Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 2


__ADS_3

Keesokan harinya Chintiya berangkat ke RENS CORP untuk melakukan seleksi tahap berikutnya, jauh lebih santai karena dia sudah tahu jadwal diadakan seleksi, hanya saja.


"Kenapa hari ini gw merasa gugup banget, apakah karena akan melakukan interview oleh CEO langsung!!. tapikan ini bukan kali pertama, kenapa rasanya agak berbeda ya!!".


"Sudahlah gw lanjut saja, semoga interview hari ini berjalan dengan lancar ."


Kemudian dengan pasti Chintiya melanjutkan perjalanan menuju RENS CORP dengan menggunakan angkutan umum seperti biasa, setelah ± 45 menit dia akhirnya sampai di RENS CORP dan langsung menghubungi Rena.


Terdengar suara sambungan telepon.


"Hallo"


"Ren apa lu sudah sampai?"


"Iya gue baru saja sampe, gue ada di aula lu cepet kesini"


"Oke gue langsung ke sana ya bye".


Hari ini tes akan dilakukan sebanyak 2 kali dan untuk yang terakhir interview langsung dengan CEO perusahaan, dan ketika melakukan tes yang kedua ada 2 orang pria masuk ke ruang aula dan dengan gagah dua orang tersebut langsung duduk di kursi masing-masing.


Chintya mengamati kedua orang itu seksama.


"Sepertinya gw pernah lihat tapi dimana ya mukanya tidak asing, tapi ah sudahlah mungkin hanya kebetulan saja". batinnya mencoba mengingat.


Ketika nama Chintiya Rahman dipanggil oleh salah satu pihak tersebut, pria itu sejenak menghentikan pembicaraannya dan menatapnya.


"Kalau tidak salah ini wanita yang kemarin, yang menabrak boss". gumam pria tersebut.


"Baiklah mbak Chintiya, perkenalkan saya Roby. setelah melakukan semua tes maka saya akan mengambil keputusan lulus atau tidak untuk bekerja di perusahaan ini, dan ketika anda dinyatakan lulus maka anda baru akan melakukan interview oleh CEO langsung".


" Iya pak".


"Tapi sebelum itu anda harus membaca kontrak kerja ini dulu, setelah anda menyetujui isi kontrak tersebut baru kami akan melakukan penilaian".


"Loh kenapa begitu, bukankah setahu saya pelamar lulus terlebih dahulu baru akan menandatangani kontrak kerja. mohon maaf kalau saya lancang pak".


"Hah berani juga dia mengajukan pertanyaan seperti itu" batin Roby.


"Itu peraturan di perusahaan ini, karena untuk apa kami susah payah melakukan penilaian kalau setelah itu pelamar tidak menyetujui kontrak kerja yang kami tawarkan".


"Baiklah saya mengerti".


"Kalau begitu silahkan anda baca terlebih dahulu isi kontrak ini, dan setelah jam makan siang kami akan kembali lagi untuk menerima jawabannya".

__ADS_1


"Iya pak, terima kasih"


Setelah Chintiya mengambil kontrak tersebut dia langsung membaca dan berusaha mengamati isi kontrak tersebut.




Karyawan di kontrak kerja selama 2 tahun, dan dalam waktu 2 tahun itu karyawan tidak diperbolehkan mengajukan pengunduran diri atau akan dikenakan pinalti sebesar 5x lipat dari gaji yang diterima tiap bulan.




Harus menuruti perintah owner, walaupun tugas pekerjaan yang diberikan tidak ada hubungannya dengan penempatan posisi kerja.




Isi kontrak kerja ini hanya bisa dirubah oleh CEO langsung dan tanpa persetujuan dari karyawan. Jika karyawan menolak maka selama 3 bulan gaji akan dikurangi selama 50%.






"Kenapa kontrak kerjanya agak sedikit aneh ya, tapi kalau dilihat dari semua pekerja tidak ada yang aneh" Chintiya sejenak berfikir.


"Mungkin ditulis sedetai detailnya supaya para pegawai bisa berfikir secara matang" gumam Chintiya.


Memasuki waktu makan siang


"Hai Chin kita cari kafe yuk buat makan siang" ajak Rena


"Oke"


Setelah sampai di kafe, sambil menunggu pesanan siap mereka berbincang-bincang.


"Oh ya ren lu sudah baca belum isi kontrak kerja kita?"

__ADS_1


"Sudah memang kenapa?"


"Eh lu merasa nggak kalau kontrak kerjanya itu agak aneh"


"Iya sih waktu gue baca pertama kali sih gue juga mikir gitu, tapi gue cari tahu dan tanya tanya sama karyawan yang lain mereka fine-fine aja baik-baik aja enggak ada yang aneh"


"Iya juga sih, setelah gue pikir-pikir juga mungkin ditulis seperti itu supaya kita para pelamar kerja membacanya dengan seksama dan teliti."


"Bisa juga sih jadi perusahaan nggak mau ambil pusing dan nggak mau ambil resiko."


"Mungkin juga kali ya, tapi menurut lu kita lulus ga ya. mudah-mudahan sih ih ya, soalnya gue udah 2 bulan nih nganggur persediaan makin tipis."


"Oh ya waktu makan siang hampir selesai nih, 15 menit lagi kita balik ke kantor yuk"


"Oke."


Setelah kembali ke perusahaan mereka menunggu untuk hasil keputusan lulus atau tidaknya mereka bekerja di perusahaan tersebut, 5 menit kemudian 2 orang pria yang tadi tengah menyeleksi datang dan duduk di kursi mereka masing-masing.


"Selamat siang, sekarang saya akan menyebutkan siapa saja yang lulus dan dapat bekerja di perusahaan ini, tapi sebelum saya mengumumkan. Apakah ada yang keberatan dengan kontrak kerja tersebut, jika memang ada, silakan bicara saat ini dan anda boleh meninggalkan perusahaan sekarang juga tapi bila tidak saya anggap kalian semua menyetujui" hening sesaat tidak ada yang mengatakan apapun.


"Oke baiklah saya anggap semua setuju dengan kontrak kerja tersebut. Sekarang saya akan memberitahukan bahwa hanya ada 3 orang yang lulus untuk bekerja di sini, karena tempat atau posisi yang kosong saat ini hanya ada tiga yaitu satu sekretaris pribadi untuk boss satu lagi bagian divisi pemasaran dan satu lagi di divisi keuangan jadi untuk penetapan posisi akan dipilih langsung oleh boss pada saat nanti kalian yang lulus di interview oleh beliau."


"Oke untuk Doni Andrian, Rena Halim dan Chintya Rahman ikut saya menuju ruangan CEO, dan untuk 2 orang lainnya kami mohon maaf mungkin lain waktu kalian bisa mencoba peruntungan di perusahaan ini lagi sekian dan terima kasih"


Ketiga orang tersebut mengikuti Roby menuju ke ruangan CEO, setelah sampai di depan pintu yang bertuliskan CEO ROOMS Roby mengetuk pintu, dan tak lama terdengar dari dalam.


"Masuk"


"Maaf Boss... 3 orang yang lulus seleksi sudah ada di depan, apa bisa masuk sekarang?" tanya Roby.


"Baiklah suruh masuk"


Ketika Roby memanggil mereka untuk masuk, sang Bos sedang serius menatap laptopnya hingga Roby memanggil.


"Bos mereka sudah di sini"


"Oke sebentar lagi"


Di saat Bos tersebut mengangkat kepala, Chintiya agak terkejut karena dia seperti pernah melihat pria tersebut.


"apa gue gak salah lihat" batin Chintya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


mohon like dan votenya ya kak..


untuk kritik dan saran juga ditunggu, karena untuk karya receh yang seperti koin tidak terpakai hal itu sangat ditunggu ... terimakasi


__ADS_2