
"Hallo uncle, bagaimana keadaan aunty sekarang?" tanya Mora yang baru saja tiba di rumah sakit tempat dimana Serena di rawat dengan menggunakan kursi roda di bantu oleh Xander.
Sandi menghampiri Mora, Xander, Morens dan Chintya. "Sudah lebih baik, bagaimana denganmu sayang?"
"Seperti yang uncle lihat."
"Its ok, ini hanya sementara. Iya kan boy!!" ucap Sandi sambil menatap Xander yang setia berada menemani Mora.
Xander tersenyum dan mengangguk menanggapi pertanyaan dari Sandi.
Lalu Sandi menghampiri dan memeluk Morens. "Hai kak."
"Apa ada perkembangan dengan Serena?" tanya Morens menepuk bahu Sandi.
"Kondisinya sudah stabil, hanya saja racun dalam tubuhnya belum hilang seluruhnya." Sandi menjawab seraya menatap Serena yang terbaring di ranjang.
Chintya berjalan mendekat ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang "Tapi wajahnya sudah terlihat tidak pucat lagi dan hembusan nafasnya juga sudah mulai teratur."
"Iya, kau benar kakak ipar." Sandi menatap pada Xander "Lalu bagaimana dengan si brengsek itu?" tanya Sandi geram.
"Kalian tenang saja, aku sudah memastikan dia tidak akan bisa bergentayangan lagi di hadapan kalian." Xander menjawab dengan yakin.
"Apa yang terjadi padanya?" Morens tersenyum smirk.
"Aku sudah mengungsikan makhluk itu ke Antartika untuk menemani beruang kutub bermain." jawab Xander asal.
Mora mendelik mendengar jawaban dari Xander "Kau apaka. dia?" Xander hanya tersenyum.
__ADS_1
"Jangan macam-macam kau ya!!" Xander menyeringai.
"Enggak sayang, aku cuma mengembalikan dia ketempat asalnya semula."
"Terserah kamu lah." malas Mora memutar bola matanya malas.
Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel milik Xander, dia keluar untuk menjawab panggilan tersebut.
Mora menatap Xander dari dalam ruangan melalui pintu kaca, disitu terlihat Xander nampak lesu dan gelisah saat menerima panggilan itu sama seperti saat dia menerima amplop yang di berikan oleh Morens tadi pagi.
Setelah hampir 15 menit, Xander kembali ke dalam ruangan dengan raut wajah yang serius seperti ada sesuatu beban yang dia rasakan.
"Maaf, saya ingin bicara sesuatu dengan kalian semua." ucap Xander menatap semua orang yang ada disana.
"Bicara apa Xan?" tanya Mora penasaran.
Xander tersenyum sekilas dan kembali menatap yang lain "Barusan aku mendapat telepon dari pimpinan kesatuan ku, beliau bilang aku harus segera pergi ke Afrika Utara untuk melanjutkan tugas selanjutnya."
"Iya, Afrika. Sepertinya tugas kali ini lebih berbahaya, dan aku akan berangkat 2 Minggu lagi."
"Enggak Xan, kamu baru aja pulang." tolak Mora.
"Sebelum aku berangkat, aku mau mengatakan suatu hal, terutama untuk Daddy Morens dan mom Chintya. Gak papa kan, kalau aku panggil kalian dad dan mom!!" Morens dan Chintya saling pandang lalu mengangguk mantap.
"Apa yang ingin kamu katakan nak?" tanya Morens mengintimidasi Xander.
Xander menghirup nafas panjang sebelum bicara "Sebelum pergi, aku ingin menikahi Mora. Aku khawatir bahwa ini adalah tugas terakhir ku, jadi aku akan lebih tenang jika sudah menikah dengan putri anda."
__ADS_1
"Xan!!!" bentak Mora "Kamu ngomong apa sih?, aku gak suka kamu ngomong kaya gitu. Kamu berencana buat ninggalin aku gitu!!" Mora memukul lengan Xander kencang.
"Bukan gitu sayang, aku cuma akan merasa tenang kalau sudah menikah dengan kamu." Xander memeluk erat tubuh Mora.
Morens menghela nafas berat "Daddy gak bisa ambil keputusan, karena Mora yang berhak menentukan semua ini. Jujur saja, kami sebagai orang tua merasa bimbang.
Kami memang menyetujui dan menyukai dengan sikap dan keberanian mu dan juga rasa tanggung jawabmu, hanya saja kami juga sedikit khawatir tentang masa depan Mora sebagai istri dari seorang pasukan elite yang biasa menangani misi berbahaya.
Tapi, apa mau dikata. Jika memang kalian jodoh, daddy gak bisa menghalangi kalian. Lagi pula, itu memang sudah jadi pilihan hidup kamu sebagai seorang prajurit." ucap Morens panjang lebar.
"Bagaimana sayang?" tanya Xander sambil menatap Mora intens.
Mora terdiam sejenak tidak langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Xander, banyak hal yang berkecamuk di dalam hati dan pikirannya saat ini.
Rasanya Mora tidak ingin berada di dalam situasi seperti ini, jujur saja dia sangat ingin menikah dengan pria menyebalkan satu ini. Tapi di satu sisi, dia khawatir dengan kehidupan pernikahan mereka karena pekerjaan Xander yang sangat beresiko.
"Ok, hari ini aku akan putuskan." Mora memejamkan matanya.
"Bagaimana sayang?, kamu mau kan nikah sama aku!"
"Xan, dengar ya. Jawabanku adalah tidak....."
......................
......................
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMUUAACCHH
😘😘😘