
Seperti janji aku yang mau DOUBLE UP tapi apalah daya semalam mata tidak bisa dikontrol jadi aku up sekarang aja deh, mumpung lagi senggang.
Selamat membaca, yuk ah cus
❤️❤️❤️❤️❤️
Chintya tiba di rumah dengan perasaan yang berkecamuk, lantas dia langsung merebahkan diri di kamar sambil memijit pelipisnya yang entah mengapa mendadak pening dan lama kelamaan dia tertidur. Setelah ±1 jam dia tertidur akhirnya Chintiya terbangun dan melihat ke jam yang ada di dinding waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, dia pun bangkit dari tidurnya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Di saat dia tengah mandi terdengar suara ketukan pintu namun dia abaikan, karena dia merasa saat ini dia sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun hingga ketukan ke 5 suara itu berhenti dan berganti dengan suara dering ponsel, dengan malas dia mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tasnya dan dia melihat nama yang tertera di layar BOSS GILA KU. Chintya mengabaikan dering ponsel tersebut hingga 5 kali berdering, kemudian terdengar motif pesan masuk.
***BOSS GILA KU** : "sayang buka pintunya*".
Chintya hanya membaca tanpa berniat ingin membalas pesan itu, hingga beberapa pesan masuk dari nomor yang sama.
BOSS GILA KU : "ayo sayang buka pintunya, aku mau ngomong".
BOSS GILA KU : "aku tau kamu di dalam, ayolah jangan seperti anak kecil".
BOSS GILA KU : "kalau kamu enggak mau buka pintunya, jangan salahin aku pake cara kasar".
BOSS GILA KU : "OK kalau itu mau kamu sayang".
Tak lama terdengar suara pintu yang di dobrak dengan paksa, Chintiya yang saat ini berada di dapur tidak bergeming dari tempatnya karena dia sudah tau siapa pelakunya.
"Hai sayang, sambutan mu sangat luar biasa" ucap Morens santai setelah dia berhasil masuk
"Morens kau itu benar-benar" jawab Chintiya datar, dan kini dia sudah duduk di sofa.
"Maaf sweety, kau tidak memberi ku pilihan lain. Lagi pula aku senang kau suka dengan permainanku yang kasar, aku jadi tertantang" Morens bicara sambil mengedipkan sebelah matanya dan menyusul Chintiya duduk di sofa.
"Terus sekarang mau apa?"
"Aku kangen, apa kamu gak kangen sama aku?"
"CK, aku... Kangen... menurutmu" tanya Chintiya sinis dan menatap tajam Morens.
"Sayang, tadi siang itu..." ucap Morens menggantung.
"Tadi siang kenapa?" Chintya pura-pura tidak tau.
"Devia itu rekan kerja ku, aku lagi ada bisnis sama dia"
"Kamu udah bilang tadi siang, terus!!"
"Semua enggak seperti yang kamu pikirin sayang"
"Emang kamu tau, aku mikirin apa!?"
"Kamu pasti mikir aku ada apa-apa sama dia, iya kan"
__ADS_1
"Sok tau, lagian kenapa kamu mikir aku punya pikiran kaya gitu"
"Ya karena..."
"Karena apa?" Chintya makin menatap tajam kearah Morens.
"Please, percaya sama aku. Aku gak macem2 sama dia ataupun yang lain".
"Gimana aku mau percaya, kamu aja udah bohong sama aku bilang di rumah tapi ga taunya"
"Iya maaf soal itu, aku cuma gak mau kamu mikir aku aneh-aneh karena ga bisa dateng terus malah pergi keluar"
"Dengan ulah kamu tadi siang, aku malah jadi mikir yang aneh-aneh".
"Tapi aku cuma ngomongin kerjaan kok sama dia, gak lebih"
"Oh ya, yakin!!".
"Iya sayang"
"Terus ini apa?" Chintya mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah video yang di dalamnya terlihat mereka tengah asik mengobrol sambil tertawa lepas dan terlihat Morens memberikan tisue pada Devia "Aku rasa ini enggak terlihat seperti ngomongin pekerjaan tapi ini terlihat lagi melakukan pendekatan" ucap Chintiya.
"Tapi bener sayang, aku lagi bahas pekerjaan. Please percaya sama aku, pernikahan kita sebentar lagi aku gak mau gagal".
"Kalau begitu apa aku boleh tau, bisnis apa yang kalian kerjakan?"
"Apa sangat penting, sampai aku calon istri juga enggak boleh tau"
"Iya. Karena ini rahasia"
"Kalau kaya gini, aku jadi ragu buat melanjutkan pernikahan. Belum apa-apa kamu sudah main rahasia"
"Jangan ngomong gitu dong, aku tuh love love mentok sama kamu. Dimata aku tuh udah ga ada cewek lain, yang lain itu spesies yang berbeda" ucap Morens seraya menggenggam tangan Chintya.
"Enggak tau ah, aku bingung sama kamu. Mending kamu pulang aku mau tidur ngantuk"
"Tapi aku belum makan"
"Terus"
"Aku mau makan bareng kamu disini"
"Aku gak masak"
"Ya udah aku pesen ya"
"Terserah, aku mau tidur. Oh ya sebelum pulang jangan lupa benerin tuh pintu, aku gak mau ntar ada maling"
__ADS_1
"Kalau gitu aku tidur disofa disini ya, buat jaga-jaga takut ada maling"
"Bodo amat, yang penting jangan bikin kotor aku gak mau"
"Siap nyonya"
Akhirnya Morens tidur di sofa ruang tamu, tapi sebelum itu dia menelpon asisten di rumahnya untuk mengantarkan satu set pakaian kantor beserta dalamannya.
❤❤❤️
Sinar mentari sudah mulai merangkak naik, mencoba menelisik melalui celah yang ada di sudut ruangan. Chintya terbangun dari tidurnya lebih dulu, dia langsung menuju ke kamar mandi, setelah rapi berpakaian dia langsung menuju ke dapur, saat melewati ruang tamu dia melihat Morens masih tertidur pulas, dia melanjutkan langkahnya ke dapur untuk membuat sarapan. Dia membuat 2 porsi roti bakar, 1 gelas teh manis dan 1 gelas kopi. Begitu Chintiya sudah selesai sarapan dia meletakkan 1 porsi roti bakar dan 1 gelas kopi di meja tengah kemudian dia membangunkan Morens.
"Morens cepat bangun, apa kau mau tidur seharian. Cepat bangun aku enggak mau terlambat ya".
Morens mengerjapkan matanya mencoba menyeimbangkan tubuh dan pikirannya, saat sudah sepenuhnya sadar dia melihat Chintiya berdiri dengan tangan bersedekap.
"Morning sweety, oh senangnya bangun melihat pemandangan yang menyejukkan hati. Apalagi kalau ditambah ciuman selamat pagi uh so sweet" Morens tersenyum manja
"Oh kau senang, aku yang enggak senang. Sudah cepat mandi dan habiskan sarapanmu, aku enggak punya banyak waktu"
"Ulala benar-benar istri dambaan hati, aku jadi enggak sabar pengen cepat-cepat nikah sama kamu sayang"
"Siapa yang mau nikah sama kamu, aku mau ngajuin reschedule sama mommy"
"Loh gak bisa gitu sayang, kalau diundur ntar aku keburu di gaet sama mamah2 muda di luar sana" goda Morens
"Enggak usah nunggu ntar, sekarang aja kamu udah ke gaet sama yang lain. Udah sana mandi ga usah bahas itu bikin bad mood aja"
Morens menghela nafas panjang kemudian mulai melangkah menuju ke kamar mandi, namun baru beberapa langkah.
"Tunggu"
"Kenapa?, masih kangen ya" Morens tersenyum jahil.
"Mimpi... Panjang umur banget baru aja diomongin, tuh gebetan telpon" Chintiya langsung pergi meninggalkan Morens di ruang tamu.
Setelah Chintiya pergi Morens mengambil ponselnya dan melihat nama Devia tertera di layar, dia tidak menjawab panggilan telepon tersebut dan hanya menghembuskan nafasnya kasar sambil melaju ke kamar mandi seraya berkata.
"Huh mulai lagi, siap-siap sabar mode on ini"
Ketika Morens mandi, Chintiya yang sedang jengkel memutuskan untuk langsung berangkat ke kantor sendirian dan hanya menuliskan pesan di sebuah kertas yang diselipkan di bawah ponsel Morens.
"Aku berangkat ga usah cari, gelas sama piring taruh aja di BCP, jangan lupa pintu kunci dulu dan terusin reparasi pintunya"
**Ahai Morens siap-siap perang dingin nih, lagian nakal sih .
LANJUT BESOK YA. LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH**
__ADS_1