Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 50


__ADS_3

Chintya terbangun dari tidurnya kala cahaya matahari pagi mulai merengsek masuk kedalam kamarnya, dia terbangun dengan Morens yang memeluk Chintiya, dia bangun dengan perlahan agar tidak membangunkan suaminya. Setelah itu dia langsung menuju ke kamar mandi, setelah 20 menit Chintiya keluar dari kamar mandi dan melihat Morens yang terduduk di tepi ranjang tengah mencoba menyadarkan dirinya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Chintiya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Kenapa gak bangunin aku?"


"Emang kamu mau ke kantor?"


"Iya, aku ada pertemuan penting hari ini"


"Dengan kondisi seperti itu"


"Memang aku kenapa?"


"Tangan kamu itu sakit Morens"


"Sudahlah sayang, ini gak seberapa"


"Oh baiklah" Chintiya berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu, namun sebelum sampai Morens memanggil


"Mau kemana?"


"Mau ambil pisau" jawab Chintiya santai


Morens memicingkan matanya "Pisau, buat apa?"


"Buat nambahin luka di tangan kamu yang satunya, kamu bilang itukan gak seberapa!" enteng Chintiya lalu keluar kamar


Morens masih mencerna apa yang dimaksud Chintiya, sesaat kemudian dia baru tersadar.


"Astaga, wanita itu" Morens ingin menyusul Chintiya, tapi dia urungkan karena melihat penampilannya yang berantakan.


Akhirnya Morens memilih untuk mandi, dan saat dia keluar kamar, dia melihat Chintiya duduk di sofa sambil memegang pisau di tangannya.


"Ya tuhan sayang, sedang apa dengan pisau itu?"


"Aku menunggumu, duduklah sini aku sudah bilang kan tadi" Chintiya menepuk sofa disebelahnya.


"Sweety, are you serious?"


"Apa aku keliatan lagi bercanda" ucap Chintiya santai namun penuh dengan penekanan di setiap kata-katanya.


"Ok sayang, aku mengerti"


"Mengerti apa? hmm"


"Aku tau kamu khawatir dengan luka di tangan aku, tapi aku harus bertemu dengan klien yang satu ini. Itu sangat penting karena menyangkut acara launching kemarin, jadi aku harus ke kantor sayang"


"Aku gak khawatir sama kamu, aku cuma gak mau dibilang jadi istri durhaka dan matre. Sudah tau suami lagi luka masih di suruh nyari dollar aja"

__ADS_1


"Jadi kamu gak sayang sama aku!" tanya Morens memelas terduduk di pinggir ranjang dengan kepala menunduk


"Pertanyaan konyol macam apa itu, emang aku harus jawab?"


"Maaf" ucap Morens lirih tapi masih terdengar di telinga Morens.


"Buat apa?, emang kamu punya salah sama aku. Justru aku yang salah dan benar kata kamu, harusnya aku lebih mentingin keluarga"


"Jangan ngomong gitu sayang, aku salah udah ngomong yang enggak-enggak sama kamu" Morens menunduk


"Ok, sekarang aku mau tanya. Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu dan sekretaris kamu di kamar itu?" tanya Chintiya datar


Morens diam saja, dia hanya menarik nafas panjang dan membuang secara kasar.


"Jawab Morens?" Morens masih diam tidak bergeming


"Ok fine, Kalau kamu gak mau ngomong gak papa. Mulai sekarang sampai seterusnya aku gak akan tanya apapun lagi, aku gak akan campurin urusan kamu begitupun sebaliknya" Chintiya bangun dan hendak beranjak, namun tangannya di tarik lebih dulu oleh Morens


"No sweety, jangan acuh begitu. Apa harus aku cerita?"


"Terserah kamu, itu hak kamu aku gak akan maksa"


"I...iya aku cerita, tapi janji jangan marah ya."


"Enggak janji, liat aja nanti"


"Whatever" Chintiya melangkah pergi


Namun baru beberapa langkah, Morens menghentikan langkah Chintiya.


"Ok aku cerita"


FLASHBACK ON


"Jangan malu boss, saya akan membantu mengurangi penderitaan anda" Flo membelai wajah Morens


"Kau yang meminta, jadi jangan menyesal" Morens mendekap tubuh Flo dengan erat.


"Tidak akan"


Flo mulai mengecup pipi Morens secara perlahan, sambil membuka kancing kemeja Morens yang sudah basah. Semakin lama ciuman Flo beralih ke bibir Morens sambil melepaskan kemeja Morens yang sedari tadi dibuka oleh Flo.


Awalnya Morens hanya diam menerima perlakuan Flo, namun efek obat perangsang yang sudah bekerja membuat Morens sudah tidak bisa menahan gairah lagi. Karena sentuhan Flo yang sudah membuat gejolaknya semakin meninggi, akhirnya Morens membalas ciuman Flo dengan sangat kasar. Flo yang mendapat balasan langsung bersemangat, sambil tetap berciuman Flo melepaskan kemejanya sendiri.


Morens mendekap tengkuk Flo dengan keras, sampai Flo merasakan bibirnya yang agak perih karena Morens menciumnya dengan sangat kasar. Tangan Morens beralih ke gundukan kembar Flo dan mencengkeram dengan sangat kuat, hingga membuat Flo memekik kesakitan.


Flo semakin terbakar gairah, dia membuka rok sepan yang dia pakai. Hingga kini Flo hanya menyisakan bra dan celana dalam saja, sedangkan Morens hanya menyisakan celana panjang tanpa menggunakan atasan.


Ditengah ciuman panas yang tengah bergelora, Morens teringat akan Chintiya dan dia langsung melepaskan ciumannya menahan hasratnya yang sudah memuncak. Kemudian dia tersadar.

__ADS_1


"Mau yang lebih?" tanya Morens dengan tersenyum smirk.


"Apapun boss" Flo meniup telinga Morens, sedangkan Morens memejam seraya menahan diri.


Seketika Morens mengangkat tubuh Flo dan melemparnya ke ranjang dengan kasar, lalu Morens merobek seprei kemudian mengikat kedua kaki dan tangan Flo pada sisi ranjang.


"Kau pasti menyukai ini" ucap Morens sambil mencium pipi Flo.


Tiba-tiba Morens menarik rambut Flo dengan kasar dan menampar pipi Flo dengan sangat keras. Flo sangat terkejut dengan perlakuan Morens, namun dia tidak bisa melawan karena Morens mengikat kaki dan tangannya.


"Apa yang kamu lakukan boss?" bentak Flo


Morens menampar Flo lagi, "Mau merayuku!, jangan mimpi dasar murahan"


"Kenapa begini boss, apa kau tidak tersiksa menahan hasratmu?, luapkan saja padaku boss dengan senang hati saya akan membantu"


Morens menyeringai "Kau benar, aku akan meluapkan kepada mu sepuasnya"


Morens turun dari ranjang menuju ke meja rias, dia memukul kaca rias itu kemudian dia menggoreskan pecahan kaca tersebut ke telapak tangannya yang sebelah kiri. Hal itu bisa membantu menurunkan hasratnya yang tengah memuncak.


Flo tersentak kaget melihat yang dilakukan Morens, Flo tidak menyangka bisa senekat itu. Kini dia mulai ketakutan saat Morens mendekatinya.


"Kenapa?, apa kau takut?. Jangan takut sekarang waktunya kita bersenang-senang bukan!" sarkas Morens


Morens mulai menampar wajah Flo berulang kali, menarik rambutnya dengan kuat, memukul tubuh Flo dengan ikat pinggang berulang kali. Setelah dirasa hasrat dan emosinya mulai turun, dia duduk di sofa yang berhadapan tepat dengan ranjang dan darah yang terus mengalir dari tangannya.


"Kau ingin merayuku dan menjebakku agar istriku marah padaku, jangan harap dasar jalang benar-benar murahan, cih"


Morens meludah dihadapan Flo "Asal kau tau ya, aku tidak tertarik dengan tubuh murahan yang dipasarkan dengan harga obral, menjijikkan"


FLASHBACK OFF


❤❤❤❤❤


Terima kasih untuk readers setiaku, oh ya aku mau kasih tau. Aku ada bikin cerita baru judulnya THE MANIAC.


Cerita ini bisa dibilang tentang Biografi seseorang, yang dimana aku tulis dari sudut pandang si pelaku. Tentu saja dengan ditambah sedikit cerita halu dari aku, nama dan tempat kejadian pun aku tulis sesuai imajinasi aku aja.


Dimana hukum sebab akibat itu ada. Sebab apa dia melakukan hal dan akibat apa yang akan dia dapat nanti.


Biar gak penasaran klik profil aku ya.


Jangan lupa like, vote, dan komen.


Jangan lupa beri aku rating bagus dan juga tips bila berkenan😁😁✌️


Terima kasih semua.


I LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH

__ADS_1


__ADS_2