
Maaf guys slow update, tugas kantor yang sedang menumpuk plus my baby sedang aktif aktifnya di tambah lagi ajarin si kakak belajar online.
Jadi please ya harap maklum, dan tetap favorit cerita ini.
Cekidot 👇👇👇👇
"Morens"
"Yes sweety"
"Berapa lama kamu di Singapur?"Chintiya bertanya sambil memasukkan beberapa pakaian Morens ke koper dan duduk di sisi ranjang
"3-4 hari, tapi kalau sudah selesai sebelum waktunya juga aku langsung pulang"
"3 hari lagi, itu berarti dia tidak bersamaku disaat aku butuh" Chintiya nampak melamun
"Sayang, kenapa?" tanya Morens melihat Chintiya yang sedang memikirkan sesuatu
"Emm, oh aku tidak apa-apa"
"Akan aku usahain pulang cepat, tapi sepertinya sulit"
"Kenapa? apa ada masalah serius?"
"Enggak sih, cuma kalau tentang perencanaan produk obat terbaru akan makan waktu lebih lama dalam hal uji laboratorium yang harus melewati beberapa kali tes dan tahapan"
"Oh, ya sudah kamu fokus saja disana. Aku gak papa kok sendiri"
"Yang, selama aku disana lebih baik kamu di rumah mommy ya, supaya aku tenang"
"Tapi Morens"
"Please sayang, aku gak tenang kalau kamu sendiri di rumah. Lagi pula mommy pasti senang kalau kamu menginap disana"
"Tapi aku kan gak sendirian di rumah, ada Bi Nal, ada security 24 jam, ada pak Diman dan lagi pula anak pak Diman besok mau datang dan bekerja di toko aku nanti"
"Stop sayang, aku gak mau ada penolakan" Morens berkata dengan tegas dan penuh penekanan, akhirnya Chintiya pasrah dan menurut perkataan Morens
"Baiklah"
"Good wife" Morens memeluk Chintiya dari belakang "Apa sudah selesai?" tanya Morens lagi
"Udah, ada yang lain gak yang mesti aku siapin?"
"Enggak" jawab Morens sambil mencium tengkuk leher Chintiya
"Ya udah kalau gitu kita istirahat, besok kamu take off jam berapa?"
"Jam 6 pagi sayang, karena jam 9 aku sudah ada meeting"
"Ya udah ayo tidur" ajak Chintiya, namun Morens tidak bergeming dia tetap memeluk Chintiya bahkan lebih erat
"Morens lepas ih, aku gak bisa gerak nih"
"Besok kan aku 3 hari gak ketemu kamu, jadi sekarang aku mau 3 kali ya"
"3 kali apanya?" tanya Chintiya bingung
"3 kali coblos kamu, lagian kan hukuman aku baru selesai masa udah mau puasa lagi. Udah mending aku minta cuma 3 kali"
"3 kali kamu bilang cuma"
"Iya, harusnya aku minta sampe pagi. Berhubung aku mau terbang pagi-pagi sekali jadi aku cuma minta 3 kali"
"Dasar boss gila"
__ADS_1
"Emang" Morens langsung mengangkat tubuh kepangkuannya
Morens mulai mencium bibir Chintiya dengan rakus dan akhirnya mereka menumpahkan kerinduan akan sentuhan dari pasangannya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 pagi, setelah sholat subuh Chintiya membangunkan Morens.
"Morens"
Tidak ada jawaban dari Morens, dia masih tertidur lelap. Karena benar seperti yang dibilang, mereka melakukan pencoblosan sampai 3 kali dan mereka baru tertidur jam 3 pagi.
"Sayang, bangun"
Morens menggeliat malas, dan malah menarik Chintiya lagi agar kembali tidur.
"Masih ngantuk"
"Siapa suruh begadang, udah tau mau perjalanan dinas tapi tetap aja minta jatah"
"Itu harus yang, kalau orang Jawa bilang itu SANGU (ongkos/bekal/uang jajan) biar aku semangat dan jadi mood booster buat aku" jawab Morens dengan suara seraknya karena baru bangun dari tidurnya
"Iya udah, iya. Sekarang bangun kalau gak kamu ketinggalan pesawat nanti"
"Mandiin yang"
"Manja"
Untuk mempersingkat waktu akhirnya Chintiya mengalah dan memandikan bayi besarnya.
Kini mereka tengah berada di teras depan, Chintiya mengantarkan Morens sebelum masuk ke dalam mobil menuju ke bandara.
"Sweety aku berangkat ya"
"Hati-hati disana, jaga diri, jaga tangan, jaga mata, dan inget jaga hati"
"Njeh ndoro"
"Iya sayang, oh ya kamu jangan lupa ke rumah mommy. Nanti aku telp mommy di bandara bilang kalau kamu mau menginap disana"
"Iya, ntar setelah pak Diman antar kamu aku pasti kesana"
"Ya sudah aku berangkat ya, bila ada sesuatu kabari aku" Morens mencium kening Chintiya
"Iya" Chintiya mencium punggung tangan Morens
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
❤❤❤
2 jam perjalanan yang ditempuh Morens untuk tiba di Singapura, kini Morens sedang berada di dalam mobil yang ditugaskan untuk menjemputnya dari bandara menuju ke sebuah hotel yang sudah direservasi terlebih dahulu.
Setelah tiba di kamar hotel, Morens meletakkan kopernya dan mengeluarkan laptopnya guna membaca ulang proposal yang akan dibicarakan nanti saat meeting yang akan dilaksanakan 1 jam lagi.
Beruntung hotel yang dipesan berjarak hanya 500 meter dari tempat pertemuan nanti, jadi Morens dapat beristirahat dan mengabari istrinya terlebih dahulu.
Morens menghubungi Chintiya "Hallo sayang"
"Morens kau sudah sampai"
"Sudah 30 menit yang lalu, sekarang aku lagi siap-siap untuk menuju ke gedung pertemuan"
"Jangan lupa sarapan Morens, aku tau kamu tuh kalau sibuk pasti gak bener pola makannya. Apalagi kamu sendiri disana gak sama Roby, jadi gak ada yang bantu aku ngingetin kamu makan"
"Iya sayang, kamu lagi dimana sekarang?"
__ADS_1
"Aku di jalan menuju ke rumah mommy"
"Ya udah aku tutup dulu ya, aku harus segera sampai ke gedung itu. Jemputan sudah menunggu di lobby"
"Iya hati-hati"
"I love you"
"Mee to"
Telepon terputus bertepatan dengan Chintiya yang sudah tiba di rumah mommy Lexi, Chintiya turun dan dibantu pak Diman yang menurunkan koper milik Chintiya.
"Pak Diman masuk dulu yuk"
"Gak usah non, saya langsung balik aja"
"Pak Diman gak capek?, baru pulang pergi ke bandara trus antar aku kesini tapi langsung balik lagi"
"Gak kok, saya bisa istirahat dirumah sana non. Lagian nanti siang saya kan mau jemput Ninis di terminal"
"Oh iya, ya udah pak Diman hati-hati. Titip bantu awasi rumah ya, kalau perlu sesuatu hubungi saya aja"
"Siap non, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
Tak lama kemudian terdengar suara yang sangat khas dengan nyaring, cetar membahenol (upps membahana maksudnya). Siapa lagi kalau bukan suara mommy Lexi.
"Hallo cantik"
"Hai mom" Chintiya mencium punggung tangan Chintya
"Uh menantu idaman, ayo masuk sayang" Lexi merangkul lengan Chintiya dan mengajaknya ke ruang keluarga.
"Bi Su, tolong bawakan koper si cantik ke kamar Morens ya" perintah Lexi kepada ART nya yang bernama Susi
Kini mereka berdua sudah berada di ruang keluarga dan duduk di sofa.
"Sayang, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik mom, oh ya dimana daddy?"
"Daddy mu baru saja ke kantor, sebenarnya dia ingin menunggumu sayang tapi dia ada meeting pagi jadi mau tidak mau dia harus berangkat"
"Its ok mom, no problem, kita masih bisa ketemu nanti malam"
"Iya, oh ya sayang, udah jadi belum?" tanya Lexi sambil mengusap perut Chintiya
"Belum mom, doakan saja ya" jawab Chintiya dengan wajah sendu
"Its ok honey, don't worry. Santai saja nikmati waktu kalian berdua, lagi pula kalian baru menikah selama 4 bulan. Mommy cuma tanya aja, siapa tau udah jadi. Kalau udah kan kamu harus lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan apapun. Mommy gak memaksa kok , kamu tenang aja ya"
"Thanks mom"
"Kalau begitu, kalian harus sering lembur. Kalau perlu mommy bakal ajarin jurus andalan mommy dulu supaya makin hot dan tahan lama kalau kalian lagi olahraga, secara kalian kan masih pengantin baru. Mommy tau pasti Morens gak pernah libur minta jatah preman kan, nah itu harus lebih dimaksimalkan agar keringat kalian gak terbuang percuma" goda mommy Lexi
"Oh my god mom"
❤️❤️❤️👇👇👇
TBC
LANJUT NANTI YA
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN JUGA.
__ADS_1
LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH