
Terima kasih buat kalian yang masih setia baca cerita receh ini. Maaf kalau masih banyak typo karena sampai sekarang akyu masih terus belajar untuk membuat karya yang lebih baik dan juga cerita yang tidak membosankan.
Jadi jangan pernah bosan ya
yuk ah capcus
❤️❤️❤️
Hari ini Chintiya sedang bersiap-siap menunggu Rena dirumah, karena tadi Rena menelpon dan mengatakan ingin berkunjung ke rumah Chintiya, karena sudah lama mereka tidak quality time berdua lagi pula sebelum pernikahannya dengan Morens dilaksanakan, Morens meminta Chintiya agar tidak bekerja lagi jadi Chintiya ingin menghabiskan waktu dengan Rena sebelum dia berhenti bekerja. Saat tengah menunggu ponsel Chintiya berbunyi dan terlihat di layar itu panggilan dari Morens.
"Hallo" ucap Chintiya
"Hallo sayang, sedang apa?"
"Aku sedang menunggu Rena, dia bilang ingin datang kesini. Ada apa?
"Nona, maaf hari ini aku tidak bisa ke rumah. Karena ada suatu hal yang harus aku kerjakan"
"Tidak apa Morens, selesaikan dulu urusanmu kita masih punya banyak waktu"
”Terima kasih sayang, have fun"
1 jam kemudian Rena datang, mereka berbincang-bincang, tertawa dan bersenda gurau. Karena terlalu asyik mereka tidak sadar jam makan siang sudah terlewat.
"Udah ah sakit perut w dari tadi ketawa mulu, sekarang yang ada penghuni perut w sudah mulai unjuk rasa" keluh Rena
"Sama w juga, tapi karena w terlalu kepo u mau kesini w sampe lupa ga berantem sama kompor hari ini"
"Ah Somplak u, masa tamu udah cantik begini di anggurin aja. Melempem ntar w"
"Tamu kaya gini mah jangan dienakin, yang ada ntar ketagihan kesini Mulu minta ganjel perut"
"Ah kupret"
"Udah jangan manyun gitu, bibir u tambah seksoi. Karena katanya u udah cantik mending kita makan di luar terus kita nonton gimana?"
"Emang big boss ga kesini?"
"Enggak, tadi dia telpon w katanya ada urusan. Lagian bagus deh dia gak kesini jadi w bisa jalan-jalan sama u. Kan kita udah lama gak jalan bareng"
"Iya juga sih, ya udah yuk"
Akhirnya mereka sepakat untuk keluar, kemudian mereka memesan taxi online, setelah 10 menit taxipun datang mereka langsung naik dan langsung menuju ke sebuah mall.
"Chin ntar kita berenti dulu di toko kue yang deket mall itu, w mau ganjel perut dulu sekalian buat adik w dirumah"
__ADS_1
Mereka pun sampai dy toko kue itu, Chintiya menunggu di mobil hanya Rena yang turun dan masuk ke toko itu. Sambil menunggu Chintiya melihat keadaan di jalan dari dalam mobil, hingga matanya tidak sengaja mengarah ke sebuah kafe yang ada di seberang toko kue, pandangannya focus pada 2 orang yang ada di dalam kafe tersebut, karena 2 orang itu duduk tepat di pinggir jendela hingga dapat terlihat dengan sangat jelas. Chintya langsung mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang, setelah nada panggilan yang ketiga baru terdengar jawaban.
"Hallo sayang, ada apa?" Morens berkata
"Tidak ada apa-apa, aku cuma mau menelpon saja. Kau dimana sekarang?"
"Eh aku..... aku dirumah, sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan"
"Apa pekerjaanmu sangat penting?"
"Iya. Apa kau perlu sesuatu?"
"Tidak, aku cuma mau bilang jangan lupa makan"
"Ok sayang, kalau begitu aku tutup ya dah"
Setelah telpon ditutup Chintiya langsung turun dari mobil dan mencari tempat yang pas, lalu dia mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam apa yang dilakukan Morens di kafe itu tanpa terlihat. Ya karena yang berada di kafe itu adalah Morens bersama seorang wanita cantik yang terlihat sedang berbincang-bincang dan kadang diselingi dengan tawa.
Tak lama kemudian Rena keluar dari toko kue itu dan melihat Chintiya di luar mobil, dia berkali-kali memanggil Chintiya tapi tidak ada respon. Hingga dia penasaran apa yang sedang direkam oleh Chintiya dan melihat ke arah Chintiya memandang, dan betapa terkejutnya dia begitu tau apa yang direkam oleh Chintiya.
"Itukan tuan Morens!, sedang apa dia disini bersama seorang wanita mereka bahkan terlihat akrab. Tadi dia bilang ada pekerjaan sampe tidak datang ke rumah Chintiya, ya semoga benar itu soal pekerjaan". batin Rena
Setelah itu Rena langsung menepuk bay Chintiya untuk menyadarkannya.
"Ren u sudah selesai?" Chintya menatap Rena
"Santai, u tenang saja, w enggak sekonyol itu. Besok w mau ngomong baik-baik sama dia, dan rekaman ini cuma untuk berjaga-jaga agar dia tidak bisa mengelak"
"Bagus, w percaya sama u. Karena u itu wanita hebat"
"Ahai, u pikir w wonder woman"
"Ya siapa tau. Kalau gitu jadi nonton ga nih!"
"Jadi dong, tapi kita makan dulu ya. Lah u mah enak udah ngeganjel"
"Ya udah yuk, ga usah dipikirin. Enjoy"
Mereka pun melanjutkan rencana mereka, walaupun dalam hati Chintiya masih mencoba untuk menetralkan perasaannya antara penasaran, emosi, kesal, sedih jadi satu. Namun dia berusaha tetap tenang dan berpikir positif.
3 jam kemudian, mereka sudah menyelesaikan semua rencana mereka. Dengan perasaan senang mereka keluar dari bioskop dan berjalan dengan riang, ditengah perjalanan mereka melihat Morens berjalan masih dengan wanita tadi. Sontak Rena langsung mengusap punggung Chintiya seraya memberikan ketenangan pada Chintiya.
"Tenang, keep calm"
"Relaks cuy, tingkah bar bar w enggak w pakai di sembarang tempat. Jadi don't worry okey"
__ADS_1
Chintya sengaja melangkahkan kakinya menuju ke arah Morens, dia ingin y bagaimana reaksi Morens. Morens yang melihat Chintiya berjalan kearahnya nampak terlihat gugup, dan Chintiya memasang senyum sinis lalu bertingkah seperti biasa.
"Hai Morens"
"Sa... sayang"
"Apa pekerjaanmu belum selesai?" Chintya dengan nada mengejek
"I.. iya sebentar lagi, kau sudah lama disini?" tanya Morens gugup
"Dari 4 jam yang lalu, kau sudah lama disini?" tanya Chintiya balik
"4 jam, apa dia melihatku juga di kafe. Wah bisa kacau ini" batin Morens
"Aku baru saja tiba"
"Oh.... Hei kenapa kau tidak memperkenalkan wanita cantik ini?"
"Eh,,, oh perkenalkan dia Devia rekan kerjaku" ucap Morens
" Kenalkan aku Devia" ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Chintiya" membalas uluran tangan Devia
"Aku Rena" ucap Rena
"Oh ya Devia, kau itu cantik. Apa kau sudah punya pasangan?" tanya Chintiya dengan senyum smirknya.
"Aku single"
"Oh.... Tapi kalau dilihat kalian berdua terlihat cocok, iya kan Ren"
"Eh i..iya" jawab Rena bingung
"Ah kamu bisa aja Chintiya" Devia malu-malu.
"Kalau begitu kami duluan ya, silahkan dilanjut Morens. Selamat bersenang-senang" Chintiya berlalu pergi sambil menepuk lengan Morens.
Morens hanya terdiam terpaku, dan akhirnya mereka terpisah dengan tujuan masing-masing dan sama-sama dengan perasaan yang sulit untuk diungkapkan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**SEBENARNYA AKU MAU DOUBLE UP, CUMA MATA GAK BISA DIAJAK KOMPROMI. JADI LANJUT BESOK YA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
__ADS_1
LOVE U ALL ❤️❤️ MMMUUAAACHHH**