Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 83


__ADS_3

Keesokan harinya


"Halo. " ucap Serena di telepon.


"....."


"Ya. Ntar aku kesana."


"...."


"Apa itu penting kak?"


"...."


"Ok."


Serena kini berdiri di depan meja rias, memperhatikan tampilannya dari cermin itu.


Nanti siang dia akan datang ke gedung RENS CORP, karena Morens memintanya untuk datang. Setelah dirasa sudah rapi, dia keluar kamar dan menuju meja makan untuk sarapan.


"Sayang, hari ini kamu mau pergi kemana? " tanya Lexi saat mereka telah selesai sarapan.


"Hari ini aku akan ke kantor kakak. "


"Kamu mau pergi dengan siapa? "


"Dengan supir mom."


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, dia berangkat menuju ke gedung RENS CORP untuk makan siang bersama dengan Morens. Karena Morens memintanya untuk datang dan ada hal yang penting yang akan dibicarakan oleh Morens.


30 menit kemudian dia sampai di kantor Morens, dia langsung menuju ke ruangan Morens setelah bertanya kepada resepsionis keberadaan Morens.


Begitu dia sampai di depan ruangan Morens, dia melihat Rena sedang serius di depan layar monitor.


"Permisi kak."


"Eh non Serena. Mau ketemu tuan Morens? "


"Iya, kakak ada kan!"


"Ada kok, baru aja selesai meeting."


"Ya udah aku masuk ya."


"Ya non."


Serena masuk begitu mendapat izin dari dalam. Saat masuk dia melihat Roby duduk di sofa sedang membaca beberapa berkas yang ada di meja. Sedangkan Morens, dia tengah sibuk berkutat dengan pena seraya menandatangani beberapa berkas.


"Hai kak, Halo pak Roby. " sapa Serena ramah.


"Halo nona Serena." jawab Roby.


"Apa aku mengganggu kalian?"


"Enggak kok." Lalu tatapan nya beralih pada Morens "Bos saya keluar dulu ya."


"Roby, kamu ingatkan tugas kamu apa?" seraya melirik ke arah Serena.


Roby mengetahui arti dari tatapan Morens "Siap bos. "


Roby keluar dari ruangan meninggalkan Morens dan Serena di dalam.

__ADS_1


"Ada apa kakak menyuruhku datang kemari?"


"Sabar dulu, lebih baik kita makan dulu. Aku sudah pesan makanan dan sebentar lagi akan datang, tunggu saja sebentar."


Sambil menunggu makanan datang, Serena mengambil ponselnya dari dalam tas. Kemudian dia mencari kontak nama Sandi tapi tidak dia temukan, berulang kali dia mencari tapi tetap tidak ketemu. Saat hampir menyerah, dia melihat satu kontak nama yang dirasa asing olehnya.


"MY FUTURE HUSBAND, kontak siapa ini?" batin Serena.


Dia mencoba membuka profil yang tertera dalam aplikasi percakapan online, dan disitu dia melihat sebuah poto seorang wanita dan pria yang membelakangi kamera sedang memperhatikan langit senja. Dia meyakini bahwa itu adalah poto dirinya bersama Sandi yang diabadikan beberapa waktu yang lalu.


Kini dia tau kontak ini milik siapa, dia tersenyum tipis mengingat tingkah laku Sandi yang mendadak konyol karena begitu takut dia akan meninggalkannya.


Me : Temui aku di kafe B jam 2 siang


My future husband : Ok baby 😙😙


Me : Gila


My future husband : Cause of you babe


Serena tidak membalas lagi pesan dari Sandi, dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Setelah itu makananpun datang, tapi dia melihat sang kakak yang tengah melakukan panggilan video bersama istri dan anaknya.


Sebuah ide terbesit di kepala Serena untuk menjahili kakaknya.


"Halo princess daddy, baru bangun ya."


"Ya dad, Mora baru bangun masih antuk." jawab Chintiya menirukan suara anak kecil.


"Kamu lagi apa sweety?"


"Aku baru mau sholat, kamu udah makan siang belum?"


"Baru mau mulai, makanan juga baru datang kok."


"Sayang cepetan, lama banget sih telponnya. " ucap Serena manja, Sengaja menjahili Morens.


Chintiya yang mendengar itu langsung melotot dan menghardik Morens tajam.


"Morens!! siapa itu? " tanya Chintiya dengan nada yang tidak bersahabat.


"Sayang dia.."


Belum sempat Morens bicara, suara wanita tadi kembali terdengar.


"Sayang udah dong cepetan, aku udah gak tahan nih."


"Morens!! sedang apa kalian? Oh jadi begini ya kamu sekarang gak ada aku di kantor. " hardik Chintiya.


"Sayang, itu tadi Serena. Aku lagi makan siang sama dia."


"Mana coba liat. "


Morens langsung membalikkan tubuhnya untuk menghampiri Serena, namun alangkah terkejutnya dia, saat dilihat Serena sudah tidak ada di sofa. Serena lebih dulu keluar sebelum Morens memarahinya.


"Sayang tadi." ucap Morens gugup.


"Tadi apa?, kamu bohong kan. Pake bawa-bawa nama Serena segala."


"Enggak yang, bener kok itu tadi Serena. "


"Udah lah, aku mau kerumah daddy aja sama Mora. Males liat muka kamu."

__ADS_1


"Sayang hei." Chintiya menutup telponnya terlebih dahulu.


Morens geram dengan tingkah jahil adiknya sampai membuat istrinya ngambek, dan dipastikan malam ini dia tidak bisa coblos mencoblos.


Morens keluar ruangan mencari keberadaan adiknya itu, saat di depan meja Rena dia berhenti dan bertanya pada Rena.


"Rena kamu liat Sera gak?"


"Non Sera,,, itu,,, " jawab Rena gugup.


"Iya mana Sera?" tanya Morens lagi tidak sabar.


"Non Sera." jawab Rena sambil melirik ke arah bawah meja.


Morens mengikuti arah tatapan mata Rena, disitu dia melihat Serena sedang meringkuk dibawah kaki meja untuk bersembunyi dari Morens.


Morens berputar arah mendekati meja dengan langkah perlahan. Setelah berhasil mendekat dia berdehem.


"Ehem. "


Serena mengangkat wajahnya dan dia melihat Morens sedang berdiri dengan berkacak pinggang.


"Hai kak." Serena tersenyum kikuk.


"Lagi ngapain kamu disitu?"


"Eh itu, tadi aku liat kecoa trus mau aku tangkap. Aku kasian dengan kak Rena karena dia ketakutan tadi."


"Oh kamu baik sekali, tapi biar kakak panggil CS untuk menangkap kecoa itu. Sekarang ikut kakak ke dalam. "


"Ok." jawab Serena lirih.


Kemudian dia berjalan mengikuti Morens masuk kedalam ruangan sambil mendelik ke arah Rena. Sementara yang ditatap hanya tersenyum sambil mengucapkan kata maaf tanpa mengeluarkan suara.


Begitu di dalam Serena langsung mendapat tatapan tajam dari Morens.


"Bagus ya, belum ada satu jam kamu disini. Tapi kamu sudah membuat kerusuhan ya."


"Maaf kak, aku hanya bercanda. "


"Kamu tau gak?, sekarang Chintiya dan Mora pergi ke rumah daddy karena gak mau ketemu sama aku."


"Kebetulan, ntar biar aku yang ngomong ke kakak ipar yang sebenarnya. "


"Ya udah kakak pegang janjimu, sekarang kita makan. Kakak udah laper banget, ditambah sama ulah dramatismu itu bikin tenaga kakak terkuras menahan emosi."


"Sabar, jangan marah-marah terus. Ntar makin cepat tua loh. Kan kasian kalau ntar orang bilang kakak ipar nikah sama om-om."


"Kamu nih mulutnya minta di sambelin pake cabe setan ya. Biar tambah pinter kalau ngeledek orang."


"Hehehe gak usah pake cabe udah pintar kok. Kan diasah terus tiap hari biar makin tajam. "


"Kamu ya."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMUUAACCHH 💖💖💖💖💖


__ADS_2