Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 56


__ADS_3

1 minggu sudah Morens berada di Singapura, kerinduan yang Chintiya rasakan sudah semakin menjulang tinggi. Karena selama 4 hari ini mereka bicara hanya beberapa saat saja, seperti di pagi hari atau malam hari saja, bahkan pernah Morens tidak memberi kabar satu hari penuh. Chintya yang menghubunginya pun tidak dijawab dan pesan pun tidak di baca sama sekali.


Chintya merasa sangat khawatir dan resah, sebenarnya apa sih yang dikerjakan Morens disana?, apa dia sangat sibuk?, apa dia beristirahat dengan benar?, apa dia makan dengan teratur?, semua pikiran itu terus berputar dan berkecamuk di dalam otaknya.


Sampai hari ini Chintiya masih belum mendapatkan kepastian kapan Morens akan kembali ke Jakarta, ini sudah lewat dari jadwal yang dikatakan Morens, lagi pula sudah 2 hari ini Morens tidak bisa dihubungi sama sekali. Chintya menjadi bingung bagaimana mengetahui keadaan Morens disana, dia takut terjadi sesuatu dengan Morens disana, tapi sebisa mungkin dia menghilangkan pikiran itu.


Siang ini Chintiya sedang berada di loby gedung RENS CORP, untuk bertanya secara langsung kepada Roby dan Rena mungkin mereka mengetahui keadaan Morens. Chintya turun dari mobil dengan diantar pak Diman, receptionis yang mengenalnya pun langsung menyapa.


"Siang mbak Chintiya" sapa si receptionis


"Siang juga"


"Maaf mbak, tuan Morens sedang tidak di tempat"


"Saya tau, saya mau ketemu sama roby. Apa dia ada?"


"Oh kalau pak Roby sih ada mbak"


"Ya udah kalau gitu, saya langsung ke atas dulu ya" pamit Chintiya sambil tersenyum ramah


"Silahkan"


Begitu sampai dilantai 10 Chintiya langsung menuju ruangan Morens, dia ingin menemui dan bertanya pada Rena. Chintya tau kalau sekarang Rena yang menjadi sekretaris pribadi Morens karena suaminya itu meminta izin terlebih dahulu pada Chintiya agar dirinya tidak salah paham nanti.


Chintya melihat Rena yang sedang serius terduduk di depan layar monitor.


"Hai Ren" sapa Chintiya yang langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Rena


"Oh hai Bu boss tumben kesini, ada perlu atau cuma mau main aja. Eh tapi kan si boss lagi gak ada, mang u gak tau?"


"Justru itu w kesini, w mau tanya u tau gak jadwal Morens ke Singapura?"


"Oh kalau jadwal detilnya sih w gak tau, cuma kalau untuk jadwal kunjungan sih harusnya dari 3 hari yang lalu udah balik dia. Mungkin disana lagi ada masalah sama projects yang lagi dia kerjain, makanya sampai nambah hari. Tapi mang dia gak ada kasih kabar gitu ke u!"


Chintya menggeleng pelan " Justru itu w tanya ke u, karena sudah 2 hari w gak bisa telpon dia. W takut ada apa-apa"


"Eh jangan mikir kaya gitu, w yakin si boss gak kenapa-kenapa. Coba u tanya sama Roby, mungkin dia tau"


"Iya, w juga mau tanya sama dia. Kalau gitu w cabut dulu ya"


"Yoi, hati-hati u"


Chintya langsung menuju ke ruangan Roby, namun belum sampai ke depan ruangan, Chintiya melihat Roby keluar dari ruangan sambil bicara dengan seseorang di telpon. Chintya mengikuti langkah Roby di belakang, karena dia takut Roby keburu pergi keluar kantor atau meeting.


Roby tidak sadar bahwa ada Chintiya yang mengikutinya di belakang, dia tetap asyik bicara, samar-samar Chintiya mendengar percakapan Roby.


"Aku paham boss"


"........"


"Tenang saja boss rahasia aman, Istri anda tidak akan tau"

__ADS_1


"......"


"Enggak tuh, Chintiya gak ada tanya kok"


Chintya yang mendengar namanya disebut, langsung membelalakkan matanya. Roby menyebut namanya, itu berarti boss yang bicara dengannya itu Morens, tapi kenapa dirinya tidak bisa menelpon Morens sedangkan Roby bisa. Lalu rahasia apa yang dimaksud.


"Lalu kapan boss pulang"


"........"


"Hahaha enak sekali hidup anda, saya disini yang mondar mandir kaya setrikaan rusak tapi situ yang senang-senang sampai puas"


"......."


"Iya baginda yang mulia raja, ternyata boss penipu ulung juga kalah Pinokio dengan anda, karena Pinokio hidungnya bertambah panjang bila berbohong, tapi kalau anda yang bertambah panjang tingkah kegilaannya"


"........"


"Ok siap"


Setelah menyudahi percakapannya, Roby memasukkan ponselnya ke saku celananya sambil terus berjalan dan langkahnya terhenti saat dia mendengar suara yang sangat dikenalnya memanggil namanya, Roby menoleh dengan perlahan berharap bahwa obrolannya barusan di ponsel tidak didengar.


"Hai Chintiya, sudah lama disini?" tanya Roby kikuk


"Enggak, aku baru sampai" bohong Chintiya


"Apa kamu menunggu saat aku lagi telpon!"


Terlihat Roby menghela nafas lega, karena dia berpikir bahwa Chintiya tidak mendengar percakapan barusan. Hal itu semakin membuat Chintiya gelisah, sebenarnya apa yang dilakukan Morens?.


"Oh ya Chintiya, ada apa kemari?"


"Roby, apa kamu tau kenapa Morens belum kembali?"


"Aku gak tau Chin, mungkin dia ada sedikit masalah tentang project disana"


"Apa Morens gak ada kasih kabar ke kamu Rob!"


"Enggak ada tuh"


Chintya makin dilanda gelisah, karena Roby juga merahasiakan sesuatu.


"Aku khawatir, karena selama 2 hari ini ponselnya enggak bisa dihubungi"


"Aku juga gak tau sih, tapi coba aku cari tau nanti"


"Ok deh makasih ya Rob"


Chintya pergi dari RENS CORP dengan perasaan berkecamuk, dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang.


Setelah sampai di rumah mommy Lexi, dia merasa rumah sangat sepi padahal biasanya bila dia tiba mommy Lexi langsung menyambut dengan suara nyaringnya bak petasan hajatan sunatan yang saling bersahutan.

__ADS_1


"Bi Su" panggil Chintiya


"Iya neng"


"Kenapa sepi sekali, dimana mommy dan daddy?"


"Itu neng, tadi ibu sama bapak pergi"


"Kemana ya?, apa bibi tau!"


"Maaf neng bibi gak tau, tapi sepertinya kalau melihat dari pakaiannya sih kayaknya mau ada acara gitu deh"


"Oh,.... Kalau gitu aku pergi lagi deh, kalau mereka pulang bilang aku lagi pulang ke rumah Morens"


"Sip neng"


Chintya merasa kesepian dan memutuskan kembali ke rumahnya dengan menggunakan taksi online.


Baru saja dia tiba di rumah yang sama-sama sepi, ponselnya berdering dan di layar terdapat nama Boy, Chintiya disuruh datang ke gedung yang dia sewa karena Boy bilang ada suatu masalah.


Setelah sampai disana, Chintiya mengernyitkan keningnya melihat gedung itu ditutup dengan sebuah kain lebar yang menutupi pintu masuknya. Dia mencari dimana Boy, dia ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi kenapa harus ditutup segala, namun disana tidak ada siapa-siapa.


Chintya tambah merasa aneh dan kalut, kala mengetahui bahwa dia berada disana sendirian. Saat tengah berpikir dengan keras tiba-tiba kain yang menutupi pintu masuknya terjuntai di lantai dan terdengar suara riuh.


"SURPRISE,,,,,,, HAPPY BIRTHDAY CHINTIYA"


Ternyata didalam sana semua sudah berkumpul ada mommy Lexi, daddy Richard, Boy, Rena, Roby bahkan sampai Bi Nal dan pak Diman beserta anaknya berada disana.


Chintya merasa sangat bahagia karena semua berkumpul merayakan ulang tahunnya, tapi senyumnya menghilang kala mengingat bahwa Morens tidak ada disana dan dia juga tidak tau bagaimana kabarnya saat ini.


Ditengah kebimbangannya seseorang berjalan menghampirinya dengan segenggam bunga mawar merah ditangan kanan dan seikat balon di tangan kirinya yang menutupi wajah orang tersebut.


Chintya berpikir bahwa itu adalah hanya kiriman bunga dan balon dari Morens, dia dengan tidak semangat menerima bunga dan balon itu dengan menunduk.


"Terima kasih" ucap Chintiya dengan malas


"HAPPY BIRTHDAY MY LOVELY WIFE, MY SWEET HEART, MY EVERYTHING, YOU ARE WILL BE ALWAYS FOR ME"


Chintya yang mengenali suara itu, langsung mengadahkan kepalanya dan menatap wajah itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


❤️❤️❤️❤️❤️


Happy Birthday to Chintiya and to me.


Sebenarnya hari ini ulang tahun aku, ngarep ada yang ucapin selamat hehehe.


Semoga di tahun ini, aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam segala hal. Aaammiiinn


Terus dukung aku, jangan lupa like vote dan komentar kalian.


LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH

__ADS_1


TBC


__ADS_2