
Pagi hari yang begitu terasa menyejukkan, dengan cahaya yang lembut dan udara yang masih terasa sejuk membuat damai suasana setiap insan, begitupun suasana hati Morens yang sangat damai karena perasaan yang sedang berbunga-bunga. Hari ini Morens sangat bersemangat untuk berangkat ke kantor. Dia meraih ponselnya dan menelpon Roby.
"Kau jemput Chintiya di rumahnya lalu antarkan ke kafe" ucap Morens.
"Kenapa mendadak sekali, aku bahkan belum bersiap-siap" gerutu Roby.
"Sekarang atau 2 bulan tanpa cuti"
"Tap... " belum selesai Roby berbicara Morens langsung menutup telponnya.
"Kalau cutiku terus di potong, bagaimana aku bisa mencari pacar. bisa-bisa aku menjadi jomblo akut" gerutu Roby yang langsung bersiap-siap untuk menjemput Chintiya.
DI rumah Chintiya, dia masih terlihat sedang bersiap-siap. Tapi dia mendengar suara ketukan pintu dan segera membuka pintu.
"Pagi Chintiya" sapa Roby.
"Loh pak Roby, sedang apa disini?"
"Menjemputmu"jawab Roby datar.
"Menjemputku!!"ucap Chintiya heran.
"Iya, apa kau sudah siap?"
"Apa Morens yang menyuruhmu?"
"Morens!!" tanya Roby penuh selidik.
"Ehh maksudku tuan Morens" jawab Chintiya sambil tersenyum kikuk.
"Menurutmu!!" jawab Roby.
"Baiklah aku mengerti, 5 menit ya"
"Ok, aku tunggu dimobil" Roby langsung beranjak masuk ke dalam mobil untuk menunggu Chintiya di sana. Memang setelah Sandi mengungkapkan perasaannya pada Chintiya, Chintiya menjadi menghindar dari Sandi dan dia meminta Sandi untuk tidak menjemput Chintiya lagi. Itu karena Chintiya tidak ingin memberikan harapan kepada Sandi, dia hanya tulus ingin berteman dengan sandi.
"CK dia itu selalu seenaknya, apa dia tidak bisa memberi tahu aku dulu. Aku bahkan belum bersiap-siap" gerutu Chintiya sambil merapikan keperluannya bekerja.
Setelah selesai Chintiya langsung keluar dan menuju ke mobil. Chintya ingin membuka pintu mobil bagian depan tapi langsung ditahan oleh Roby.
"Mau apa kau?" tanya Roby.
"Aku ingin masuk"
"Kenapa disitu!!"
"Lalu aku harus duduk di mana?" tanya Chintiya dengan kesal.
"Kau duduk dibelakang" ucap Roby sambil membuka pintu belakang.
"Hei aku bukan boss mu"
"Sudah cepat masuk, kau membuang waktu"
Dengan terpaksa Chintiya masuk ke kursi belakang. Selama diperjalanan mereka terus berbicara dan mengobrol.
"Em pak Roby"
"Panggil saja aku Roby, kita seumur kan. Aku merasa tua jika kau panggil pak, kecuali jika menyangkut profesional kerja"
"Ok... Tapi kenapa aku tidak boleh duduk di depan, aku merasa tidak nyaman duduk di sini seperti nona muda"
"Ya, sebentar lagi kau akan menjadi nona muda"
"Maksudmu"
__ADS_1
"Kau punya hubungan kan dengan boss?"
"Apa Morens mengatakan sesuatu padamu!!"
"Tidak... Aku sudah lama bekerja dengannya, jadi tanpa dia bicara pun aku tau"
"Tapi, bersikap biasalah jika tidak sedang bersamanya"
"Aku tidak mau cutiku habis"
"Apa dia akan memotong jatah cutimu, bila kau melakukan kesalahan?"
Roby hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Chintiya.
"Hahahaha, dia itu memang aneh. Benar-benar spesies langka dan harus dibudidayakan"
Tanpa terasa mereka sudah sampai di tujuan.
"Loh kita tidak langsung ke kantor?" tanya Chintiya.
"Tuan Morens menunggumu di room VIP no 12"
"Kau juga ikut denganku kan!!"
"Tidak... Aku tunggu di luar,, sudah cepat masuk"
"Baiklah"
Terdengar suara pintu dibuka.
Morens yang sudah menunggu dari tadi, akhirnya bisa bernafas lega.
"Morning sweety" sapa Morens sambil mengulurkan tangannya untuk menyambut Chintya.
"Hei, kenapa wajahmu ditekuk seperti itu. Apa kau tidak suka aku memintamu kemari?"
"Kau selalu seenaknya. apa kau tidak bisa mengabari aku terlebih dahulu?, bagaimana jika tadi aku belum mandi, atau mungkin aku belum bangun tidur!!" ucap Chintiya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Jika kau belum bangun tidur aku akan kesana dan menemanimu tidur lagi, dan jika kau belum mandi maka aku akan memandikanmu" goda Morens sambil mengedipkan matanya.
"Cih, dasar OMES. Kau selalu membuatku kesal" jawab Chintiya sambil menjewer lengan Morens.
"AWWW ... Tapi kau suka kan"
"Sudah cukup, rayuanmu tidak bisa membuat perutku kenyang"
"Oh iya aku lupa, kau mau pesan apa nona?"
"Aku mau sandwich keju dan coklat panas"
"Ok"
Setelah selesai sarapan mereka langsung beranjak untuk ke kantor, tapi sebelum sampai di pintu kafe.
"Morens aku mau ke toilet dulu ya"
"Mau ku antar?"
"Jangan berlebihan" lalu Chintiya langsung menuju ke toilet untuk merapikan makeup nya setelah sarapan tadi dan ketika itu dia berpapasan dengan seorang wanita.
"Hei, bukankah kau sekretaris itu" ucap wanita itu dengan nada yang tidak bersahabat.
Chintya tidak menanggapi, dia ingin langsung beranjak dari situ. tapi wanita itu langsung menahannya.
"Hei dengarkan aku, apa kau benar calon istri Morens?"
__ADS_1
"Bukan urusanmu"
"Tentu saja itu urusanku, aku tahu Morens bicara seperti itu hanya untuk memanasiku saja"
"Huh percaya diri sekali" jawab Chintiya dengan tatapan malas.
"Kuingatkan jangan dekati Morens, karena dia hanya mencintaiku dari dulu"
"Oh ya... Ibu Rancy yang terhormat, saya tidak pernah mendekati Morens. Tapi bagaimana bila sebaliknya!!. jika anda mengatakan itu pada saya maka anda salah sasaran, harusnya anda katakan itu pada Morens. Selamat pagi"
lalu Chintiya langsung berlalu pergi dan begitu sampai di parkiran.
"Sweety, kenapa kau lama sekali?" tanya Morens dengan khawatir.
"Tadi aku bertemu dengan nyi pelet"
"Nyi pelet?, siapa dia?"
"Sudah jangan dipikirkan, ayo kita ke kantor aku tidak enak dengan pegawai yang lain bila datang terlalu siang"
"Jika mereka berani mengusikmu, katakan saja padaku"
"Hei aku ini profesional dalam bekerja ya"
"Iya, aku mengerti"
mereka bertiga pun langsung menuju ke kantor, setelah sampai di ruangan jam menunjukkan pukul 08.30.
"Sweety, apa jadwalku hari ini?" tanya Morens.
"Jam 10.30 pertemuan singkat dengan bagian HRD terus jam 14.00 pertemuan ulang dengan MENTARI GROUP"
"Nanti jam 14.00 biar Roby yang urus" ucap Morens.
"Kenapa tidak langsung kau yang datang?" tanya Chintiya menyelidik.
"Hmm"jawab Morens malas.
"Kenapa?, apa kau takut bila bertemu dengan pimpinannya akan mengingatkanmu sesuatu?"
Morens paham apa yang dimaksud Chintiya, dia tersenyum kecil akan hal itu.
"Apa kau cemburu sweety?" tanya Morens sambil berjalan mendekat ke meja Chintiya.
"Emm tidak, tapi kau harus profesional bukan"
"Ah kau benar, kalau begitu aku akan bertemu dengan MENTARI GROUP sendiri saja. Agar aku lebih bebas bicara" goda Morens dengan wajah yang dibuat serius.
"Eh, mana bisa begitu" ucap Chintiya tidak terima.
"Tadi kau bilang aku harus profesional" jawab Morens sambil menatap intens ke Chintya.
Chintya gugup dan langsung memalingkan wajahnya, jantungnya pun bekerja ekstra keras di tatap Morens seperti itu. tapi dia berusaha menetralkannya.
"I...Iya tapi" Chintiya tidak melanjutkan perkataannya karena Morens langsung menarik pinggang Chintiya mendekat padanya, kemudian Morens berbisik di telinga Chintiya dengan suara yang sangat lembut.
"Kau sangat menggemaskan bila sedang cemburu seperti ini" dan Morens langsung mengecup pipi Chintiya lembut dan kembali ke meja kerjanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**MAAF BARU SEMPAT UP. TETAP SEMANGAT BIARPUN LAGI SIBUK URUS BABY
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN
TBC❤❤❤❤❤**
__ADS_1