Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 6


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Chintya sudah tiba di kantornya, ya dia memang sengaja datang lebih awal karena dia harus menyelesaikan tugas yang kemarin di berikan oleh bossnya, dia harus sudah selesai sebelum si boss datang.


"Ah akhirnya selesai juga, aku letakkan langsung di mejanya saja. Mumpung dia belum datang aku mau membuat kopi capuccino dulu karena tadi aku terburu-buru dan belum sempat minum kopi"


Setelah selesai membuat kopi Chintya kembali ke ruangan dan tak lama Morens pun datang, Chintya sadar dan langsung menyapa.


"Pagi pak, laporan yang bapak minta sudah saya letakkan di meja"


"Laporan?"tanya Morens, dia lupa kalau kemarin dia minta di buatkan laporan.


"Iya laporan jadwal bulan lalu, kemarin kan bapak minta recapananya."


"Kenapa dia benar-benar membuat laporan itu, padahal aku hanya iseng saja. Lagi pula kenapa harus pagi-pagi sekali sih, merusak mood ku saja"gumam Morens.


"Oh ya apa jadwal ku hari ini?"


"9.30 rapat internal dengan divisi pengembangan, jam 2 meeting dengan para pemegang saham. Tadi pagi ibu anda telp menunggu anda di kafe Marina jam 4 sore"


"Ok, siapkan dokumen ku"


Akhirnya Morens pergi ke ruang meeting ditemani dengan Roby, semua kembali ke aktivitas masing-masing.


Terdengar suara dering ponsel milik Chintiya.


"Ya hallo"


"Emm nona Chintya"


"Iya, ini siapa ya?"


"Saya Sandi"


"Oh tuan Sandi, maaf saya belum simpan no tuan. emm ada perlu apa ya?"


"Seperti yang saya bilang kemarin, saya ingin menanyakan sesuatu yang kurang saya mengerti. Apa hari ini saya bisa bertemu dengan nona Chintya!"


"Kalau begitu nanti saya hubungi tuan lagi, karena saya harus menanyakan terlebih dahulu kepada tuan Morens. Hanya saja beliau saat ini sedang meeting, jadi saya harus menunggu sampai dia selesai meeting."


"Begitu ya"


"Apa ada yang lain lagi tuan?"


"Emm, tidak ada. Kalau begitu saya tunggu kabarnya ya, saya berharap hari ini nona Chintiya bisa menemui saya untuk menjelaskan hal-hal yang kurang saya mengerti."


"Baiklah tuan, nanti saya akan hubungi tuan lagi, selamat siang terima kasih."


Saat Chintiya sedang menerima telepon dari Sandi, Morens sudah berada di dalam ruangannya dan sekilas melihat Chintiya sedang bercakap-cakap di telepon.


"Siapa yang menghubungimu?"

__ADS_1


"Oh maaf Pak, tadi tuan Sandi menghubungi saya. Dia bilang ada sesuatu yang belum dia mengerti tentang project yang kemarin, jadi dia meminta saya menemuinya hari ini."


"Apa sebelumnya dia sudah pernah menghubungimu?"


"Kemarin sih waktu saya pulang kerja dia menghubungi saya, tapi saya bilang saya harus minta izin tuan dulu jadi saya tidak bisa mengambil keputusan, dan hari ini dia menanyakan lagi. Jadi bagaimana, apa saya harus menemuinya?"


"Oh begitu ya" morens sejenak berpikir.


"Roby" panggil Morens.


"Siap bos." jawab Roby , dia memang belum pergi dari ruangan bossnya, karena dia masih duduk di sofa seraya mengamati hasil meeting tadi.


"Kamu temui tuan sandi saat jam makan siang nanti, jelaskan kepadanya apa yang belum dia mengerti."


"Chintya, jika dia


menelponmu lagi berikan nomor telepon Roby padanya, dan jika dia bertanya katakan padanya Roby yang akan menjelaskan tentang project itu karena dia lebih paham tentang project itu, apa kamu mengerti"


"Mengerti pak."


"sekarang kamu kabari dia via pesan singkat bertemu di kafe Marina pada jam makan siang"


"Baik pak"


"Aku tau itu hanya alasanmu saja tuan Sandi, kamu hanya ingin bertemu dengan chintiya bukan. Aku tidak akan mengizinkan"batin Morens sambil tersenyum sinis.


Jam menunjukkan waktu makan siang tiba, Chintiya berdiri dari tempat duduknya hendak menuju ke kantin untuk makan siang tapi langkahnya terhenti.


"Kantin, inikan jam makan siang"


"Tidak perlu ke kantin, ikut denganku" seraya mengambil jas kerjanya dan juga ponselnya.


"tapi kita mau kemana pak, saya lapar!" ucapnya sambil terus berjalan dibelakang mengikuti Morens.


"Saya juga lapar, jadi jangan bertanya lagi"


"Ih dasar aneh" gerutu chintiya.


"Saya mendengar" jawab Morens sambil terus berjalan dengan senyum menyeringai menuju ke lift.


"Saya gak ngomong apa-apa"elak chintiya.


Morens diam saja, sambil menekan tombol di ponselnya hendak menghubungi seseorang.


"Bawa mobil ke loby, aku akan keluar"ucapnya pada seseorang yang sepertinya itu adalah supirnya, dan benar saja begitu sampai di loby mobil sudah tersedia.


"Silahkan boss", ucap si supir seraya membukakan pintu belakang bermaksud agar Morens langsung masuk ke dalam mobil.


"Kamu tunggu disini saja, saya akan menyetir sendiri"jawab Morens kepada supirnya.

__ADS_1


"Baik boss"


Morens langsung masuk ke mobil, dia hanya menoleh ke arah Chintiya eraya memberi kode untuk segera masuk ke mobil.


"Cepat naik"


Chintya tidak berkata apa-apa hanya mengikuti Morens dan langsung masuk ke mobil, disepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara. Chintya sibuk berfikir sebenarnya mau kemana mereka, tapi dia enggan bertanya kepada Morens, sedangkan Morens sesekali melirik Cynthia tanpa berkata apa-apa.


setelah sampai di tempat, Morens melepaskan seat beltnya sambil berkata


"Ayo turun"


Chintya yang dari tadi melamun tersentak kaget, dan terkejut ketika tau tempat apa yang mereka datangi.


"Loh inikan kafe Marina, bukannya Roby yang akan bertemu dengan tuan Sandi. tapi kenapa kita juga datang?" tanya Chintya.


"Memang siapa yang bilang kalau kita akan bertemu dengan tuan sandi"


"Lalu untuk apa kita kesini?"


"Ya untuk makan siang lah, untuk apa lagi"


"Tapi kalau sama-sama kesini, bukankah lebih efisien kalau kita sekalian bertemu dengan tuan Sandi kenapa harus Roby yang menemuinya"


"aku mau makan siang disini, tapi aku enggak mau diganggu oleh pekerjaan. sudah jangan bicara cepat pilih apa yang mau kamu pesan"


"Ya terserah, dasar aneh" cicit Chintiya.


"Kamu bilang aku aneh, tapi asal kau tahu ya, keanehanku ini yang membuat banyak gadis ingin dekat denganku"


"Percaya diri sekali, mungkin gadis-gadis itu sedang sakit mata waktu melihat bapak. Atau mungkin mereka sedang enggak sadar"


"Jadi kamu meragukanku, emm kita lihat saja nanti" jawab Morens sambil mengedipkan matanya kepada Chintya.


Chintya tersentak, dan memutar bola matanya jengah.


"Aduh dia kumat lagi, benar-benar pria absurd" batin Chintya


Sedangkan diruang VIP, Sandi nampak kaget dan kecewa karena yang datang bukan Chintiya melainkan Roby.


"Selamat siang tuan Sandi, perkenalkan saya Roby asisten tuan Morens. Mulai sekarang bila ada sesuatu hal yang berkaitan dengan projects ini saya yang mengambil alih"


"Oh" jawab Sandi malas.


"Iya, karena nona Chintya itu sekretaris tuan Morens jadi dia tidak diperkenankan menangani projects di luar kantor"


"Kalau begitu kita langsung saja untuk mempersingkat waktu" jawab sandi dengan datar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


jangan lupa like dan votenya ya kakak


__ADS_2