Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 95


__ADS_3

Sambil nunggu Boss Gila Ku update, mending baca ini dulu. Ceritanya gak kalah seru deh. Aku juga mau ingetin buat jempolnya menggesek -gesek tombol like, komen dan VOTE. Biar aku tambah greget up nya.




...----------------...


...----------------...


2 minggu sudah berlalu dan setiap hari Sandi terus berupaya untuk mendapatkan hati Serena kembali. Dia selalu datang ke hotel tempat Serena bekerja.


Serena terus mengabaikan Sandi dengan selalu menyibukkan diri, seperti saat ini Sandi tengah duduk bersantai di sofa dalam ruangan kantor Serena, dia tidak mempedulikan sikap tak acuh Serena.


Dia hanya ingin memastikan bahwa Serena baik-baik saja dan tidak akan pergi lagi, Dia sudah cukup puas walau hanya dengan memandangi wajah Serena.


Saat ini Serena tengah disibukkan dengan banyaknya berkas pekerjaan selama beberapa bulan ini tidak tercover dengan baik, Serena terlihat mondar-mandir mengambil berkas di dalam lemari dokumen yang berada di ujung ruangan.


Serena sedang berdiri di depan lemari itu dan sedang mencari berkas yang dia butuhkan saat Sandi mendekatinya.


"Ehhemm, kayanya kamu sibuk banget. Apa kamu gak capek? "tanya Sandi yang terasa lelah melihat Serena mondar-mandir, dan dia berdiri di belakang Serena.


"Kayanya kamu santai banget, gak ada kerjaan ya. Mending kamu ke kantor sana." jawab Serena tanpa membalikkan badan.


"Kamu ngusir aku!"


"Aku gak ngusir, aku cuma tanya emangnya kamu gak ada kerjaan."


"Aku mau ke kantor, tapi maunya sama kamu."


"Hei, kamu gak liat aku banyak kerjaan. "


"Ya kalau kamu gak mau ikut, aku gak mau kembali ke kantor. "


"Ya terserah, yang penting jangan salahin aku kalau kerjaan kamu terlantar. "


"Kalau begitu, aku kerja disini aja. Aku bakal minta Mike membawakan pekerjaan dan laptopku kesini."


"Dasar gila. " ucap Serena menoleh sesaat.


Serena yang tengah berdiri mencari berkas itu, dikagetkan dengan adanya tangan yang tiba-tiba melingkar di perutnya.


"Masih marah?" tanya Sandi setengah berbisik di telinga Serena.


"Siapa yang marah, aku udah lupain semua tentang kita kok. Jadi kamu gak usah khawatir. " jawab Serena lirih.


"Enggak,,, aku enggak mau kamu lupain semua kenangan kita. Kamu hanya boleh lupain tentang semua kesalahan pahaman antara kita. Aku mau kita mulai dari awal lagi." ucap Sandi dengan meletakkan dagu nya di pundak Serena.


"Aku gak tau San. Jujur aku masih ragu sama kamu. "

__ADS_1


Sandi membalik tubuh Serena, hingga kini mereka saling berhadapan. Sandi menatap wajah Serena dengan lekat, dan dia menyatukan kening mereka.


"Please, percaya sama aku kali ini. Aku benar-benar sayang sama kamu dan aku gak mau kehilangan kamu lagi. Untuk masalah Nita, aku udah selesaikan itu semua. Jadi sekarang kamu gak usah khawatir lagi."


Sandi mencium hidung Serena


"I LOVE U, will you be my girlfriend sweet heart."


"Beri aku waktu untuk berpikir, aku mau memantapkan hatiku dulu." entah kenapa Serena merasa bimbang, dia takut kalau dia akan merasakan kebahagiaan hanya di awal saja dan berakhir dengan kekecewaan.


"Ok, aku ngerti. Tapi aku mohon jangan menghindar dariku."


Serena mengangguk lemah dan memeluk Sandi, dia meluapkan rasa rindu yang sebenarnya dia tahan beberapa waktu yang lalu. Dia sedikit terisak untuk melepaskan rasa gundah dihatinya.


"Sudah jangan menangis, aku sakit melihat kamu menangis. Apalagi kamu nangis gara-gara aku."


Setelah menenangkan diri, Sandi mengajak Serena untuk makan siang di luar. Serena yang merasa lelah enggan untuk pergi, jadi dia lebih memilih untuk makan siang bersama di kantor saja. Mereka memesan makanan dari restoran yang ada di hotel itu.


Saat tengah asik menyantap makanan, mereka dikejutkan dengan suara seseorang yang tiba-tiba masuk.


"Hai Ser.... Ups sorry, apa aku ganggu kalian?"


"Ah gak kok, yuk sini masuk." Serena berdiri menyambut.


"Halo onty, onty adi emam?" tanya seorang gadis kecil yang berusia 1,5 tahun.


"Iya sayang onty lagi makan, yuk makan bareng onty." Serena berjongkok di depan gadis kecil itu.


"Hei anak kecil gak boleh makan banyak-banyak, ntar perutnya sakit."


"Ata mommy, Ola halus mam banak. Bial tepet nde taya daddy. "


"Bisa aja bocil jawabannya, kamu tuh persis banget kaya mommy tau gak. Kalau ngomong sedikit tapi nyelekit. "


"Kan Ola anakna mommy Tiya tama daddy Olen."


Serena merasa gemas, dia menciumi gadis kecil itu berulang-ulang.


"Awww, onty anan tium-tium. Ntal Ola ndak tantik adi tau." protes nya


"Omg kakak ipar, kenapa dia narsis banget sih?"


"Ya, persis daddy nya yang narsis abis."


"Ya persis kak Morens, yang narsisnya gak ketulungan."


Chintiya tersenyum, lalu dia beralih menatap Sandi.


"Hai Sandi, udah lama?" tanya Chintiya.

__ADS_1


"Dari 2 minggu yang lalu. " jawab Sandi enteng.


"What? "


"Jangan dengarkan dia kak." sela Serena.


"Emang udah 2 minggu kan aku disini nemenin kamu. " jawab Sandi.


"Aku kan gak minta ditemenin sama kamu disini." jawab Serena tak mau kalah.


"Ya tapi aku takut kamu kabur lagi."


"Emangnya aku tawanan apa, pake mau kabur segala." jawab Serena sengit.


"Aku kan udah bilang berkali-kali, kalau kamu itu tawanan hati aku. "


"Uh mulai kumat deh, konyol."


"Aku bahkan bisa lebih konyol dari ini, kalau kamu gak nurut sama aku." jawab Sandi sambil mencubit hidung Serena.


"Dih, emang aku murid kamu harus nurut segala."


"Uluh uluh, kalian tuh so sweet banget deh. Jadi kangen deh pengen debat sama Morens. " sela Chintiya yang dari tadi hanya tersenyum menyaksikan 2 orang yang sedang berdebat.


Sontak saja Sandi dan Serena langsung mengalihkan pandangannya pada Chintiya.


"Kenapa? " tanya Chintiya.


"Kakak ipar mah aneh, berdebat sih kangen. Emang gak ada yang lain apa?" protes Serena.


"Loh jangan salah, berdebat itu dapat mempererat hubungan pasangan. Aku aja tiap abis berdebat sama Morens pasti ujung-ujungnya berakhir di ranjang. " ucap Chintiya frontal, sengaja untuk menggoda Serena.


"Oh My God, kakak ipar. Disini ada Mora, bagaimana kalau dia mendengar kata-kata bar-bar kakak ipar barusan. Aku juga gak mau ya sampai terkontaminasi oleh kakak ipar yang udah ketularan virus mesum kak Morens. "


"Kamu tenang aja, Mora sedang asik bermain disana. Aku juga udah pasangin earphone dan dia lagi dengerin lagu anak-anak favoritnya."


"Chintiya benar, kalau kamu gak mau terkontaminasi. Maka dari itu, kita harus cepat menikah." Sela Sandi.


"Hah, dalam mimpi ya. Emang siapa yang mau nikah sama kamu?"


"Ya udah aku cari cewek lain aja." goda Sandi.


"Coba aja kalau berani."


...----------------...


...----------------...


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMUUAACCHH


💖💖💖💖💖


__ADS_2