
Setelah menonton dan pergi ke taman bermain akhirnya mereka pulang ketika waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Rena diantar oleh Roby ke rumahnya sedangkan Morens mengantar Chintiya. Setelah sampai di depan rumah Chintiya Morens langsung turun untuk membukakan pintu mobil Chintiya, sebelum Chintiya masuk ke dalam rumahnya.
"Morens terimabkasih kau sudah banyak membantuku hari ini"
"Apa yang aku bantu?" tanya Morens pura-pura tidak tahu.
"Dari pagi kau membantuku membersihkan rumahku, kau juga sudah mengantarku jalan-jalan"
"Hei aku melakukan ini untuk diriku sendiri, karena aku kesepian"
"Terserah, yang penting aku mau berterima kasih"
Morens menggenggam tangan Chintya, dan tangan satunya merangkul pinggang Chintiya.
"Sudahlah,, sekarang masuk ini sudah malam. Jangan bilang kamu ingin aku menemanimu karena kau takut"ucap Morens sambil menoel hidung Chintiya.
"Percaya diri sekali"jawab Chintiya sambil memukul lengan Morens pelan.
Morens menarik Chintiya kedalam pelukannya, lalu mencium kening Chintiya.
"Kalau begitu aku pulang ya"
Chintya hanya mengangguk, dan berjalan menuju ke arah rumahnya.
"Tunggu, kalau kau rindu kau telp aku jangan telp Dilan, dan bilang padanya rindu itu tidak berat, yang berat adalah beban hidup" ucap Morens tertawa
lalu dia melajukan mobilnya.
Tanpa mereka sadari sepasang mata menyaksikan ke dekatan mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=
Hari ini Morens datang pagi-pagi sekali, dikarenakan adanya meeting pada pagi hari dengan klien.
"Roby jam berapa kita mulai meeting?"
"Jam 8 pagi boss"
"Apa itu tidak terlalu pagi!!"
"Klein kita mengajak kita sarapan pagi bersama"
"Ok, kau siapkan segala sesuatu nya" ucap Morens. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Chintiya yang baru tiba dengan seseorang, ya orang itu adalah Sandi.
"Roby, apa sandi masih menjemput Chintiya pergi bekerja?"
"Seperti yang saya pantau, beberapa hari ini sandi tidak terlihat menjemput Chintiya. Tapi entah kenapa hari ini dia masih menjemput??"
"Hhhmmm" Morens langsung menuju ke lift untuk sampai ke ruangan nya.
Sementara itu
"Chintya, apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Sandi saat Chintiya akan turun dari mobil Sandi.
"Boleh saja"
__ADS_1
"Sebenarnya apa hubungan mu dengan tuan Morens?"
"Aku sekertaris dan dia bossku, kau sudah tahu itu kan"
"Tapi dari yang kulihat sekarang kalian begitu dekat"
"Sebenarnya aku juga merasa akhir-akhir ini sikap Morens berubah padaku, ah tapi itu hanya perasaanku saja"batin chintiya
"Ah itu perasaan mu saja,,, tapi dari mana kau melihat sekarang aku lebih dekat dengan bossku. apa kau mengikutiku?"
"Ah enggak, aku hanya menebak saja, kalau begitu aku jalan dulu ya"
"Hati-hati ya San "
Iya sebenernya malam itu Sandi berniat untuk menemui Chintiya karena sudah beberapa hari ini Sandi sedang di luar kota jadi tidak bisa menjemput Chintiya pergi bekerja. Selain itu dia berniat untuk mengutarakan perasaannya, tapi begitu sampai di rumah Chintiya, rumah itu nampak sepi dan masih gelap. Sandi mencoba menghubungi Chintiya tapi tidak aktif akhirnya dia memutuskan untuk menunggu Chintiya di dalam mobil dan kebetulan Sandi tidak memakai mobil yang biasa dia pakai jadi Chintiya tidak tau bahwa mobil yang terparkir tidak jauh dari rumahnya itu adalah milik Sandi. Akhirnya setelah hampir 1 jam, yang ditunggu datang juga namun yang dia lihat malah membuat Sandi kecewa, sedih dan juga marah. Akhirnya Sandi melajukan mobilnya untuk pulang dan tidak jadi bertemu dengan Chintiya
Setelah beberapa lama, Chintiya masuk ke ruangannya dan mendapati Morens sudah ada di dalam.
"Hai selamat pagi Morens" sapa Chintiya, namun Morens tidak memberikan memberi respon apapun, dia malah memberikan tatapan tajam pada Chintiya. kemudian Morens langsung beranjak pergi untuk segera melakukan meeting dengan kliennya.
"Oh iya aku harus menyerahkan berkas ini ke divisi pengembang, sekalian aku ingin bertemu dengan Rena"
Chintya menghubungi pihak receptionis
"Hallo selamat siang, dengan Amel disini. Ada yang bisa dibantu!!"
"Iya Amel, ini Chintiya"
"Oh mbak chintiya, ada apa mbak?"
"Loh memang mbak mau kemana?"
"Ada yang harus saya kerjakan di divisi pengembang"
"Ok dh mbak"
"Makasih ya Mel" telp ditutup.
Chintya langsung menuju ke divisi pengembang, setelah itu dia langsung menuju ke ruangan Rena.
"Hai ren sibuk gak?"
"Enggak kok, ayo masuk. Eh tapi on the way... by the way... busway lo disini mang boss gak cari tuh"
"Dia lagi meeting di luar sama pak Roby, lagian tadi gue sekalian nyerahin berkas ke divisi pengembang jadi gue mampir dh"
"Oh ya ren, sorry ya kemarin acara jalan-jalan kita jadi terganggu" sambung Chintiya.
"Ah gak juga kok"
"Maksud Lo!!"
"Ya karena Lo sibuk berdua sama boss lo yang bucin pake banget, jadi gue bisa deket deh sama pak Roby"
"Ah sompret lo"
__ADS_1
"Oh ya, tapi gue masih heran kok boss bisa ada dirumah lo sih?, terus kok dia bisa tau rumah lo?, sejak kapan dia begitu posesif sama lo?" tanya Rena berurut.
"Woy santai cing, nanya dh kaya kereta api gak ada jeda"
"Sorry,, dorry,, morry abis gue penasaran"
"Pertama kali dia datang waktu gue gak masuk, dia bilang dia lihat surat lamaran gue disitukan ada alamat rumah gue. Tapi gue juga gak tau kenapa kemarin dia nongol di rumah gue udah kaya jailangkung aja. Datang gak dijemput pulang gak di ongkosin"
"Ngesot dong" merekapun tertawa bersama.
"Tapi kemarin pak Roby Anterin sampai rumah kan?" tanya Chintiya.
"Yoi, malah doi bilang jangan suka tidur malem, langsung istirahat, jangan keluyuran malam. Kan so sweet"
"Ah kampret lu, ya udah gue balik ya, takut orang aneh udah selesai meeting nya"
Begitu sampai di ruangan, Chintiya bernafas lega karena Morens belum kembali.
"Ah selamet, dia belum balik ke kantor. Kalau gitu gue mau telp Amel dulu ah"
"Hallo Mel, apa tadi ada permintaan janji temu?"
"Ada mbak, ibu Rancy dari MENTARI GROUP, dia bilang jam 2 ingin kesini"
"Itu saja gak ada lagi"
"Iya mbak"
"Ya sudah makasih banyak ya" tiba-tiba terdengar suara.
"Dari mana saja kamu?" tanya Morens yang sudah ada dibelakang Chintiya dengan jarak yang sangat dekat, sehingga deru nafasnya mengenai telinga Chintiya dan membuat Chintiya berdesir.
"Aduh Morens kamu ngagetin aja, aku dari divisi pengembang menyerahkan berkas"
"Oh...." Morens manggut-manggut.
"Tadi ada yang ingin membuat janji temu"
"Siapa?,, Kapan?"
"Ibu Rancy dari MENTARI GROUP"
Seketika raut wajah Morens berubah masam "jam 2 siang ini"
"Baiklah"jawabnya malas
"Kenapa dengan dia dan ibu Rancy, aku yakin ada sesuatu dengan mereka!!"batin Chintya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**SORRY YA KAK KEMARIN GA UP, SOALNYA BARU TURUN MESIN. JADI MASIH REPOT SAMA BABY
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN JUGA
LOVE U MMMUUAAACHHH
__ADS_1