Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 10


__ADS_3

flashback on


"Rancy, tunggu"


Seketika Rancy menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya, ternyata dia adalah Morens. Ya Morens dan Rancy dulu satu universitas saat kuliah di Amerika, hanya saja berbeda jurusan. Dulu Morens adalah sosok yang lembut, ramah dan mudah bergaul, dia sudah tertarik dengan Rancy sejak di semester awal, dengan susah payah Morens berkali-kali mencoba mendekati Rancy sampai akhirnya dia mendapatkan kesempatan menjalin hubungan dengan rancy sampai kurang lebih 3 tahun.


Mereka menjalin hubungan namun Morens merasa hubungannya dengan Rancy tidak berjalan mulus, dia merasa bahwa mereka tidak sedang menjalin hubungan, dia merasa seperti sedang berteman saja. Setiap Morens mengajak Rancy pergi dia selalu saja berikan alasan-alasan yang tidak masuk akal, namun Morens tetap bertahan hingga menjelang semester akhir, dan akhirnya Morens menekatkan diri untuk menanyakan kejelasan hubungan mereka.


"Aku ingin bicara denganmu"


"Aku sibuk Morens, bisa lain kali"


"Tidak bisa, kau selalu saja mengulur waktu. Aku hanya ingin bicara denganmu sebentar, apa kau tidak menganggapku sebagai kekasih"


"Bukan seperti itu, hanya saja waktunya tidak tepat"


"Lalu kapan kau bisa bicara denganku?"


"Nanti aku kabari" Rancy pun langsung beranjak pergi


"Dia selalu saja seperti itu, terus menghindar dan menghindar"


Hingga akhirnya waktu ujian akhir semester pun tiba, Morens semangat untuk menyelesaikan ujiannya karena dia bertekad setelah ujian selesai dia akan melamar Rancy dan setelah pulang dari sini dia akan langsung berbicara dengan Rancy untuk mengajaknya menikah.


"Hari ini aku harus bisa bicara dengannya, aku harus mengatakan apa yang seharusnya kukatakan"gumam Morens


Saat waktu ujian selesai, Morens langsung beranjak pergi keluar kelasnya dan dia langsung menuju kelas di mana Rancy berada, dia menunggu di depan pintu sampai Rancy usai kelas dan ketika Rancy keluar kelas.


"Rancy" panggil Morens


" Ada apa lagi Morens?"


" Aku ingin bicara denganmu"


" Jangan sekarang"


" Lalu kapan?, aku sudah bosan menunggu, aku ingin bicara sebentar"


"Tidak Morens aku sedang buru-buru" Rancy hendak beranjak pergi namun Morens langsung memegang tangan Rancy


"Kali ini kau tidak bisa menghindari ku lagi, ikut aku"


Morens membawa Rancy untuk pergi ke belakang kampus, dimana disitu terdapat taman yang biasa digunakan para mahasiswa untuk mengerjakan tugas mereka.


"Kau mau bawa aku ke mana?"


"Ikut aku sebentar sebentar saja, aku ingin bicara serius" setelah sampai di taman


"Oke kau mau bicara apa?"


"Rancy, bukankah kita sudah menjalin hubungan selama kurang lebih 3 tahun, lalu apa kau serius padaku?"

__ADS_1


"Untuk apa kau bertanya tentang ini?"


"Aku merasa kau sudah mempermainkanku"


"Jadi kau anggap begitu!"


"Iya memang seperti itu keadaannya, kau selalu menghindar dariku. Kau selalu saja ada alasan setiap aku ingin bertamu ke rumahmu, setiap aku ingin mengajak pergi kau selalu saja memberikan alasan yang lain"


"Lalu apa maumu sekarang?"


"Aku tidak ingin berbasa-basi lagi, setelah kita wisuda aku akan melamarmu apa kau bersedia?"


"APA!!! melamar!! kau serius?"


"Apa wajahku terlihat sedang bercanda!"


"Oh tidak ini terlalu cepat"


"Aku akan melamarmu terlebih dulu, urusan pernikahan kau bisa atur waktunya"


"Tapi tidak bisa seperti itu, aku harus berpikir dulu"


"Baiklah aku berikan waktu seminggu untuk berpikir, dalam seminggu ini ujian akan selesai dan setelah itu aku akan bertanya lagi keputusanmu"


"Oke baiklah, kalau begitu aku pergi dulu"


Selama satu minggu ini Morens tidak bertanya apa-apa lagi kepada Rancy, mereka seperti orang yang tidak saling mengenal hingga satu minggu berakhir dan ujian pun berakhir. Dia bertekad untuk datang ke rumahnya langsung dan mengutarakan langsung kepada orang tuanya juga, jadi Morens berencana malam ini dia akan pergi kerumah Rancy untuk mengutarakan apa yang menjadi keinginannya.


"Aduh kenapa jantungku seperti melompat-lompat tidak karuan, ada apa ya?, ah aku sudah tidak sabar menunggu nanti malam, aku harus menunjukkan keseriusanku kepada keluarga Rancy. Ya aku harus pergi ke sana nanti malam, oh hati tetaplah pada pendirianmu jangan kemana-mana"


Malam pun tiba, Morens tidak membuang waktu lagi, dia lekas bersiap-siap berpenampilan semenarik mungkin agar terkesan bagus di mata keluarga Rancy. Dia langsung menjalankan mobilnya menuju kediaman Rancy, ketika dia sampai di depan gerbang rumah Rancy, dia terkejut.


"Ada apa ini, kenapa rumahnya sangat ramai!!, apa sedang ada acara? apa aku harus menunda nya untuk berbicara!! tapi aku sudah tidak bisa menunda lagi, aku ingin lihat di dalam ada acara apa, kenapa seperti acara keluarga serius"


Lalu Morens menepikan mobilnya di luar pagar dan dia keluar dari mobil bertanya kepada keamanan yang ada di rumah Rancy.


"Selamat malam Pak"


"Oh ya ada apa tuan?"


"Apa Rancy ada di rumah?"


"Oh nona rancy ada di dalam tuan, apa tuan juga tamu undangan nona Rancy?"


"Oh iya iya pak, tapi saya tidak tahu ini acara apa karena saya mendapat undangan hanya dari teman saya, boleh saya tahu ini acara apa ya?"


"Itu di dalam sedang mengadakan lamaran tuan"


LAMARAN!!! jantung Morens langsung berdetak tidak karuan, rahangnya mengeras tangannya mengepal dan juga matanya memerah.


"Maksud bapak, Rancy sedang dilamar gitu?"

__ADS_1


"Ya Pak, karena acara ini sudah disiapkan dari 1 bulan yang lalu"


"APA!!! 1 bulan yang lalu"


"Kau benar-benar keterlaluan Rancy" batin Morens


"Baiklah kalau begitu Pak, saya masuk dulu"


"Oh ya silakan tuan"


"Pak titip mobil saya di depan ya, takut ada yang ngangkat" ucap morens asal.


"Kenapa tidak dibawa masuk tuan?"


"Tidak usah, saya hanya sebentar kok"


"Baiklah tuan" jawab security Sambil terkekeh


Sesampai di dalam Morens melihat keadaan sangat ramai dan terlihat mereka semua bahagia. Dia mencari-cari sosok lain sehingga dia melihat salah satu gadis yang berpakaian kebaya berwarna marun dengan make up yang mencolok sedang duduk berhadap-hadapan dengan seorang pria yang umurnya kira-kira sekitar 40 tahun. Saat ada kesempatan Morens langsung menarik tangan Rancy menuju ke tempat yang sepi.


"Hei lepaskan aku" bentak Rancy


"Rancy, apa maksudnya ini?" tanya Morens dengan tatapan yang penuh amarah


"Kau bisa lihat sendiri kan"


"Lalu bagaimana dengan rencana lamaranku?"


"Sepertinya kau terlambat"Ucap Rancy santai"


"Jadi kau sedang mempermainkanku?"


"Aku tidak mempermainkanmu, aku memang berpacaran denganmu karena kau itu tampan, tubuhmu bagus. Tapi kalau untuk menikah denganmu aku rasa aku tidak bisa"


"Kenapa?"


"Untuk memenuhi kebutuhan hidupku, kau harus punya modal yang banyak"


"Kau pikir aku tidak mampu?"


"Aku rasa begitu" jawab Rancy


Morens mengepalkan tangannya


"Kurang ajar kau Rancy" Morens menahan amarahnya yang hampir saja meluap.


"Terima kasih kau menampakan dirimu yang sesungguhnya sekarang, kalau tidak aku pasti akan menyesal nantinya"


Morens langsung beranjak pergi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


BERSAMBUNG CUY, LANJUT BESOK 🙏🙏🙏😁😁😁


__ADS_2