Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 21


__ADS_3

Terdengar suara ketukan pintu di ruangan Mora, dan ternyata itu adalah Oxen sang sekertaris.


"Siang boss."sapa Oxen setengah membungkukkan tubuhnya.


"Kenapa?" Mora masih serius menatap layar laptopnya yang menampilkan grafik pergerakan harga saham hari ini.


"Di depan ada tuan Dennis Lincoln dari Grid construction. Dia mau ketemu sama nona." jelas Oxen.


"Grid, apa hari ini kita ada janji temu sama mereka?"


"Enggak ada."


Mora memikirkan sejenak dan kemudian memutuskan untuk menerimanya.


"Ok, suruh dia masuk."


"Siap boss."


Oxen pergi dari ruangan itu untuk memanggil Dennis Lincoln masuk, tak lama kemudian Dennus pun masuk.


"Selamat siang nona Mora." sapa Dennis begitu berada di ruangan Mora.


Mora bangkit dan menghampiri Dennis, dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Selamat siang tuan Dennis, silahkan duduk."


"Terima kasih."


Mereka duduk bersebrangan di sofa yang ada di dalam ruangan Mora.


"Oh ya, ada keperluan apa yang membuat tuan Dennis repot-repot datang kemari?"tanya Mora membuka pembicaraan.


" Sebelumnya saya mohon maaf telah mengganggu waktu anda nona, saya kesini ingin menyampaikan pesan dari Kakak sekaligus boss saya Mark Lincoln. "


"Kenapa harus repot datang?, Anda bisa menghubungi sekertaris saya dan nanti dia akan menyampaikan pesan tersebut kepada saya." jelas Mora yang merasa ada maksud tertentu dari Dennis.


"Tidak apa nona, saya kesini juga ingin memberikan ini atas nama tuan Mark." Ucap Dennis sambil memberikan sebuah amplop pada Mora.


"Apa ini?" tanya Mora mengambil dan membuka isi amplop tersebut.


Yang ternyata adalah sebuah undangan perayaan hari pembukaan kantor cabang Grid yang baru, sekaligus perayaan hari ulang tahun Mark Lincoln.

__ADS_1


"Tuan Mark secara khusus mengundang anda dalam acara tersebut, tuan Mark juga akan mengirimkan supir khusus menjemput anda untuk pergi ke acara tersebut." jelas Dennis


"Terima kasih untuk semuanya, tapi saya rasa itu tidak perlu. Saya akan pergi sendiri saja, saya tidak ingin merepotkan tuan Mark." tolak Mora secara halus.


"Saya mohon terima saja nona, kalau tidak tuan Mark pasti akan sangat kecewa. Karena beliau secara khusus menyiapkan itu hanya untuk Anda nona."


Mora menghela nafas "Baiklah, saya terima. Sampaikan terima kasih saya pada tuan Mark."


"Itu pasti, kalau begitu saya pamit undur diri. Maaf menyita waktu nona yang begitu berharga."


"Tidak masalah."


Dennis pun pergi dengan diantar hingga ke loby oleh Oxen, tak lama kemudian Xander masuk ke dalam ruangan Mora dan duduk di sofa.


"Kamu udah makan siang belum?" tanya Xander pada Mora yang melihat Mora terlihat sangat sibuk hari ini.


"Belum, aku masih sibuk." jawab Mora tanpa menatap Xander.


Xander berdecak dan menghampiri Mora, setelah itu Xander mengambil berkas yang di pegang oleh Mora dan menutup laptop milik Mora.


"Xander!!, jangan kurang ajar." bentak Mora yang tidak terima karena Xander mengganggu pekerjaannya.


"Terserah kamu mau maki aku apa aja, tapi aku gak suka kamu mengabaikan kesehatan karena terlalu sibuk bekerja."


"Aku makan nanti." jawab Mora mengalah yang tidak ingin berdebat dengan Xander.


"Enggak!!, makan sekarang juga. Aku udah bawa makanan buat kamu, aku tau kamu pasti lupa jam makan siang karena hari ini kamu sangat sibuk." Xander menunjuk ke arah meja tempat dia meletakkan makanan yang dia bawa tadi.


Mora menghembuskan nafas kasar, memang Xander ini tipe pria posesif. Dia tegas namun perhatian.


"Ya ya ya pak guru." sindir Mora yang akhirnya bangun dan berjalan ke arah sofa.


"Murid yang pintar dan sexy." jawab Xander setengah berbisik di telinga Mora.


Mora tidak menanggapi lagi ucapan Xander, karena dia memang sangat lapar, jadi dia hanya fokus pada makanannya saja.


Xander masih dengan setia menunggu Mora yang tengah makan dengan lahap, setelah Mora selesai makan Xander membereskan bekas makan tadi.


"Tadi siapa?" tanya Xander pada Mora yang sedang mengelap bibirnya dengan tisue.


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Yang tadi datang dan diantar oleh Oxen."


"Oh,,, itu Dennis Lincoln."


"Grid Construction?"


"Hm."


"Ada perlu apa dia kesini?"


"Gak ada apa-apa, hanya kunjungan biasa sekalian mampir." jawab Mora bohong.


Mora sengaja tidak mengatakan kepada Xander karena,, Mora ingin menyelidiki ada apa dengan Mark Lincoln ini. Mora curiga bahwa ada sesuatu yang direncanakan oleh Mark, jadi Mora berniat datang sendiri untuk memancing dan mencari tau sendiri soal Mark, agar mereka tidak curiga.


Namun bila sampai Xander tau dia akan bertemu Mark, Xander akan melarangnya dan akan menggagalkan upaya penyelidikan Mora kepada Mark. Ya walaupun Mora tau, Xander bisa melakukan itu. Tapi Mora merasa ada sesuatu lebih dari ini yang disembunyikan Mark.


"Kunjungan!!" selidik Xander.


Dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mora, dia curiga pasti ada sesuatu yang direncanakan Lincoln bersaudara ini. Jika Mora memang tidak mau memberitahunya, maka Xander akan menyelidikinya sendiri.


Xander tau, Mora juga pasti punya alasan sendiri kenapa dia tidak memberitahunya. Tapi Xander tidak akan membiarkan wanitanya mengalami kesulitan sendiri.


"You not believe me?, whatever." jawab Mora acuh dan kembali ke kursi kerjanya.


"I trust you baby." Xander mengikuti langkah Mora yang berjalan ke arah kursi milik Mora.


Setelah itu Xander membungkukkan tubuhnya dan mencium pipi Mora sesaat.


"Ya udah, aku pergi dulu ya." seringai Xander sambil terkekeh.


"DAMN" Mora mengacungkan jari tengahnya pada Xander yang menatapnya dengan tersenyum.


"Wow, aku suka jari mu. Alangkah nikmatnya bila jari-jari lentik itu bermain di sini." goda Xander dan mengarahkan pandangannya ke arah celananya.


"Gila." umpat Mora.


Xander berjalan pergi sambil tertawa.


......................


......................

__ADS_1


TBC


__ADS_2