
Setelah selesai bersih-bersih rumah dan makan siang bersama, mereka beristirahat sejenak.
"Ehhmm Morens" panggil Chintiya.
"Ada apa?"
"Kebetulan aku hari ini ada janji dengan Rena"
"Lalu"
"Apa kamu mau tetap disini?"
"Kalian mau kemana?"
"Kami mau nonton terus pergi ke taman bermain"
Morens berfikir sejenak "Aku antar"
"Hei,,, aku tidak mau merepotkan mu"
"Tidak, aku juga ingin jalan-jalan. aku bosan di rumah saja"
"Kenapa kamu enggak pergi sama teman-temanmu?"
"Mereka ada di Amerika, setelah aku kembali ke Indonesia. Aku hanya sibuk dengan perusahaan ku saja, jadi aku tidak punya banyak teman sekarang"
"Kau yakin ingin mengantarkan ku!!"
"Absolutely"
"Tapi"
"Apa lagi!!! kenapa kau cerewet sekali"
"Apa kau tidak mau mengganti pakaian, karena pakaian mu itu basah oleh keringat jika tidak diganti nanti kau masuk angin"
"Ah kau benar"
Morens menekan no telp Roby
"Antarkan baju untukku tapi yang casual saja jangan yang formal. bawa ke rumah Chintiya"
"Boss kau di rumah Chintiya?,, sedang apa kau disana!!" jangan bilang kau sedang kencan"
"Berisik, cepat kesini" telp ditutup.
"Terima kasih sudah mengingatkan, tapi ternyata kau peduli padaku ya" ucap Morens sambil mengedipkan matanya.
"Aku cuma enggakbmau kamu membuatku merasa bersalah, karena sudah membantuku membersihkan rumah. Ya walaupun aku enggak minta."
"Huh ternyata kamu menyebalkan juga" jawab Morens mencubit hidung Chintiya.
"Hei stop... jangan sentuh hidungku"
"Kenapa?, apa kamu gugup" Morens menggoda Chintiya.
"Bukan begitu, hidung ku ini sangat sensitif jika tersentuh saja dia akan memerah apalagi kamu mencubitnya entah berapa hari merahnya akan hilang"
"Ah iya kau benar, dia sudah mulai memerah... hahaha kau terlihat seperti badut"
"Kau lihat, ini gara-gara kau"jawab Chintiya sambil mengerucutkan bibirnya
"Iya kau seperti badut, tapi badut yang cantik"
__ADS_1
Seketika pandangan mereka bertemu, Morens menatap wajah Chintiya Secara intens. mereka saling terdiam dalam tatapan masing-masing, Secara perlahan tangan kiri Morens merengkuh pinggang Chintiya dan tangan kanannya mengelus-elus rambut Chintiya. Hingga suara ketukan pintu membuyarkan lamunan mereka.
Morens pun tersadar dan langsung melepaskan tangannya dari tubuh Chintiya "Emm maafkan aku" ucapnya canggung.
Chintya tidak menjawab dan langsung membuka pintu. Chintya kaget karena Roby dan Rena datang bersamaan.
"Kalian datang bersama?"tanya Chintiya.
"Enggak, kami bertemu di depan tadi" jawab Rena.
"Dimana tuan Morens.?" tanya Roby.
"Dia didalam" kalian masuklah.
"Hah boss ada disini!!" ucap Rena kaget.
"Iya ,,, ayo cepat masuk"
Mereka semua pun masuk.
"Boss ini pakaian anda, kalau begitu saya pergi"
"Tunggu, kau tetap disini, ikut denganku"
"Baiklah" Roby langsung meletakkan bokongnya di sofa untuk sementara.
Kemudian Morens langsung beranjak ke kamar mandi untuk mengganti pakaian nya, Chintiya juga pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap diikuti Rena dari belakang. Setelah sampai di kamar.
"Chintya, coba jelasin kenapa boss bisa ada disini?" hardik Rena.
"Gue juga gak tahu"
"Bagaimana ga tau, inikan rumah Lo. Gak mungkinkan dia tiba-tiba nyasar sampai kesini"
"Bisa jadi"
"Gue juga serius,, gue aja bingung tadi pagi dia tiba-tiba nongol di depan rumah, waktu gue lagi bersih-bersih. Segala pake bantuin gue bersih-bersih, kan jadi enak"
"Ih sial Lo, gue pikir Lo nolak"
"Ih ngapain ditolak, ada bala bantuan gratis"
"Tuh kan Chin, kayanya apa yang gue bilang bener deh"
"Apaan?"
"Doi itu naksir sama lo"
"Ah jangan ngaco lo, udah ah yuk ntar mereka keburu ngomel nunggu kita lama"
"Loh emang mereka ikut sama kita!!"
"Gak tau tuh boss lu, pake pengen ikut segala. Udah ah yuk"
Setelah sampai di ruang tamu terlihat Morens dan Roby duduk menunggu mereka berdua.
"Kalian habis arisan ya, ganti baju kok lama banget"ucap Morens.
"Ih bapak, lagian kita yang mau pergi kenapa bapak yang repot" Jawab Chintiya.
"Kan saya yang mau antar"
"Loh tapi kan saya gak minta"
__ADS_1
"Udah jangan bawel, ayo jalan nanti keburu sore" dan mereka pun keluar rumah, Chintiya menyenggol lengan Rena.
"Kan gue bilang apa, dia pasti ngomel"ucap Chintiya,
Rena hanya menjawab dengan senyum kikuk.
"Kau ikut bersamaku, biar Rena dengan Roby" ucap Morens sambil menarik tangan Chintya masuk kedalam mobilnya.
Setelah 45 menit mereka baru tiba di tempat, karena hari libur membuat jalanan agak sedikit macet. Yang mana biasanya hanya memakan waktu 30 menit, ini mengular hingga 45 menit. Tujuan mereka yang pertama adalah ke bioskop.
"Kau pesankan tiket, untuk kita. ingat aku tidak mau terganggu dengan yang lain"ucap Morens.
"Baik boss"
"Rena ambil ini, kau beli makanan dan minuman untuk kita"
"Iya pak" jawab Rena kikuk
"Morens aku mau ke toilet dulu ya"ujar Chintya.
"Ok, tapi jangan lama"
Sambil menunggu Roby, Rena dan Cynthia Morens duduk sambil memainkan ponselnya, tanpa dia sadari banyak para wanita yang dengan sengaja duduk didekatnya berniat berkenalan dengan Morens. begitu dia tersadar banyak wanita yang mengelilinginya, Morens langsung beranjak pergi dan menunggu Chintiya di depan pintu toilet wanita. Tak lama kemudian Chintiya keluar dari toilet.
"Loh Morens, kenapa kamu disini. apa kamu gak malu?"
"Kenapa kau lama sekali?"
"Di dalam antri, lagi pula kenapa kamu ada disini?"
"Di sana aku dikerubungi ulat keket"
"Hah"
"Sudah ayo"
Mereka berempat pun masuk ke dalam teater, Chintiya dan Rena bingung kenapa di baris tempat mereka duduk tidak ada orang lagi. Ya itu karena Roby membeli 2 baris tiket paling atas, karena permintaan Morens yang tidak ingin diganggu. Mereka pun duduk, awalnya Rena ingin duduk di samping Chintiya tapi langsung ditahan oleh Roby.
"Sebaiknya kita berdua duduk disini saja, jangan dekati mereka" ucap Roby.
"Loh kenapa?" jawab Rena.
"Kau mau mendengarkan kultum dari boss, karena menggangu ritualnya"
Rena baru mengerti yang dimaksud oleh Roby.
"Iya kau benar"
Film yang mereka tonton bergenre action romantis, dan Chintiya baru sadar kalau Rena dan Roby duduk jauh dari dia.
"Loh kenapa mereka duduk jauh sekali"tanya Chintiya pada Morens.
"Biarkan saja mungkin mereka tidak mau diganggu. sudah lanjutkan saja nontonnya" kilah Morens.
Chintya nonton dengan serius, lain hal dengan Morens. Dia hanya sibuk memperhatikan setiap inci wajah Chintya. Sampai dimana ada adegan romantis Chintiya bingung harus bagaimana, biasanya bila nonton bersama teman Chintiya langsung mengalihkan perhatian kepada temannya untuk mengobrol bila ada adegan romantis seperti itu. Tapi sekarang dia bersama Morens, dia jadi salah tingkah dan Morens menyadari hal itu. Seketika Morens langsung menarik kepala Chintiya untuk bersandar di dadanya.
"Apa kau nyaman seperti ini?"tanya Morens.
Chintya menjawab dengan anggukan kepala.
"Kalau begitu tetaplah seperti ini, buatlah kau nyaman bila berada di dekatku" ucap Morens.
Chintya tidak berkata apa-apa, tapi dia justru menempelkan lebih dekat kepala nya ke dada Morens sambil tangannya melingkar di pinggang Morens. Morens terus tersenyum hingga film berakhir.
__ADS_1
dan aku juga lelah ngetiknya, jadi lanjut sore ya
bersambung