
"Mora!, daddy datang sayang. " panggil Morens saat melihat sang putri sedang bermain di halaman rumah Hadinata bersama bi Su.
"Daddy, daddy." ucap bocah berusia 1 tahun itu.
"Ya sayang ini daddy, Mora main apa? hm."
"Ni,, ni,, ni ." tunjuk Mora pada sebuah boneka barbie yang sangat cantik. "
"Oh main boneka, ya udah Mora main lagi ya. Kiss daddy." pinta Morens dengan menunjuk pipinya sendiri.
"Muah." bunyi suara kecupan yang ditinggalkan oleh Mora di pipi Morens.
"Oh ya bi, dimana mommy nya Mora?"
"Kayanya masih di kamar deh den."
"Kalau Serena udah pulang belum? "
"Belum ada tuh."
"Ya udah saya ke kamar dulu, tolong jaga Mora bi."
Morens langsung menuju ke kamarnya yang dulu dia tempati sebelum menikah dengan Chintiya, begitu masuk dia langsung di suguhkan dengan pemandangan Chintiya yang sedang memakai pakaian. Morens langsung tergugah hasratnya, karena memang sudah seminggu ini Morens belum menyentuh Chintiya karena pekerjaan yang sangat banyak setelah launching produk beberapa saat lalu.
Morens masuk secara perlahan kemudian menutup dan mengunci pintu. Tak lupa dia membuka jas dan dasi yang dia pakai, lalu melemparnya kesembarang arah. Kemudian dia membuka kancing lengan bajunya dan menggulungnya hingga ke siku. Setelah itu dia berjalan mendekati Chintiya dan memeluk Chintiya dari belakang. Chintiya terlonjak kaget mendapat perlakuan seperti itu.
"Dad!!!, ngagetin aja sih." bentak Chintiya.
"Kenapa gak kunci pintu sebelum ganti baju, gimana kalau bukan aku yang masuk." ucap Morens sambil menciumi rambut basah Chintiya.
"Perasaan udah aku kunci deh."
"Perasaan apa kamu emang sengaja nunggu aku masuk terus liat kamu lagi ganti baju gitu." jawab Morens dengan tak menghentikan aksinya menciumi rambut Chintiya yang kini sudah menjalar ke leher Chintiya.
"Ih enggak, ngapain nunggu kamu. Orang aku aja masih kesel sama kamu."
"Masa!, kalau emang masih kesel kok diem aja aku cium-cium kaya gini." masih tetap mengeksplorasi leher Chintiya dengan diakhiri gigitan kecil di telinga Chintiya.
Chintiya memutar badannya menghadap wajah Morens, dia kaget dan bertambah kesal karena Morens mencumbunya seenaknya.
"Aww, dad. Kamu tuh ya, aku tuh masih kesel sama kamu."
"Kesel kenapa sih?" tanya Morens sambil meniup-niup telinga Chintiya.
__ADS_1
"Dad ih." ucap Chintiya sambil memejamkan mata "Kamu itu se. .... emmmpphh."
Morens langsung menyambar bibir yang sedari tadi terus mengoceh itu, dia sudah sangat merindukan bibir itu juga tubuh yang saat ini sedang dia peluk ini.
Chintiya membalas ciuman Morens, mereka sama-sama melepaskan kerinduan yang saat ini sedikit sulit untuk mereka luapkan. Karena kini mereka harus lebih mengutamakan putri mereka dan harus menahan ego mereka terlebih dahulu.
Sore ini menjadi saksi dimana mereka saling menyampaikan rasa kasih sayang dan menyalurkan kerinduan mereka dengan melewati pergumulan panas yang seakan melebur bara api gairah mereka menjadi satu.
30 menit mereka menyudahi pergulatan mereka, karena takut Mora akan mencari keberadaan sang mommy bila terlalu lama ditinggalkan. Morens tergeletak di samping tubuh Chintiya, masih dengan upaya mengatur nafasnya agar kembali stabil. Sedangkan Chintiya langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi sore yang ke dua kalinya.
Chintiya keluar kamar mandi dan dia melihat Morens sedang duduk bersandar di kepala ranjang dengan tatapan kosong seperti ada yang dipikirkan.
"Dad."
"Ya sayang. " jawab Morens menoleh ke arah Chintiya yang terlihat sudah memakai pakaian.
"Ada apa? "
"Gak ada apa-apa. "
"Jangan bohong."
"Aku gak bohong sayang. "
"Loh kok ngomong gitu, bener kok aku gak ada apa-apa. "
"Morens, aku ini istri kamu. Kalau kamu gak mau berbagi masalah sama aku, trus apa gunanya aku di sini."
"Em,,, masalah yang tadi. Please percaya sama aku, tadi itu Serena yang di kantor. "
"Aku tau."
"Kamu udah tau!, dari siapa?"
"Tadi Serena telpon aku dan ceritain ke aku semua."
"Oh syukur deh kalo gitu. "
"Aku tau bukan itu yang kamu pikirin, tapi ada masalah yang lain kan."
"Ternyata bener ya, filiing perempuan tuh kuat. Jadi kalau ada yang bilang perempuan tuh gampang dibodohi kayanya salah deh. Mereka bukan gampang dibodohi, tapi mereka menunggu waktu yang tepat untuk bertanya. " batin Morens.
Akhirnya Morens menceritakan semua yang tengah dipikirkan olehnya, dia berharap Chintiya dapat membantunya untuk menyelesaikan masalah Serena tanpa menyakiti hati adiknya itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu mikir kalau Sandi punya niat lain pada Serena? " tanya Chintiya.
"Aku cuma khawatir, karena dia merasa gak terima kamu lebih memilih aku dari pada dia."
"Aku boleh kasih pendapat gak?,"
"Boleh dong mom, justru aku lagi tunggu saran dari kamu. "
"Bukannya aku memihak Sandi ya, tapi menurut aku Sandi itu bukan tipe orang pendendam. Buktinya setelah dia tau tentang hubungan kita, dia udah gak pernah ganggu aku lagi. Baik itu datang kerumah ataupun hanya sekedar telpon.
Kenapa gak kita tanya langsung sama Serena secara baik-baik, bagaimana hubungan mereka saat ini. Aku setuju kalau kamu mengawasi Serena demi keamanannya, tapi aku gak setuju kalau kamu ikut campur masalah hati Serena.
Kita hanya cukup memberi tau kebenarannya, supaya Serena bisa berpikir dan menentukan sikap dari sekarang sebelum dia menyesal di kemudian hari. Alangkah sakit hati Serena, kalau dia tau kebenarannya dari orang lain.
Kita berikan dia kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Serena adalah wanita dewasa yang berpendidikan dan juga berpikir jernih. Aku yakin Serena bisa memutuskan hasil akhirnya sendiri.
Nah, kalau emang ntar Sandi benar-benar ada niat terselubung pada Serena, aku ijinkan kamu untuk ambil sikap tegas pada Sandi asalkan masih dalam tahap yang wajar.
Kamu harus inget, sekarang kamu udah gak sendiri lagi. Sekarang kamu udah ada aku dan Mora. Jangan bertindak yang macam-macam, aku gak mau kalau kamu sampai Kenapa - napa dan bikin Mora sedih." ucap Chintiya panjang lebar.
"Makasih sayang, kamu udah bikin aku lebih tenang. Gak salah aku cerita semua ini sama kamu. Ternyata kamu punya pikiran yang bijak juga ya. "
"Loh, emangnya selama ini gak?, kamunya aja yang gak pernah mau cerita ke aku kalau ada apa-apa. "
"Iya mom. Daddy minta maaf ya."
"Ya udah sana mandi, kamu bau. Aku aja udah mandi 2 kali gara-gara kamu."
"Tapi kamu suka kan."
"Bodo ah." Chintiya langsung keluar kamar dan mencari putrinya.
"Gengsi nih yee. " ejek Morens pada Chintiya yang sudah berlalu pergi.
......................
......................
Sebelumnya mari kita saling memaafkan di bulan ramadhan ini.
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menunaikannya.
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMUUAACCHH 💖💖💖💖💖