Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 38


__ADS_3

Chintya terbangun dari tidurnya dan melihat sudah jam 11 siang, Morens benar-benar melakukan apa yang dia katakan. Menghukum Chintiya berkali-kali, dia melihat Morens masih tertidur pulas lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan langkah yang sangat perlahan akibat kelelahan dan merasa agak sedikit ngilu di bagian intimnya.


Awalnya dia ingin berendam tapi mengingat waktu yang sudah siang, akhirnya dia memutuskan untuk mandi di bawah guyuran shower, ditengah kenyamanan guyuran shower dia dikagetkan dengan tangan yang tiba-tiba memeluk dari belakang secara agresif, sontak Chintiya langsung terlonjak kaget. Karena Chintiya tidak mengunci pintu kamar mandi, hingga membuat Morens masuk dengan mudah.


"Aaaaa.....huh Morens ngagetin aja" omelnya


" Kenapa gak bangunin aku" berucap sambil menyiumi tengkuk leher dan tangannya meremas bukit yang menjulang itu dengan agresif


"Ssshhh.... ohhhh.... " Chintya melenguh mendapati keagresifan suaminya


"Kau akan kuhukum lagi, karena tidak mengajakku mandi bersama" Sambil terus meremas bukit yang menggantung itu dan menciumi bahu dan ceruk leher Chintiya


"OH NO, aku lelah honey"


"Tidak ada bantahan, atau akan ada tambahan" Morens membalik tubuh Chintiya dan menjilati ujung bukit yang masih asri itu


"Tapi Morens aku..."


Chintya berhenti berucap karena Morens langsung menyeruduk bibir Chintiya dengan sangar dan memeluknya dengan sangat erat, tangannya meremas gundukan daging yang lumayan besar dibagian belakang kemudian dia mengangkat Chintiya dalam dekapannya dan mendorong tubuh mereka merapat ke arah dinding sambil terus berciuman panas dan tangan yang tidak berhenti meremas bongkahan itu. Chintya melingkarkan kakinya di pinggang Morens dengan erat.


Chintya merasakan tongkat sakti Morens sudah berdiri tegak dan kokoh, siap masuk ke medan tempur membuat Chintiya menghentikan ciumannya


"Apa kamu serius mau itu lagi disini" menarik rambut Morens untuk menjauhkan wajahnya


"Aku gak bercanda, jadi kamu harus siap aku mau nyoblos ulang biar lebih meyakinkan"


Morens mulai memasukkan tongkat sakti itu kedalam sangkar, dia mulai menggerakkan pinggul Chintiya dengan menaik turunkan tubuh Chintiya dengan bersandar pada dinding. Lama kelamaan ritme permainan semakin cepat, suara perpaduan antara gesekan kulit, air dan erangan di dalam kamar mandi itu menyeruak memenuhi seluruh ruangan.


"Emmmmm..... ooohhhhh honey... aku" Chintiya terbata-bata


"Yes sweety, uhh... SHIT. Kamu membuat aku semakin jadi gila sayang"


"Ya... Ka...Kamu memang boss gila ku dan ohhhh....suami OMES ku" Chintiya tersengal-sengal menahan gerakan tubuh Morens yang semakin cepat


"Oh Chintiya.... Sayang" ucap Morens disaat puncak gairah, tubuhnya menegang menahan pinggulnya dengan erat agar bibit itu bisa bertengger dengan sempurna.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan mandi plus-plus, mereka akhirnya keluar untuk makan siang. Ya karena sarapan pagi mereka digantikan dengan sarapan panas ala ranjang, mereka makan siang berdua di restoran hotel karena keluarga Hadinata sudah kembali ke rumah setelah sarapan pagi. Mereka memang sengaja tidak membangunkan dua sejoli gila itu.


Makan siang pertama setelah status menjadi suami istri itu sangat terasa berkesan, candaan saling melempar rayuan receh, kata-kata gila mengiringi makan siang mereka.


Tanpa mereka sadari sepasang mata mengamati mereka dengan tatapan tidak terima dan dia akan melakukan sesuatu nanti, "Berbahagialah kalian untuk saat ini karena sebentar lagi permainan akan dimulai WE START THE GAME" ucap orang itu dengan tersenyum sinis.


Setelah selesai makan siang mereka langsung kembali ke kamar dan merapikan barang-barang mereka untuk segera pulang ke rumah.


"Sayang" Morens menatap layar laptopnya mengecek email masuk dari Roby


"Hmm" jawab Chintiya sambil packing


"Kamu yakin mau langsung pulang, gak mau kemana dulu gitu"


"Enggak, aku mau istirahat dengan benar. Kemarin aku dikerjain sama tamu, malem dikerjain sama keluarga kamu dan pagi ini aku dikerjain sama kamu" Chintiya memajukan bibirnya tanda sedang protes "Kamu tau gak kaki aku leklok ini, kayaknya bautnya pada kendor deh" sambungnya


"Hahahaha, tapi kamu suka kan. Secara kamu menikmati banget sampe merem melek gitu"


Chintya langsung melempar bantal pada Morens, Morens yang tidak siap menerima lemparan bantal itu hanya meringis sambil melongo karena kaget.


"Iya maaf, abis aku gak tahan soalnya udah lama nunggunya. Si adek kecil aku ngeronta-ronta terus" memeluk pinggang Chintiya


"Alesan, udah gak usah peluk aku engap gak bisa gerak. Nih bawa kopernya, aku bawa diri aja"


"Laksanakan kanjeng putri, em tapi yank kita pulang ke rumah aku eh salah rumah kita atau kerumah mommy" tanya Morens


"Hari ini aku mau ke rumah mommy dulu, baru besok kerumah kita"


"Loh kenapa sayang?"


"Aku mau tidur yang nyenyak, aku mau tidur sama mommy Lexi biar kamu gak bisa macem-macem"


"Enggak bisa, kita akan ke rumah mommy tapi kamu harus tetap tidur sama aku"


"Sehari aja kok ya, please"

__ADS_1


"Tetep enggak, kalau kamu maksa aku gak mau pulang dari hotel"


"Oh jadi kamu ngancem aku, ya udah aku pulang sendiri"


"Loh sayang jangan gitu, aku cuma gak mau tidur pisah dari kamu"


"Kemarin-kemarin juga tidur sendiri, kan baru semalem kita tidur bareng"


"Ih yank kamu mah gak kasian sama aku, aku pengen mesra-mesraan sama kamu. Udah sebulan lebih kita jauh-jauhan masa sekarang pengantin baru juga harus jauh-jauh lagi"


"Ya itu salah kamu sendiri, siapa suruh bikin ide gila kaya gitu, cuma nyiksa kamu sendiri juga kan. Ya walaupun aku memang kagum dan bener kata kamu, aku gak akan lupain kejutan ini. Tapi tetap saja aku masih kesel kamu udah bikin aku galau gak jelas, capek tau kaya gitu"


"Aku lakuin itu cuma buat kamu yank"


"Udah ah mau pulang gak nih, kalau gak mau aku mau pulang sendiri"


"Ih tega kamu yank, ya ayo pulang" Morens merajuk dan memanyunkan bibirnya


Morens berjalan dengan gontai dibelakang sambil menarik koper mereka.


"Hei cepatlah, kamu jalan kaya ibu hamil aja lambat banget"


"Astaga sayang kamu ya"


Chintya tersenyum senang dan menahan tawanya karena berhasil membuat Morens kesal. Akhirnya dia bisa membalas ulah Morens yang sudah membuat dirinya merasa gelisah, sedih, khawatir selama satu bulan ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**MAKASIH BUAT YANG SUDAH BACA KARYA RECEH AKU, TAPI AUTHOR BAKAL TAMBAH SENENG KALAU SETELAH MEMBACA TINGGALKAN LIKE VOTE DAN KOMEN JUGA.


SAMA-SAMA SALING MEMBAHAGIAKAN. AUTHOR MEMBAHAGIAKAN DENGAN MENULIS CERITA UNTUK KALIAN, KALIAN MEMBAHAGIAKAN AUTHOR DENGAN MEMBERI DUKUNGAN BERUPA LIKE VOTE ATAU BAHKAN TIPS.


THANKS FOR ALL OF YOU


LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH**

__ADS_1


__ADS_2