
Mohon maaf part ini mengandung adegan sadis dan horor. Bagi yang belum cukup umur harap di skip aja
😁😁✌️✌️
❤️❤️❤️❤️❤️
Sang Surya sudah mulai meredup dan siap untuk kembali ke pembaringan digantikan dengan lembut sang bulan.
Tapi tidak untuk suasana hati ke dua insan ini, yang sama-sama tengah bergelut dengan pemikiran masing-masing.
Morens yang dari siang tadi sudah sangat ingin bertemu dengan Chintiya untuk menjelaskan kepada sang pujaan hati itupun langsung berlalu pergi setelah urusan dengan Devia selesai.
Dia sudah tau apa yang akan terjadi di rumah Chintiya, maka dari itu dia tidak heran ketika sampai di rumah mendapati pintunya yang terkunci dan tidak mendapatkan izin masuk. Namun Morens tidak gentar dengan segala drama dan jerih payah, akhirnya Morens dapat masuk dengan cara mendobrak pintu tersebut.
Setelah berbicara panjang lebar dan disertai dengan perdebatan, maka Morens memutuskan malam itu dia tidur di sofa ruang tamu rumah Chintiya, ketika pagi tiba dia sangat senang karena mendapati wajah Chintya didepannya walaupun masih dalam mode on fire tapi Chintiya tetap menyiapkan sarapan untuknya, namun senyumnya seketika itu luntur disaat Devia menelpon pagi-pagi.
Morens menghembuskan nafasnya kasar "Duh, kenapa harus pagi-pagi sekali sih menghubungiku!" gerutunya
Akhirnya Morens masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, namun disaat dia keluar kamar mandi dia mendapati memo yang bertuliskan bahwa Chintiya sudah pergi ke kantor lebih dahulu dan dia tau apa penyebabnya.
Morens langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk ke kantor, setelah sampai dia langsung bergegas mencari Chintiya tapi dia tidak menemukan keberadaannya di manapun bahkan ponselnya pun di tinggal di meja.
Akhirnya Morens memutuskan untuk bertemu Devia, mungkin ada sesuatu yang penting yang ingin dibicarakan sehingga pagi-pagi sekali dia sudah menghubungi Morens.
"Selamat pagi tuan Morens"
"Pagi Devia"
"Maaf mengganggu waktu bapak di pagi ini"
"Sudahlah, tapi apa tidak bisa dibicarakan siang nanti kenapa harus sepagi ini?"
"Sekali lagi saya minta maaf tuan, berhubung waktu yang anda berikan hanya 2 minggu jadi kami harus bekerja ekstra cepat agar hasilnya maksimal"
"Baiklah, aku mengerti"
"Begini tuan saya menawarkan konsep surprise weading party ini mengenai penculikan atau lebih tepatnya secara paksaan, ya memang ini sedikit agak ekstrim tapi menurut saya ini akan menjadi sebuah pesta yang anti mainstream"
"Lalu bagaimana detailnya?"
"Saya mau tuan bersikap seolah menjauh namun terlihat alami. Dengan kesedihannya maka nona Chintiya tidak akan mengira bahwa yang menculiknya adalah anda"
Morens nampak berpikir beberapa saat
__ADS_1
"Tapi siapa yang akan menjadi eksekutor?"
"Anda tenang saja, serahkan kepada saya. Saya hanya butuh satu umpan agar dia mau tidak mau menuruti permintaan kita, entah itu keluarga, kerabat atau siapapun itu yang bernilai penting untuknya"
"Tunggu sebentar, siapa ya?"
Morens nampak berpikir dengan keras
"Ah iya aku tau siapa dia"
"Ya sudah kalau begitu saya akan mulai mempersiapkan segala sesuatunya, untuk yang lain akan saya infokan lagi"
"Terima kasih"
Flashback off
❤️❤️❤️❤️❤️
Morens menceritakan kepada sang istri detail kejadian itu, setelah Chintiya kembali ke kamar hotelnya pada pukul 5 pagi karena mommy Lexi dan Serena menahannya di kamar Serena, itu bertujuan untuk mengerjai Morens agar tidak bisa langsung berperang di malam pertama.
"Sekarang kamu tau kan kalau selama ini aku gak seperti yang kamu kira, kamu gak tau aja, aku setiap hari memantau setiap kamu pulang kerja. Aku harus menahan rasa ingin sekali bertemu dengan mu, kamu tau itu rasanya sangat tersiksa sayang" ucap Morens sendu.
"Maafkan aku." Chintiya mencium pipi Morens.
Chintya beranjak dari duduknya dan berpindah ke atas paha Morens dengan duduk menyamping, lalu Morens mengangkat Chintiya berhadapan ke arah tepat diwajahnya dan berpindah ke ranjang. Lalu secara perlahan Chintiya mulai mengecup ngecup bibir Morens, Morens tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia langsung menekan tengkuknya memperdalam ciuman itu dan menarik pinggang Chintiya agar menempel di tubuhnya.
Morens menciumi setiap wajah Chintya dengan penuh gairah, kemudian dia mengeksplor leher Chintiya, membuat Chintiya terbawa
sengatan gairah dari Morens. Chintya melenguh sambil meremas rambut Morens.
Mendengar Chintiya meraung, membuat Morens makin bergejolak, dia mulai membuka kancing piyama Chintiya sambil menciumi area bukit terlarang sampai akhirnya dia melepaskan pengait kain berenda yang menutupi bukit kenyal itu, dia melemparkan piyama ke sembarang tempat.
Morens langsung memberikan stempel hak miliknya. Menghisap dengan kuat sambil tangan satunya mulai bermain di daerah rawan bencana membuat Chintiya bergidik ngilu bercampur geli.
Setelah puas Morens membuka semua yang ada di bagian inti, dia melihat sebuah lorong yang gelap dan sempit yang masih berwarna alami pertanda belum terjamah penghuni lain.
Setelah puas bermain disana, Chintiya mulai memohon.
"Ooohhh... Morens... ahhh...
Stop don't play again, please come move"
"oh yes my pleasure sweety, so are you ready hmm?" tanya Morens sambil menggesekan pusaka saktinya di depan lorong ajaib.
__ADS_1
Morens mulai membuka kedua kaki Chintiya agar mempermudah proses pencoblosan. Dia mulai mencoblos dengan perlahan.
"Oh Morens ini sedikit membuatku bergetar, calm down honey" Chintiya meremas kepala Morens.
Dengan perlahan Pusaka sudah tepat di dalam lorong namun Morens masih terdiam belum menggerakkannya.
"Honey kenapa dia berkedut-kedut di dalam" tanya Chintiya
"Dia sedang mengetuk pintu untuk meminta izin agar di perbolehkan bergerak"
"Kalau begitu lakukan"
Morens mulai menggerakkan secara perlahan, rasa sakit dan perih perlahan berubah menjadi kenikmatan yang membuat Chintiya terus mengerang dan meremas rambut Morens secara sembarang.
"ohh yes honey"
Morens mencekal kedua tangan Chintya ke atas kepala Chintiya dan dia mencium bibir Chintiya dengan rakus tatkala dia mempercepat tempo permainan.
"Emmmpphhh..... Uhhhhh"
Morens terus bergerak cepat dan semakin kuat menghentakkan pinggulnya.
"Sayang oh... Chintya aku sedikit lagi sayang"
Suara erangan keduanya terdengar saat Morens melepaskan bibit-bibit unggul di dalam lorong Chintiya.
Morens langsung tergeletak di samping Chintiya sambil menutupi tubuh polos keduanya.
"Terima kasih sayang"
Chintya hanya tersenyum memeluk Morens, menyandarkan kepalanya di dada Morens.
"Kau jangan tidur dulu sayang, aku akan mengulangi lagi"
"Please jangan sekarang, aku benar-benar lelah hari ini"
"Tidak bisa, itu hukuman untuk mu karena meninggalkan aku semalam di kamar sendirian"
"Oh no" habis sudah kamu Chintiya.
TBC
LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH
__ADS_1