
15 tahun kemudian.
Saat ini Mora sudah duduk di bangku perkuliahan dan terdaftar menjadi mahasiswi semester 3 dengan mengambil mata perkuliahan Jurnalistik dan Intelegensi.
Mora kini telah bertransformasi menjadi wanita cantik nan anggun dan elegan, tapi dia memiliki sifat yang berbeda dari wanita cantik yang lainnya.
Dengan sifat suple dan mudah bergaul, dia menjadi salah satu idola di kampusnya. Selain karena wajahnya yang cantik dan sexi, tapi Mora juga sangat cerdas dan cekatan. Hanya saja pria tidak ada yang berani mendekatinya, karena sikapnya yang terlalu arogan sebagai perempuan.
Sedangkan Zemi saat ini duduk di bangku Senior high school dan mendalami ilmu fisika. Zemi adalah siswa yang jenius, di umurnya yang sekarang masih sangat muda, Zemi sudah bisa menciptakan mesin yang mampu merapihkan kamarnya dan sebuah boneka yang bisa menulis.
Kenapa Zemi menciptakan 2 benda tadi?, karena Zemi itu sangat pemalas. Dengan adanya kedua mesin tadi, dia tidak harus repot-repot merapihkan kamarnya dan membantu menulis pekerjaan rumahnya.
"Dad." panggil Mora begitu sampai di ruang kerja milik Morens.
"Ya princess."
"Daddy lagi apa?" Mora duduk di sebelah Morens dan ikut melihat apa yang dikerjakan Morens.
"Daddy lagi mengecek pekerjaan dan laporan hari ini."
"Apa daddy gak bosen?"
"Enggak sayang, karena ini emang udah kerjaan daddy. Kamu juga sudah mulai harus belajar, kamu kan sekarang sudah remaja dan nanti juga kamu yang akan meneruskan perusahaan daddy." jelas Morens yang sudah mulai merasa kalau sebentar lagi dirinya harus segera pensiun dan menikmati masa tuanya bersama istri tercintanya Chintiya.
"Ih kenapa mesti Mora dad?, kenapa gak Zemi aja sih. Dia kan cowok, dia yang lebih pantes urus perusahaan daddy." tolak Mora.
Karena jujur saja dia tidak tertarik dengan dunia bisnis. Walaupun dia sangat cerdas, tapi dia lebih tertarik dengan hal-hal ekstrim seperti panjat tebing, karate, berkuda, menembak dan juga Mora lebih tertarik dengan ilmu pemecahan kasus dari pada ilmu ekonomi, manajemen dan bisnis.
"Zemi juga nanti akan meneruskan usaha milik mommy sayang."
"Bagaimana kalau Marlon atau Marien?" usul Mora, dia masih tetap berusaha untuk menolak permintaan daddy-nya.
"Princess, Marlon juga akan menggantikan uncle Sandi di perusahaan dan Mariene dia sudah mendaftar di sekolah fashion. Karena aunty Sera bilang, Mariene ingin menjadi designer kelas dunia."
"Aku juga punya hobi sendiri dad." ujar Mora menerangkan pada Morens.
__ADS_1
"Memangnya hobi kamu apa sih?" goda Morens, dia juga jadi penasaran. Karena sampai setua ini dia bahkan tidak mengetahui hobi dan kesukaan anak-anak mereka.
"Aku suka walk climbing, shooting, berkuda, karate and many more dad."
"Wow, are you serius my princess?" tanya Morens yang sedikit tidak percaya, karena semua yang disebutkan oleh putrinya adalah masuk kategori olah raga ekstrem.
"Of course dad, you not believe me!"
"Bukan seperti itu, but. I think thats alls a dangerous." Morens sedikit khawatir.
"Dont worry dad, im profesional. Im instruktur for walk climbing and im a couching for shooting."
"WHAT!!!, really preaty?"
"Yes dad, i can show you."
"Wow intresting."
Obrolan mereka terhenti karena Chintiya Masuk kedalam ruang kerja Morens yang pintunya nampak terbuka sedikit dan menampilkan sosok para kesayangannya.
"Aku cuma kangen sama daddy mom, jadi aku susul daddy kesini deh." ujar Mora pada Chintiya sambil menampilkan wajah polos dan imutnya.
"Alah lebay kamu!" cibir Chintiya.
"Ih mommy, gimana sih. Masa anaknya kangen sama daddy-nya dibilang lebay." protes Mora dengan wajah yang dibuat sedih.
"Gak usah akting, drama banget kamu. Pasti kamu ada maunya kan deket-deket sama daddy." ungkap Chintiya yang membuat Mora mati kutu, karena ternyata triknya sudah diketahui oleh Chintiya.
"Yah mommy kok tau sih. Akting aku kurang Ok ya mom."
"Akting kamu udah bagus banget, mommy aja hampir tertipu. Tapi kamu harus tau ya, kamu gak bakal bisa ngadalin mommy. Karena sebelum kamu jadi kadal, mommy udah lebih dulu jadi ratu kadal. Bahkan tuh raja buaya, buaya darat aja sampai takluk sama mommy." ungkap Chintiya sambil melirik Morens yang sedari tadi hanya jadi pendengar.
"Oh,,, berarti dari tadi tuh kamu ada maunya deket-deket sama daddy ya." Morens mencubit hidung Mora.
"Ya dad, sebenarnya aku mau minta izin buat touring keliling pulau Jawa."
__ADS_1
"WHAT!!!!, OH NO BIG NO PREETY." tolak Morens tegas.
'Ah daddy. Kenapa?"
"Kamu itu wanita sayang."
"Ya emang Mora cewek, mang bisa diganti apa!" omel Mora.
"Ya, tapi bahaya sayang." ucap Morens lembut, agar Mora mau mendengarkan dirinya.
"Are you foerget something dad?"
"Something no."
"You sure!"
"Ya, kenapa sih?"
"Dad, im a couching a shooting. And im profesional."
"Still no. No compromies." Morens keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke kamarnya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Lanjut suka-suka aku ya, sampai bulan depan. Baru aku launching boss gila ku season 3.
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
💜💜💜💜💜
__ADS_1