
Flashback on
25 tahun yang lalu
Serena Hadinata sempat menjalani pendidikan di Jerman.
Saat diwaktu Serena kabur dan menghilangkan jejak dari Sandi, hari-harinya hanya dilalui dengan belajar dan belajar. Dia hanya bertekad untuk menyelesaikan kuliah dengan baik dan bisa membantu kakak dan ayahnya menjalani perusahaan ataupun usaha milik pribadi.
Serena bahkan tak lagi pergi dan berkumpul bersama teman-teman seperti biasa, sepulang kuliah dia hanya menghabiskan waktunya di apartemen saja.
Serena juga seperti menutup diri dan enggan bila terlalu dekat dengan seorang laki-laki, namun pria yang satu ini mampu membuat tawa Serena kembali, bahkan Serena juga sudah siap kembali ke Indonesia tak seperti niat awal yang ingin terus berada di Jerman setelah adanya masalah dengan Sandi.
Bernard Alfonso pria berkebangsaan Belanda namun memiliki darah campuran Jerman ini adalah seorang pria tampan dan juga ramah, mudah bergaul dan juga supel. Anak dari pengusaha sukses di Jerman yang bergerak di berbagai bidang.
Bernard kuliah di universitas yang sama dengan Serena, hanya saja berbeda jurusan akademik. Serena mengambil mata kuliah design grafis sedangkan Bernard mengambil mata kuliah manajemen bisnis.
Karena sifat hangat rasa humoris yang lumayan dari Bernard, membuat Serenan perlahan kembali pada dirinya sendiri yang ceria dan penuh semangat. Bahkan Serena bisa melupakan Sandi.
Suatu hari Bernard berniat untuk mengungkapkan isi hatinya pada Serena.
"Ser, aku mau ngomong sesuatu sama kamu." ucap Bernard kala itu.
"Aku juga mau ngomong sesuatu sama kamu." timpal Serena.
"Ya udah kamu ngomong duluan."
"Kamu aja duluan."
"Ladies first."
__ADS_1
"Ok, aku ngomong duluan ya." Serena menarik nafasnya sejenak "Lusa aku akan kembali ke Indonesia."
"Apa?, ke Indonesia."
"Ya, ke Indo. Kenapa Bern?"tanya Serena bingung melihat ekspresi dari Bernard.
" Bukannya kamu bilang kamu mau menetap disini!"
Serena menghela nafas kasar "Memang,,, tapi daddy menghubungiku dan memintaku untuk menggantikannya di perusahaan. Sebenarnya memang aku tidak berniat kembali, tapi daddy bilang dia sudah ingin bersantai di usia tua."
"Tapi, apa kamu bakal kembali kesini?" tanya Bernard ragu-ragu.
"Aku belum tau Bern, tapi aku akan selalu menghubungimu. Kalau ada waktu, aku akan berkunjung kesini atau kau yang datang kesana."
"Apa gak bisa di undur!, kenapa mendadak sekali?"
"Sebenarnya ini gak mendadak, daddy udah bilang soal hal ini dari lama, tapi aku terus beralasan. Cuma untuk kali ini, aku gak bisa beralasan lagi. Aku harus menggantikan kakak iparku mengurus usahanya, karena dia sedang melahirkan." jelas Serena panjang lebar.
"Hm... Oh ya ngomong-ngomong tadi kamu mau ngomong apa?"
"Ehm, aku lupa." Bern menggaruk pelipisnya.
Bern mengundurkan niatnya untuk mengungkapkan perasaan pada Serena, karena dia pikir percuma. Walaupun seandainya Serena menerima perasaannya, tapi lusa wanita itu akan kembali ke negara asalnya untuk waktu yang belum jelas.
Bern berpikir, mungkin nanti dia akan menyusulnya kesana bila situasinya memungkinkan. Bukankah Serena berjanji akan terus menghubunginya, dia akan melihat apakah saat mereka berjauhan Serena akan merasakan kerinduan padanya.
Bila Serena memang merindukannya, dia akan memperjuangkan cintanya walaupun mengorbankan usahanya disini.
Akhirnya Serena benar-benar kembali ke Indonesia, bulan-bulan awal Serena masih intens berhubungan dengan Bern dan itu membuat Bern yakin bahwa wanita yang dia incar memiliki perasaan yang sama padanya.
__ADS_1
Namun di bulan ke 4 dan seterusnya Serena sudah tidak lagi menghubunginya bahkan nomornya pun sudah tidak bisa dihubungi. Bern berencana ingin menyusul ke Indonesia, namun sebelum dia berangkat dia mendapatkan informasi bahwa Serena sedang dekat dan menjalani hubungan dengan seorang pengusaha muda bernama Sandi Abraham.
Bern merasakan sakit hati,.dia kecewa pada dirinya karena terlalu banyak berharap pada gadis itu. Ternyata selama ini dimat Serena dia hanyalah tidak lebih sebagai seorang sahabat yang keberadaannya terlupakan dan tergantikan oleh pria lain dengan begitu cepat.
Akhirnya Bern membatalkan niat untuk pergi ke Indonesia, walaupun sulit tapi dia berusaha untuk melupakan Serena dengan cara bekerja dan bekerja. Hingga dia benar-benar menjadi seorang pengusaha yang amat sukses baik itu legal maupun ilegal. Bern juga memutuskan tidak menikah dan bila dia ingin menyalurkan hasratnya dia hanya akan menyewa seorang P S K.
20 tahun kemudian
Di sebuah acara lelang di Jerman terdapat beberapa barang yang akan dilelang, salah satunya adalah sebuah kalung yang bernilai jual 750 ribu Dollar.
Saat itu sebuah kelompok jual beli ilegal mencoba menukar kalung tersebut dengan kalung imitasi yang sengaja mereka buat sama persis dengan aslinya.
Namun sialnya aksi mereka dipergoki oleh seorang wanita yang tak lain adalah Mora Hadinata, dan seorang pria misterius yang tidak diketahui identitasnya. Akhirnya hari itu mereka gagal menjalankan aksinya, dan malah harus rela berurusan dengan kepolisian hingga mengakibatkan penyitaan barang bukti perdagangan ilegal mereka senilai 15 juta Dollar.
Mereka mulai mencari tahu siapa wanita yang sudah menyebabkan kerugian besar pada transaksi mereka kali ini, setelah mengetahui identitas wanita yang dimaksud dengan segala cara mereka ingin membalas dendam pada wanita itu. Tapi sayangnya wanita itu berbeda dari yang lain.
Mora Hadinata seorang wanita yang terlihat anggun dari luar, tapi dibelakang itu dia bukanlah seperti gadis lain yang mudah untuk di dekati, hingga membuat kelompok perdagangan ilegal yang diketuai oleh Bernard Alfonso terus mengalami kegagalan dan terpaksa harus menggunakan cara lain.
Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata Mora adalah keponakan dari Serena yang tak lain adalah seorang wanita yang pada masa lalunya sudah membuat dirinya kecewa dan patah hati.
Akhirnya Bernard menjatuhkan pembalasan dendam pada Mora melalui Serena, sekaligus dia membalaskan rasa sakit hatinya terdahulu.
Flashback off
...----------------...
...----------------...
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
💜💜💜