
Hari pernikahan pun semakin dekat, karena Ayu adalah wanita yang memiliki darah gadis asli Indonesia. Jadi Ayu menerapkan sistem pingitan pada Sandi dan Serena.
Sudah 3 hari ini Sandi dan Serena dilarang untuk bertemu. Karena harus mengikuti adat istiadat yang biasa di jalani.
Flashback on
"Begini mbak, kedatangan saya kesini mau memberitahukan sesuatu." ucap Ayu pada Lexi saat mereka berada di kediaman Hadinata.
"Ada apa sih jeng?, kayanya serius banget. Jadi tegang nih saya." ujar Lexi jujur.
"Jangan gitu dong mbak, saya jadi Grogol nih eh grogi ngomongnya. Tuh kan sampai kepleset gini ngomong aja." Ayu salah tingkah.
"Ya udah, mau ngomong apa sih?" tanya Lexi penasaran.
Begitupun dengan anggota keluarga yang lain, mereka juga menunggu apa sebenarnya yang akan dikatakan oleh Ayu.
"Begini mbak, keluarga kami kan asli dari Indonesia. Nah disini itu banyak peraturan yang biasa dilakukan oleh para pasangan yang mau menikah."
"Jadi."
"Disini ada namanya tradisi yang disebut pingitan."
"Maksudnya gimana ini jeng, saya penasaran deh."
"Jadi pingitan itu adalah tradisi dimana kedua pasangan tidak diperbolehkan untuk bertemu satu sama lain sampai batas waktu tertentu."
"Apa benar seperti itu?" tanya Lexi pada Richard yang notabene masih keturunan Indonesia.
"Iya, tapi jaman sekarang tidak semua orang pakai tradisi itu." jelas Richard.
"Nah nah nah, berarti itu gak harus kan. Kalau begitu kita gak usah pakai ya bu." rayu Sandi yang tidak setuju dengan usul sang ibu.
"Oh tidak bisa, kamu itu harus menuruti perintah ibu kamu. Kamu mau jadi anak durhaka." Morens mencoba memprovokasi Ayu.
__ADS_1
"Nah bener tuh kata kakak ipar kamu." bela Ayu, Morens tersenyum menyeringai melihat wajah Sandi yang mengisyaratkan keberatannya.
"Emang berapa lama tan, pingitan itu?" tanya Morens.
"Biasanya sih 1 - 2 Minggu, tapi ada juga yang bahkan sampai 1 bulan."
" Nah cocok itu, gimana kalau 1 bulan mereka di pingit. Kalau perlu 2 bulan malah." Morens memprovokasi.
"Kakak!!!, jahat banget sih jadi orang. Dasar kakak durhaka." protes Serena merasa tidak terima dengan usul Morens yang dirasa sangat memberatkan.
Serena berpikir, sehari saja tidak bertemu Sandi rasanya bagaikan sebulan. Lalu bagaimana bila mereka tidak bertemu hingga berbulan-bulan, pasti rasanya akan amat tersiksa oleh kerinduan.
"Jangan selama itu, kasian mereka. Lagi pula masih banyak yang harus mereka kerjakan. Bagaimana kalau 2 minggu." ucap Ayu.
"Bu." protes Sandi.
"Kami setuju." ucap Lexi.
"Yah tante, masa cuma 2 minggu. Gak seru ah." Morens mencebik.
"Isinya tuh kan cuma kamu doang." rayu Morens.
"Oh pantesan gak bisa mikir bener, abis isinya cuma kak Chintiya doang, tapi gak ada otaknya." ejek Sandi.
"Hahahaha, yang penting gak pisah sama istri. Apalagi sampai 2 minggu, pasti kangen banget tuh." ejek Morens tak mau kalah.
Sandi menatap tajam Morens yang juga sedang menatap Sandi sinis, merekapun sama-sama saling menatap dan melempar aura perselisihan.
Akhirnya Pingitan ditetapkan selama 2 minggu kepada Sandi dan Serena, meskipun dengan berbagai perdebatan kecil.
FLASHBACK OFF
"Loh ibu mau kemana kok udah rapih begitu?" tanya Sandi yang penasaran melihat Ayu yang sudah rapih seperti ingin pergi.
__ADS_1
"Ibu mau pergi, buat pilih Catering yang sesuai buat pesta kamu nanti."
"Sama mommy Lexi."
"Enggak, tapi sama Serena. Lexi sedang mencari lokasi pesta pernikahan kalian."
"Sandi antar ya bu." rayu Sandi, berharap bisa bertemu dengan pujaan hatinya untuk melepas rindu meskipun hanya sebentar.
"Tumben." selidik Ayu yang curiga dengan tingkah Sandi.
"Ih ibu mah, aku kan anak yang berbakti, masa ibu udah cantik membahana gini harus pergi sendirian. Ntar kalau ibu digodain sama bapak-bapak salah alamat gimana coba!" Sandi mencoba memberikan alasan yang masuk akal.
"Alah bilang aja kamu kesempatan mau ketemu Serena, biasanya juga ibu harus minta dulu sama kamu kalau mau diantar. Lah ini tiba-tiba nawarin, aduh jangan-jangan ntar hujan deras disertai petir dan kilat lagi."
"Bu, inget. Kata pak ustadz gak boleh julid, apalagi sama anak sendiri. Gak baik itu." Sandi mengerakkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan.
"Sok ceramah lagi. Udah anteng aja dirumah, kalau kamu bosen kamu bersihin kebun belakang, atau sikatin kamar mandi kalau enggak kamu cuci aja tuh semua mobil." Ayu memberikan saran pada Sandi.
"WHAT?, ARE YOU KIDDING ME MOM." tanya Sandi dengan sedikit frustasi mendengar saran yang diberikan oleh ibunya.
"Terserah kamu." Ayu langsung pergi diantarkan oleh supir pribadi Ayu, meninggalkan Sandi yang masih termangu di tempat. "
......................
......................
......................
Segini dulu ya, mendekati ending aku agak sedikit gak fokus.
Aku punya beberapa versi untuk part-part akhir. Jadi sedikit dilema ini.
Jangan lupa vitaminnya disiapin, biar aku gak lemas saat nulis.
__ADS_1
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH💜💜💜💜💜