Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 48


__ADS_3

Riddick pergi setelah puas bermain dengan Bernard yang sudah tidak berdaya, kini tinggallah Xander dengan tatapan mematikan memandang ke arah tubuh pria yang sudah salah memilih lawan kali ini.


"Aku sudah memberimu kesempatan beberapa kali, tapi kau tidak memanfaatkan kesempatan itu. Sekarang nikmatilah petualanganmu ini, karena kau sudah berani mengganggu keluarga Abraham dan juga sudah membuat calon istriku lumpuh untuk sementara waktu."


Xander melirik orang di sebelahnya memberikan kode, tak lama 2 orang datang dengan membawa tali dan juga sebuah balok besar. "Cepat selesaikan ini." ucapnya pada anak buahnya.


Kedua orang itu, mengikat tangan dan kaki Bern pada sebuah balok besar yang di letakkan di hadapan Bern. Setelah diikat, tubuh Bern dibawa ke sebuah hutan dimana tidak terdapat kehidupan disana.


Disana Xander meletakkan tubuh Bern yang terikat begitu saja, Xander hanya memberikan sebotol air mineral dan sebuah roti untuk Bern bertahan hidup dalam waktu yang tidak ditentukan.


Dalam kondisi ini, Bern harus benar-benar mengandalkan diri sendiri dan juga keajaiban agar disaat dia disana tidak ada seekor binatang buas yang mendekat.


Tak lupa, sebelum pergi. Xander sedikit memberikan sebuah cinderamata pada Bern berupa sebuah siraman cairan pada sekujur tubuh Bern. Cairan berwarna merah, yang tak lain adalah darah dari seekor domba.


Hal itu dapat memancing sekawanan srigala ataupun kawanan binatang buas yang lain datang mendekat ke arah bau dari darah itu.


Setelah itu, Xander dan beberapa anak buahnya pergi meninggalkan Bern seorang diri di tengah hutan dalam keadaan setengah sadar serta posisi tangan dan kaki terikat.

__ADS_1


Xander segera menuju ke markas tadi untuk menghancurkan dan melenyapkan semua barang bukti atas menghilangnya Bern. Dia sudah sangat tidak sabar untuk kembali ke tanah air dan menemui gadis tercintanya.


Riddick memberi kabar bahwa dia sudah menunggu kedatangan Xander di bandara untuk segera bertolak ke Indonesia.


Setelah menempuh perjalanan selama ±14 jam, akhirnya mereka tiba di tanah air, mereka sengaja tidak memberi kabar pada Mora dan yang lainnya tentang kedatangan mereka.


Xander dan Riddick tiba di Indonesia tepat tengah malam waktu setempat, Riddick memilih menuju ke apartemen milik Xander. Sedangkan dia memilih langsung menuju ke kediaman Hadinata.


Di tidak peduli kalau nanti dia akan terkena amukan dan nyanyian rindu dari Morens karena datang di tengah malam, dia sudah tidak bisa menunda untuk bertemu dengan gadis galaknya itu.


Setibanya disana, dengan sedikit drama dan telenovela pada Morens, akhirnya dia berhasil mendapatkan SIM ke kamar Mora. Xander membuka secara perlahan pintu kamar Mora yang dalam keadaan remang-remang dan melihat sang wanita tidur dengan raut wajah gelisah.


Merasakan kecupan di wajahnya, Mora secara refleks mencekik leher Xander dengan sekuat tenaga "Siapa kau?, beraninya kau. Sudah bosan hidup hah!!" bentak Mora.


"Uhuk uhuk,,, aku memang... Bosan hidup kalau gak,,, sama kamu." jawabnya terbatuk karena kuatnya cengkraman tangan Mora.


Xander tidak menyangka, dalam keadaan yang kurang sehat saja, Mora masih memiliki tenaga sebesar itu. Mora memang sangat berbeda, dan Xander merasa sangat beruntung bisa memiliki gadis yang satu ini.

__ADS_1


Walaupun dia harus rela berkelahi dan berdebat sepanjang hari dengan wanita ini, hanya untuk mendapatkan perhatiannya.


Mendengar suara yang sangat familiar, Mora segera melepaskan cengkraman tangannya pada leher Xander. "Xan, its you!!"


"Ehem."


"Xan!!" Mora memeluk erat tubuh Xander dan menciumi wajah pria itu tanpa ada yang terlewat. "I Miss you Xan, so much."


"I Miss you to baby."


...----------------...


...----------------...


Maaf dikit, besok lagi ya.


Othor benar-benar lagi sibuk banget. Makasih banyak yang masih setia.

__ADS_1


Love U full.


__ADS_2