
Waktu terus berjalan dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 15.30, Morens bersiap hendak pergi menemui ibunya seperti yang tadi pagi sudah disepakati. Tapi sebelum pergi Morens menghubungi Roby terlebih dahulu.
"Hallo boss" jawab Roby di seberang telp
"Roby, hari ini aku pulang lebih awal untuk menemui ibuku, kamu ambil alih ya"
"Siap boss"
Morens langsung beranjak pergi, sebenarnya dia ingin berpesan kepada Chintya, tapi saat ini chintiya sedang tidak ada di ruangan. Dia sedang berada di divisi keuangan untuk menyerahkan beberapa berkas sekaligus bertemu dengan sahabatnya Rena.
Morens langsung menghubungi supirnya
"Siapkan mobil di loby sekarang" telp langsung terputus.
Bertepatan dengan Morens yang tiba di loby, mobilpun siap untuk melaju. Dengan cepat Morens langsung masuk ke dalam mobil.
"Boss mau menyetir sen..."
"Kamu ikut denganku"ucapnya memotong perkataan si supir
"Baik boss"
"Kita ke kafe Marina" ucap Morens.
Kafe Marina adalah kafe favorit keluarga Hadinata, maka tak heran jika ada suatu pertemuan keluarga, bisnis atau bahkan hanya untuk sekedar mengisi perut, keluarga Hadinata lebih sering mengunjungi kafe Marina.
Bukan hanya karena rasa makanan yang disajikan pas di lidah tapi juga disana terdapat taman yang hampir 80% mengelilingi bangunan kafe yang dapat menyejukkan mata. Kafe yang memiliki konsep Japanese style ini juga menyuguhkan tampilan berbeda di dalamnya, pada setiap ruangan hanya dibatasi oleh ornamen kayu dilapisi kain tanpa adanya pintu, tapi pengunjung tetap merasa nyaman, terdapat sebuah meja tanpa adanya kursi hanya beralaskan tikar dilapisi dengan bantalan yang super nyaman juga dihiasi oleh replika bunga sakura disetiap sudut meja.
Namun untuk VIP ROOM, sedikit berbeda. adalah terdapat sebuah pintu geser yang terbuat dari kayu dilapisi dengan kain dan terdapat sebuah televisi juga proyektor yang biasa digunakan untuk presentasi dalam rapat. Letak yang strategis berada di pusat kota juga jarak yang tidak terlalu jauh dari kantor Morens sehingga lebih menghemat waktu bila ada meeting di luar kantor.
Di salah satu ruangan VIP ROOM yang sudah disewa oleh mommy Lexi yang tak lain adalah ibu dari Morens Hadinata, terdengar suara pintu digeser.
"Hai mom, sudah lama?"
"Oh tidak sayang, mommy juga baru sampai. Kamu mau pesan apa?'
"Terserah mommy aja, oh ya mom ada apa memanggilku kemari"
"Issh relaxs boys, kita baru saja sampai kenapa kamu selalu terburu-buru. Mommy masih ingin berbincang-bincang denganmu dulu, bahkan untuk bertemu dengan anaknya sendiri saja harus membuat janji terlebih dahulu. huh menyebalkan"
"Oh i am sorry mom, i am so busy, you know that"
"Ya ya ya" saut mommy dengan malas
"Where's Daddy?"
"Jangan tanyakan dia, dia sama sepertimu setiap hari hanya bekerja, bekerja dan bekerja. Bisa-bisa mommy tua sebelum waktunya"
"Oh come on mom, apa mommy merasa umur mommy masih belasan"ejek Morens sambil menaikkan sebelah alisnya
"Jadi maksud kamu mommy sudah seperti nenek-nenek begitu!"
"Aku tidak bilang begitu, mommy yang bilang sendiri"
"Dasar anak kurang bener"gemas mommy sambil mencubit lengan Morens
"Aww.. Aww forgive me mom"ucap Morens sambil terkekeh
"Oh ya boys, apa belatung nangka masih bekerja di tempatmu?"
__ADS_1
"Belatung nangka?" tanya Morens sambil mengunyah makanan yang baru saja tiba "Sejenis apa itu mom?" tanyanya lagi
"Sejenis parasit yang selalu nempel kepada yang berbau manis" jawab mommy asal
Morens sejenak berfikir "Memangnya ada yang seperti itu dikantorku?"
"Ada... Itu sekertarismu"
"Jeni sekretarisku yang dulu!!"
"Iyalah siapa lagi, mommy risih jika datang ke kantormu. Dia selalu saja menempel pada mommy seperti permen karet bekas pakai, lagipula apa dia tidak bisa berjalan dengan tegak dan benar, dia seperti belatung nangka yang bergoyang ke kanan ke kiri"
"Hahahaha, mommy kau itu kalau bicara selalu benar, aku juga pusing melihatnya. Dia sudah resign mom"
"Apa kamu memecatnya?"
"No mom, aku hanya memindahkan dia ke divisi keuangan untuk membantu Roby. Tapi sepertinya dia tidak betah dan akhirnya mengundurkan diri"
"Oh baguslah, tapi apa kau sudah dapat sekertaris baru?"
"Sudah"
"Tapi awas jangan yang seperti itu lagi"
Morens tersenyum "No mom yang ini sangat berbeda, she is a different" jawab Morens sambil mengingat wajah chintiya
"Mommy jadi penasaran"
"Tenang saja mom, kali ini aku akan memperkenalkannya pada mommy"
"Wow boys, apa kau tertarik?"
"Aku rasa" jawab Morens enteng
"Mommy lihat saja nanti". jawab Morens sambil melihat jam di tangannya
"Oh ya mom, apa masih ada yang lain?"
"Tidak ada, kenapa sayang?"
"Kalau begitu aku pulang dulu ya, ada yang harus aku kerjakan"
"Baiklah. hati-hati sayang"
"Ok, i love u mom"ucap Morens sambil mencium pipi Lexi,
di dalam mobil Morens terus memperhatikan jam yang sudah menunjukkan pukul 17.15.
"Apa dia sudah pulang?, dan sepertinya akan turun hujan" batin Morens.
"Ambil arah menuju ke kantor lagi" ucapnya pada si supir
"Baik boss"
Air sudah mulai turun, dan dari kejauhan dia melihat Chintiya yang sedang berdiri di halte sambil menunggu angkutan umum. Dia berpikir akan menepi untuk mengajak Chintiya pulang bersama, tapi sebelum sampai di halte, Morens melihat sebuah Pajero sport hitam menepi dan dia melihat sosok pria menghampiri chintiya.
"Sandi, kenapa dia bisa ada disini?, atau jangan-jangan dia sengaja menunggu Chintiya". Gumamnya.
"Boss , apa kita akan masuk kembali ke kantor?"
__ADS_1
"Tidak, langsung pulang saja" jawab Morens ketus menahan emosi
DI HALTE
"Nona Chintya, sedang apa disini?" tanya Sandi
"Oh tuan, saya sedang menunggu angkutan umum"
"Kamu tidak akan mendapatkan dalam waktu dekat, karena di depan ada kecelakaan"
"Pantas saja dari tadi aku menunggu, tapi tak datang juga"
"Lebih baik kuantar saja, lagipula ini sedang hujan kamu bisa sakit karena terlalu lama menunggu"
"Emm, apa tidak merepotkan?"
"Tidak sama sekali, ayo cepat masuk"
"Baiklah"
Saat di dalam mobil
"Emm nona Chintya"panggil Sandi
"Panggil saja chintiya tuan"
"Kamu juga panggil saja aku Sandi"
"Baiklah, ada apa Sandi?"
"Kenapa tadi yang datang saat makan siang bukan kamu melainkan Roby!!"
"oh memang yang lebih paham tentang project itu ya Roby"
"Tapi kenapa kemarin sewaktu meeting yang datang kamu bukan Roby?"
"Kemarin Roby sedang mengurus yang lain, jadi aku yang menggantikan. lagipula aku ini sekretaris tuan Morens jadi aku tidak ada wewenang menangani hal di luar kantor".
"Ok aku mengerti, Chintiya dimana alamat lengkap mu?"
"jl Kartika no 10"
"Apa setiap hari kamu naik kendaraan umum?"
"Iya, karena bisa lebih menghemat" jawab Chintiya jujur
"Kalau begitu mulai besok aku jemput ya, kan kita satu arah jadi lebih menghemat waktu juga"
"Tidak usah sandi, aku tidak ingin merepotkan"
"Tidak merepotkan, aku malah senang karena ada teman ngobrol di jalan"
dan juga kesempatan lebih dekat denganmu. batin Sandi
"Baiklah, itu rumahku yang cat putih"
"Baiklah sampai jumpa besok ya"
"Terimakasih Sandi"
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
jangan lupa like dan votenya kak😍😍😍