
Setelah beberapa saat dipindah ke ruang perawatan, akhirnya Chintiya sadar. Dia mengerjapkan matanya mencoba menyesuaikan dengan cahaya lampu.
"Sssst" Chintiya mengerang merasakan kepalanya yang masih terasa pusing.
Morens yang sedang tertidur di sofa, mendengar suara dari arah ranjang langsung bangkit dan menghampiri istrinya.
"Sayang, bagaimana keadaan kamu?, apa ada yang sakit?"
"Gak ada, aku cuma lemes aja sama masih agak pusing sedikit" jawab Chintiya masih sambil memejamkan mata
"Ya udah kamu istirahat lagi, jangan banyak bergerak dulu" ucap Morens sambil mencium kening Chintiya
"Yang lain dimana?"
"Mereka ada diluar"
"Sebenarnya aku kenapa?"
"Kamu itu lagi hamil, dan kamu hampir saja membahayakan janin di perut kamu."
"Aku hamil!" tanya Chintiya sedikit terkejut
"Emang kamu gak tau?"
Chintya menggeleng pelan
"Aku emang udah ngerasa sih, sebenarnya kemarin aku mau cek, tapi tertunda karena aku terlalu sibuk mikirin keadaan kamu yang gak jelas"
Morens yang mendengar perkataan Chintiya merasa tersindir, karena sedikit banyak itu semua adalah karena ulah konyolnya yang membuat Chintiya khawatir.
"Maaf sayang, aku gak bermaksud kaya gitu. Aku janji gak bakal bikin kamu khawatir lagi" Morens mengecup punggung tangan Chintya
"Aku tuh heran sama kamu, hobi banget bikin aku cemas"
"Iya sayang aku salah, udah ya jangan dibahas lagi."
Chintya melengos membuang muka tak ingin melihat wajah Morens. Dia tidak marah, dia hanya merasa kesal karena Morens membuatnya lelah pikiran.
"Sweety"
"Hm"
"Jangan marah lagi ya"
Chintya diam saja tidak menjawab perkataan Morens, dia malah terlihat sibuk dengan ponselnya.
"Sayang" panggil Morens dengan nada manja
"Apa sih?"
"Mau makan"
"Trus!"
__ADS_1
"Makan bareng yuk, kamu mau makan apa? aku pesenin ya."
"Apa aja, asal kamu yang beli jangan delivery"
"Ya udah aku pergi dulu ya, biar gantian sama yang lain"
"Hm"
"Sayang"
"Apa lagi sih, udah sana pergi katanya mau makan, aku juga udah laper nih" ketus Chintiya
"Ih galak, jadi pengen gigit nih"
"Boleh" jawab Chintiya enteng
"Beneran!" mata Morens berbinar-binar
"Iya silahkan, kalau kamu mau jadi artis panas dadakan"
Morens menautkan alisnya, dia tidak mengerti maksud dari ucapan istrinya, ditengah pemikirannya tiba-tiba pintu kamar terbuka dan langsung terdengar suara menggelegar di dalam kamar inap itu bak suara sound sistem dangdutan hajatan, siapa lagi kalau bukan mommy Lexi diikuti dengan daddy Richard dan Rena. Sedangkan Boy dan Roby menunggu di luar.
"Dasar bocah nakal, kenapa gak bilang kalau anak mommy yang cantiknya gak luntur biar kena pemutih ini udah bangun" ucap mommy dengan semangat 45 menjelang hari kemerdekaan dan suara yang lantang mengalahkan toa mushola
"Ih masak istriku yang cantiknya paripurna ini, disamain sama baju. Lagian kok mommy tau kalau Chintiya udah bangun?"
"Chintya mengirim pesan pada mommy."
Morens langsung menatap Chintiya dengan tajam, dia baru sadar bahwa istrinya itu sedang mengerjainya. Namun Chintiya tidak peduli dengan tatapan Morens, dia malah semakin asik dengan ponselnya sambil menahan tawanya.
"Ya ampun Morens, kamu masih disini juga. Kamu sengaja ya bikin aku kelaparan ya kan ya dong bener kan bener dong"
"Tuh kan kamu mah bikin mommy kamu mengeluarkan suara merdunya yang sampai 7 oktaf melampaui marayah kere" ucap daddy Richard
"Mariah Carey dad, marayah kere" saut Morens kesal
"Oh udah ganti nama ya dia, kok dia gak bilang-bilang ya" daddy memasang muka polosnya
"Adeeh, dari jaman dinosaurus masih bergigi juga namanya udah itu gak pernah ganti"
"Begitukah!" daddy nyengir kuda
"Aku pergi dulu ya sayang, sebelum terdengar lagu Indonesia raya yang akan dinyanyikan oleh penyanyi lawas yang sudah lanjut usia, tak lain dan tak bukan adalah mommy Lexi Hadinata." setelah berkata demikian Morens langsung mengambil langkah seribu satu, sebelum mommy Lexi tersadar dengan apa yang diucapkan Morens.
Kenapa Morens mengambil langkah seribu satu, karena kalau hanya seribu mommy sudah bisa menebak, jadi kalau seribu satu dia masih unggul satu langkah. Setelah itu barulah mommy Lexi tersadar dengan ucapan Morens barusan.
"Dasar anak kurang bener, mommy potek-potek dia trus mommy masukin ke perut lagi baru tau rasa" mommy Lexi berteriak, dia merasa gemas dengan tingkah anak sablengnya itu
"Stop honey, don't screem, suaramu itu bisa menimbulkan gempa berkekuatan 3 skala liter" daddy mencoba menenangkan mommy Lexi
"Skala Richter dad, bukan liter" Ucap Chintiya sambil tepok jidat
"Issh, issh, issh kenapa sih pada ganti nama semua!" ucap daddy seraya memasang muka bingung
__ADS_1
"Bukan namanya yang ganti, tapi otak kamu yang harus diganti" sela mommy Lexi
"Masa sih!"
"Honey, kamu tuy lama-lama ML deh"
"Ih, maly ah honey ngomong begitu didepan anak-anak. Lagian ini masih sore."
"Malu?, ngapain mesti malu!, emang aku ngomong apa?"
"Itu tadi kamu ngajakin ML kan!"
"Gak bapak, gak anak, sama-sama sableng. Maksud aku ML tuh makin linglung, kaya kamu yang makin kesini makin linglung"
"Aku kirain,.kamu..." daddy nyengir kuda
Rena yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan celotehan keluarga Hadinata, hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka bahwa bossnya yang terkenal dengan wajah yang dingin saat berada di luar, berbanding terbalik bila sudah berkumpul dengan keluarganya.
Rena juga berpikir bahwa Chintiya sangat beruntung menikah dengan Morens, secara Morens itu paket komplit pake telor plus madu yang karetnya dua. Morens itu tampan, sukses, mapan dan penyayang. Apalagi Chintiya mendapatkan mertua yang sangat baik dan begitu menyayangi Chintiya.
"Hei nek, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY PREGNANT, WISH YOU ALL THE BEST FOR YOU" ucap Rena dengan tulus
"Aaammiiinn" jawab mereka yang ada disana
"U mau minta hadiah apa dari w, karena w belum sempat cari hadiah buat u. Kan u tau sendiri suami u yang posesifnya gak ketulungan itu, kalau udah kasih perintah gak bisa di ganggu gugat apalagi naik banding. Tapi inget jangan yang mahal, u kan tau tas w merk kremes sama kaya dompet w yang bisa diremes-remes karena isinya itu tipis binggo cuy" ucap Rena terkekeh
"Santai cing, w gak bakal minta yang mahal. Malahan w minta hadiah yang gak peke duit alias gretongan."
"Mang ada hadiah kaya gitu?"
"Ada"
"Apa?"
"W mau u segera menikah"
"Wah wah wah, u ngeledek w. Secara u kan tau pacar aja w gak punya, lagian siapa yang mau sama cewek miskin kaya w" Rena tersenyum kecut
"Jangan ngomong gitu dong, kamu itu cantik, baik, periang. Ya beda tipis lah sama Chintiya, sayang Tante gak ada anak cowok lagi, kalau ada pasti Tante nikahin sama kamu. Sayangnya adik Morens itu cewek"
"Gak papa kok tante, aku mah sadar diri lah" ucapnya sambil menunduk
"Jangan minder, ada kok yang mau sama kamu. Cuma dia belum ngomong aja sama kamu"
"Ih, siapa sih?" Rena penasaran
"Ada deh, kalau mau tau WANI PIRO? (berani bayar berapa)"
"Wuh parah u parah, udah jadi Bu bos juga masih aja malakin anak buah"
❤❤❤❤❤
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH