Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 20


__ADS_3

"Apa ini?" tanya Mora lirih.


"Masa kamu gak tau sih?, ini semua yang aku butuhkan saat bersenang-senang dengan Nina. Iya kan Nin!" tanya Xander setengah mengejek pada Mora.


"Gila, kamu ngerjain aku X-men!."


"Siapa yang ngerjain kamu, emang ini yang biasa aku lakuin sama Nina selama satu Minggu ini." jawab Xander santai.


"X-men!!." ucap Nina sambil menahan tawa.


"Gak usah ketawa, itu panggilan sayang buat ku darinya. Dan hanya dia yang boleh manggil aku kaya gitu."


"Oh, ok." Nina mendekatkan jari telunjuknya dan ibu jari membentuk sebuah lingkaran.


"Sebenarnya apa pekerjaanmu?" tanya Mora pada Nina.


"Oh, perkenalkan saya Nina pelatih anggar tuan Xander." Nina setengah membungkukkan badannya pada Mora.


"Anggar!!, tuan Xander!!. Bukannya tadi kamu panggil dia kak."


Mora beralih menatap perlengkapan yang dibawa oleh Nina tadi, 2 buah jaket, 2 set sarung tangan, 2 bilah epee, dan 2 buah topeng.


"Saya ditugaskan dari kesatuan untuk melatih tuan Xander, tapi tuan Xander meminta saya memanggilnya kak jika di hadapan orang lain untuk menutupi identitas kami." jelas Nina.


"Tapi kenapa kamu kasih tau aku?, aku kan hanya orang lain di sini."


"Anda bukan orang lain nona Mora."


"Kamu tau siapa aku?" selidik Mora mulai merasa aneh.


"Tentu saja, karena tuan Xander banyak bercerita tentang anda."


Mora beralih menatap Xander yang sedang memperhatikan dirinya, sebenarnya Mora ingin menanyakan banyak hal pada Xander. Tapi rasa penasarannya tentang apa yang diceritakan Xander pada Nina tentang dirinya jauh lebih besar.


"Apa yang dia katakan tentang aku?"


"Banyak sekali nona."


"Banyak?" Mora mengernyitkan dahinya.


"Ya sangat banyak, dan hampir 80% berisikan tentang kekagumannya pada anda." jelas Nina dengan santai dan tegas.

__ADS_1


"Lalu yang 20%?"


"Itu..." Nina ragu mengatakannya, karena dia takut salah bicara dan berakibat perang dunia ke 3 sebelum waktunya antara buaya darat dan macan betina yang ada dihadapannya ini.


Seolah tak kegelisahan yang dirasakan Nina, Mora beralih menatap Xander yang tengah menatap tajam Nina, seolah mengisyaratkan jangan katakan soal itu.


Mora berjalan menghampiri Xander dan berdiri tepat menghadap wajah Xander. Mora menangkup wajah pria itu agar fokus menatap dirinya.


"Nina, sekarang katakan yang 20% itu." pinta Mora sambil terus menatap intens Xander.


"Nina, sepertinya hari ini aku tidak jadi bermain-main. Kamu bisa pulang sekarang." sela Xander mencoba menghentikan ucapan Nina.


"Jangan berani pergi dari sini sebelum aku suruh. Jangan takut soal X-men, kalau besok terjadi sesuatu sama kamu. Aku pastikan dia akan bertanggung jawab dan tidak akan bisa tidur nyenyak. Sekarang katakan apa itu?" Mora mengalungkan tangannya ke leher Xander agar pria itu tidak bisa menatap ke lain arah.


Xander menelan salivanya dengan susah payah, dia yakin pasti guru BP ini akan menskor dirinya dengan tindakan yang aneh-aneh nanti.


"Baiklah nona,,,, jadi... Tuan Xander mengatakan kalau anda itu galak, aneh, agak gila dan sedikit liar."


"Liar?"


"Ya, tuan Xander bilang anda sedikit liar. Anda begitu agresif saat sedang berdua." ucap Nina tanpa malu-malu. Sedangkan dalam hatinya dia ingin tertawa melihat raut wajah ketakutan dari pimpinannya yang selama terkenal datar dan tanpa ekspresi.


Xander membelalakkan matanya mendengar ucapan Nina, kenapa dia bisa berkata seperti itu. Padahal dia tidak pernah bercerita tentang yang satu ini.


"Awas kamu Nina, tunggu hukuman dariku." geram Xander.


"Hm, kalau begitu kamu boleh pulang. Tenang saja, aku akan jamin keamanan mu." ucap Mora menyeringai.


"Hei, aku bukan penjahat. Kenapa kamu bicara seakan-akan aku akan mengulitinya." protes Xander.


"Kamu emang gak bakal melakukan itu, tapi aku tau kamu pasti bakal hukum dia besok." jelas Mora tersenyum smirk.


"Dasar wanita ini, tidak bisa dibohongi sedikitpun." umpat Xander dalam hati.


"Kalau begitu saya pamit nona."


"Ya, hati-hati."


"Jaga diri anda tuan, saya pamit." ucapnya pada Xander.


"Pergi sana cepat." usir Xander "Nyesel aku nyuruh dia datang kesini, niat hati pengen bikin cemburu. Malah aku sendiri yang kena imbas." batinnya.

__ADS_1


Setelah Nina pergi, Mora menjauhkan tubuhnya dari Xander. Kemudian dia berjalan dan mengambil peralatan yang tadi dibawa oleh Nina dan memakainya.


Xander mengamati apa yang akan dilakukan oleh Mora, dia merasa akan terjadi sesuatu yang mengerikan padanya. Dia harus bersiap diri, jika dia melawan, Mora akan lebih gila lagi dan sudah pasti akan membuat induk macan ini bertambah marah.


"Bukannya tadi kamu mau bersenang-senang!, berhubung Nina udah pulang, gimana kalau sekarang aku yang akan nemenin kamu main sampai kamu senang."


Mora menarik tangan Xander ke tengah lapangan, kemudian dia membuka dasi yang dipakai Xander. Setelah itu dia menutup mata Xander dengan itu, lalu Mora melepaskan ikat pinggang Xander dan mengikat kedua tangan pria itu dibelakang. Tak lupa Mora memakaikan jaket pelindung pada Xander dan melapisinya dengan jas milik pria itu.


Xander hanya bisa menelan salivanya dengan susah, entah apa yang akan dilakukan wanita itu. Xander hanya bisa menerka-nerka karena Mora adalah tipe wanita yang sulit ditebak.


"Sa,,, sayang. Kamu mau apa?"


"Aku mau bermain sama kamu sayang."jawab Mora sambil mencium pipi Xander.


Belum sempat Xander menjawab, tiba-tiba terdengar suara sabetan epee atau pedang panjang yang biasa digunakan untuk anggar.


Sabetan itu bukan hanya terdengar sekali atau dua kali, tapi berkali-kali. Entah apa yang dibuat wanita itu, Xander hanya merasa gerakan yang dilakukan Mora sangat lincah dan juga indah. Walaupun Xander tidak melihatnya, namun dia bisa merasakan dari gesekan angin disekitarnya.


5 menit berlalu, dan sudah tidak terdengar suara apapun lagi. Xander memanggil-manggil Mora, namun tidak ada sahutan sama sekali. 20 menit kemudian, barulah terdengar langkah kaki mendekat dan Xander yakin itu adalah langkah kaki Mora.


Mora membuka penutup mata dan ikatan tangan Xander. Setelah itu dia kembali ke dalam dan meninggalkan Xander yang masih berdiri mematung disana.


Setelah itu Xander menyusul Mora yang tengah terduduk santai sambil menyesap minuman. Xander duduk disebelah Mora dan mengamati wanita itu yang membuat Xander menjadi bingung.


"Kamu dari mana tadi?" tanya Xander pada akhirnya.


"Oh,,, tadi aku istirahat sebentar, eh malah ketiduran."


"YA AMPUN!!! UNTUNG CINTA."


...----------------...


...----------------...


Jangan lupa like, komen, dan vote seikhlasnya kak.


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2