
Happy new year 2021.
Semoga di tahun depan menjadi lebih baik dalam hidup dan semoga covid 19 lenyap dari muka bumi. Sehingga kita semua dapat beraktivitas seperti biasa, tapi untuk sekarang tetap jaga kesehatan patuhi protokol kesehatan tidak perlu keluar rumah bila tidak terlalu penting.
Untuk menemani tahun baru ini lebih baik membaca novel receh yang tidak berharga ini, yang penting aku bisa menghibur kakak semua. Ahai gubrak
Cus ah lanjut.
❤❤❤
Setiba dirumah Chintiya langsung menghempaskan tubuhnya di sofa, dia merasa sangat lelah atas kejadian hari ini. Saat mengingat hal itu dia langsung teringat dengan Boy. Chintya ingin menanyakan kabarnya guna memastikan bahwa keadaannya baik-baik saja, karena dia tidak ingin ada yang terluka karena dia. Chintya mulai mengirim pesan.
ME : "Hai ini aku Chintiya"
ME : "Apa kau sampai rumah dengan selamat"
ME : "Aku khawatir"
3 pesan itu terkirim tapi belum dibaca oleh sang pemilik nomor, dia mungkin masih di jalan dan belum sempat membuka ponselnya jadi Chintiya pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan mungkin setelah selesai mandi Boy akan memberi kabar padanya.
Sedangkan di kantor, Morens baru selesai rapat dan masuk ke ruangannya. Saat baru duduk ponselnya bergetar tanda pesan masuk dari nomor tidak dikenal, Morens membuka pesan tersebut dan dia dengan seksama mengamati gambar yang dikirim oleh seseorang yang entah siapa.
"Apa ini?"
Di pesan itu terdapat 3 buah photo yang dimana terdapat photo Chintiya bersalaman dengan Boy, lalu photo Chintiya yang memeluk Boy dan yang ketiga photo Chintiya yang sedang tertawa dan terlihat bertukar nomor telepon.
Morens tidak langsung percaya dengan photo tersebut, walaupun ada rasa kesal yang dia rasakan namun Morens percaya istinya itu tidak akan berbuat yang aneh-aneh.
Akhirnya karena merasa lelah dan juga rasa penasaran, Morens memilih pulang dan bertemu dengan istri tercintanya itu. Dia langsung keluar ruangan dan berhenti sesaat di meja sekertaris barunya itu.
"Flo, apa ada meeting lagi hari ini?" Morens bertanya dengan r
"Tidak ada boss, apa boss butuh sesuatu" ucap Flo manja dengan tangannya memegang salah satu kancing bajunya
Morens tidak menjawab dia hanya melirik sesaat sambil mengeluarkan ponselnya.
"Roby, apa ada berkas lagi yang harus aku tandatangani?"
"Tidak ada boss"
Morens langsung mematikan panggilan telepon itu, saat hendak beranjak pergi.
"Boss mau kemana, perlu saya temani?" Flo merayu
"Bukan urusanmu" ketus Morens dan langsung pergi
"Wuw menarik aku suka" Flo tersenyum smirk
setelah 40 menit Morens tiba di rumahnya, dan langsung menuju ke kamarnya disana tidak terlihat sang istri namun dia mendengar suara air yang mengalir dan sudah dipastikan kalau istrinya berada di dalam kamar mandi.
Morens meletakkan perlengkapan kantornya kemudian dia duduk di sofa dengan memejamkan matanya sambil memikirkan pesan yang dia terima tadi, ditengah pemikirannya terdengar suara ponsel milik Chintiya Morens bangkit dan mencari ponsel tersebut yang ternyata diletakkan di dalam laci, dia melihat di layar pop up pesan tertulis dari Boy.
BOY : "Sorry telat balas"
BOY : "Aku baru tiba dengan selamat, terima kasih sudah mengkhawatirkan aku cantik"
Morens menaikkan alisnya, siapa Boy ini kenapa mereka terlihat akrab. Saat sedang melamun Chintiya keluar dari kamar mandi dan dilihatnya sang suami yang sedang berdiri membelakangi, dia langsung menghampiri dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Morens kau sudah pulang?"
Morens yang tiba-tiba mendapat pelukan lalu membalikkan badannya.
"Hmmm" sambil mengecup leher Chintiya
"Apa ada masalah?"
"Tidak ada, oh ya ini ada pesan masuk di ponselmu" Morens menyerahkan ponsel Chintiya
"Terima kasih" Chintiya membaca pesan tersebut sambil tersenyum
"Siapa yang kirim pesan?" Morens menyelidik
"Oh itu teman"
"Ada yang penting?"
"Enggak, cuma tanya kabar"
"Temen lama!"
"Enggak, itu temen baru tadi"
Morens menautkan alisnya "Maksudnya?"
Chintya tersenyum dan menarik Morens untuk duduk di sofa kemudian Chintiya duduk di pangkuan Morens, Chintiya mulai menceritakan apa yang terjadi tadi siang di supermarket.
"Kenapa gak telpon aku?" Morens memeluk pinggang Chintiya
"Itu tiba-tiba"
"Buktinya aku gak kenapa-kenapa kan"
"Iya, tapi aku khawatir tau gak!"
Morens senang Chintiya tidak menyembunyikan apapun bahkan dia mengatakan semuanya tanpa diminta. Morens makin percaya bahwa photo tadi itu bukan apa-apa, walaupun dia penasaran siapa Boy yang dimaksud istrinya itu.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku" ucap Chintiya sambil memainkan kerah kemeja Morens
"Kamu istriku, jelas aku khawatir"
"Iya aku tau, sekarang mandi gih kamu bau keringat"
"Nanti aja, karena aku mau berkeringat dulu sekarang"
"Ya udah kalau gitu aku keluar dulu ya" Chintiya ingin bangkit dari duduknya, tapi Morens mengeratkan pelukannya
"Eits, mau kemana?, kita akan berkeringat bersama sayang" Morens tersenyum penuh arti
"Tapi aku udah mandi"
"Aku mandiin lagi nanti" Morens menggigit bahu Chintiya
"Aww, dasar vampir cabul"
Morens mulai mencium bibir seksi Chintiya, dia ******* bibir itu dengan lembut menghisapnya dengan kuat sambil tangannya mulai membuka kancing piyama Chintiya satu persatu.
__ADS_1
Chintya membalas ciuman Morens, menjambak rambut tipis Morens sambil memejamkan mata menikmati belaian tangan Morens di sekitar punggung setelah piyamanya berhasil dilepas Morens.
Morens mulai menuruni bukit kembar nan curam yang ditengahnya terdapat tanjakan kecil yang menantang, dia menjilati dan menghisap tanjakan itu dengan lembut namun penuh gairah, terdengar lenguhan yang keluar dari bibir Chintiya.
"Ugghh" Chintiya mencengkeram lengan Morens
Morens kembali mencium bibir Chintiya namun kali ini lebih menuntut, dia menekan tengkuk Chintiya hingga tidak menyisakan ruang di wajah mereka untuk bernafas, saling tarik menarik oksigen sambil tangan Morens menjelajahi lorong sempit milik Chintiya, dia membelai naik turun mengusap memutar hingga lama-lama menggerakkan tangannya dengan tempo cepat, Chintiya merasakan sensasi yang luar biasa hingga tubuhnya menegang, matanya memejam kuat saat sesuatu ingin menyentak keluar.
"Oh honey, please come noy. Don't play again" pinta Chintiya dengan gelisah
"As you wish sweety, talk to me as you want me" bisik Morens sambil membuka pintu lorong itu
Kemudian Morens melucuti pakaiannya dan sisa pakaian Chintiya, dia membalikan Chintiya menghadap ke sandaran sofa dengan membungkuk dan Morens berdiri di belakang Chintiya dengan tegak.
"I so really want you, so come on move"
Morens menggesekan adik kecilnya di luar pintu sebelum masuk ke lorong itu, Chintiya meremas sandaran kursi saat sang adik kecil memasuki lorong itu.
Morens mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur sambil menjambak rambut Chintiya, erangan terdengar dari mulut Chintiya.
"Oh yes Morens, oohhh no"
"Yes sweety call my name" Morens sambil terus bergerak
Chintya yang terbawa arus kenikmatan mulai tidak sabar untuk mencapai puncak.
"Morens ohh,,, faster please now"
"Yes sweety" Morens bergerak dengan ritme cepat.
Mereka saling menggebu dengan nafas yang tersendat-sendat, gerakan Morens makin cepat, dia memegang 2 bukit yang terombang-ambing karena terjangan badai gairah dari mereka.
"Sweety, oohhh shit. I cant stop this"
"Next move Morens don't stop now"
Morens membalik tubuh Chintiya kini dia mengangkat Chintiya berpindah ke ranjang dengan Morens duduk disandaran ranjang dan Chintiya diatas tubuh Morens, Chintiya mulai naik turun diatas tubuh Morens membantu dengan memegang pinggang Chintiya agar hentakan semakin kuat.
"Aagghh Morens, ohh yes uhh"
"Yes sweety, i want you again and again"
"Morens aku..."
"Sebentar lagi sayang"
Morens mengencangkan pergerakan pinggang Chintiya dengan bibir yang saling bertaut.
"Emmmpphhh, ahhh sweety" erangan mereka bersama saat mereka mencapai puncak.
Chintya turun dari tubuh Morens dan tergeletak di samping Morens, Morens mengambil selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua yang masih menyisakan nafas yang terpotong-potong. Morens memeluk tubuh Chintiya sambil terus menciumi pipi Chintiya.
"Sayang, kau sangat memabukkan untukku" Chintiya tidak menjawab dia hanya tersenyum karena lelah.
❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih buat yang masih setia baca novel receh ini, maaf kalau typo masih bertebaran. Maklum penulis amatir yang mencoba berkarya.
__ADS_1
TBC