"Dia lagi ngambek pengen susul daddy-nya ke rumah sakit. Dia udah gak sabar pengen liat dedek bayi yang mukanya sama."


Serena terkekeh "Kok dia bisa bilang begitu?"


"Iya, aku bilang kalau onty Sera punya adik bayi kembar. Trus dia tanya, kembar itu apa sih mom, ya aku jawab kembar itu mukanya sama. Jadi deh dia bilang pengen liat dedek yang mukanya sama."


"Ya udah, kalau gitu aku tutup dulu ya. Kami udah selesai berkemas." pamit Serena.


"Ya udah kalian hati-hati, sampai jumpa di rumah." ucap Chintiya.


Chaptan ( CHAPter TAmbahaN ) tinggal 1 episode lagi, jangan bubar dulu ya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2