Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 76


__ADS_3

Sebelum baca, cuma mau ingetin buat baca juga Takdir Cinta Andrea dan Pembantuku Superstar.


Ceritanya gak kalah seru kok.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Setelah menjalani proses pemulihan lanjutan selama 5 hari di rumah sakit, akhirnya Chintiya sudah diperbolehkan untuk pulang.


"Selamat ya bu, hari ini anda sudah boleh pulang. Tapi jangan lupa untuk rawat jalan selama 1 bulan ke depan. Kami mau memastikan kalau ibu sudah benar-benar pulih."


"Iya dok, terima kasih."


"Sayang, aku keluar sebentar ya mau urus administrasi." pamit Morens.


Jam 1 siang, Chintiya baru meninggalkan rumah sakit. Setelah sebelumnya memastikan apa-apa saja yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, dan juga masih banyak pesan-pesan yang lain yang diutarakan oleh dokter.


Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, Chintiya dan Morens sampai dikediaman Hadinata. Lexi sangat antusias menyambut kepulangan Chintiya dari rumah sakit.


Lexi menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat rapi, dari letak kamar yang dipindahkan di lantai satu sampai menu makanan yang harus dikonsumsi oleh Chintiya pasca persalinan yang membuat seluruh keluarga merasa was-was akan keadaan Chintiya.


"Assalamualaikum." ucap Chintiya dan Morens bersama.


"Walaikumsalam, Wellcome home my lovely. Maaf kami gak bisa jemput kamu di rumah sakit." jawab Lexi menyambut kedatangan mereka sambil berdiri di depan pintu utama sembari merentangkan tangannya.


"Thanks mom. Gak papa kok."


"Oh ya Morens, mommy memindahkan barang-barang kalian ke kamar di lantai 1 untuk sementara. Sampai Chintiya sudah benar-benar pulih, mommy gak mau menantu mommy yang cantik ini kenapa-kenapa kalau harus naik turun tangga."


"Ya mom, aku juga setuju. Mommy is the best." rayu Morens.


"Baru sadar kamu!, kalau mommy ini adalah mommy terbaik dalam dunia per emak-emak an."


Chintiya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ternyata mertuanya ini tidak berubah. Dia tetap baik dan humoris namun dia juga sangat tegas.


"Sayang aku kemar dulu ya, mau taruh barang-barang dulu." ucap Morens.


Setelah Morens Masuk ke dalam kamar, Lexi mengajak Chintiya untuk duduk di sofa yang bisa sekaligus di jadikan single bed. Agar Chintiya tetap dapat beristirahat di manapun.


"Nak, kamu duduk dulu disini. Grandma mau bawa princess Mora kesini." ucap Lexi sambil membantu mendudukkan Chintiya di sofa ruang keluarga.

__ADS_1


Kemudian Lexi menuju ke kamar Mora yang letaknya berada disebelah kamar Morens saat ini. Richard sengaja membuat pintu penghubung antar kamar itu, agar memudahkan Chintiya atau Morens mengawasi Mora.


Lexi datang sambil membawa Mora yang baru saja bangun dari tidur siangnya bersamaan dengan Morens yang keluar dari kamar. Morens langsung mengambil Mora dari tangan Lexi begitu mereka berpapasan.


"Uh kesayangan daddy, baru bangun ya. Aduh aduh pake mangap-mangap lagi, bikin gemes deh." Morens menciumi pipi Mora karena gemas sambil berjalan menghampiri Chintiya.


"Itu mommy cantik, kamu kangen gak sama mommy." ucap Morens sambil berdiri di hadapan Chintiya.


Chintiya merentangkan tangannya, memberi isyarat bahwa dia ingin menggendong Putri cantiknya itu.


"Grandma, makasih ya udah jagain Mora selama aku gak ada. Aku minta maaf udah bikin kalian semua khawatir."


"Jangan ngomong gitu sayang, grandma senang kok jagain cucu grandma yang cantik dan pintar ini."


"Makasih sekali lagi mom." lalu tatapan Chintiya beralih kepada Morens.


"Iya, udah ah jangan dipikirin."


"Dad, kamu kok jadi jelek gini sekarang. Maaf, aku gak bisa ngurusin kamu dengan baik dan benar." ucap Chintiya sambil membelai wajah Morens yang hampir dipenuhi dengan rambut.


"Ngomong apa sih kamu, aku tuh kaya gini lagi pengen coba model baru. Aku pengen liat kalau rambut aku gondrong terus mukaku brewokan kaya gimana ya?, menurut kamu aku pantes gak kaya gini?" ucap Morens mencoba menghibur Chintiya.


"Enggak, jelek banget. Kamu kaya preman pasar malem tau gak. Iya kan princess."


"Ya ampun, masa preman pasar malem sih. Pasar induk kek, kan kerenan dikit gitu, kalau pasar malem kan level ecek-ecek."


"Sayang, kemarin kan kamu bilang kalau kamu ngerasa ada tangan kecil yang sentuh wajah kamu."


"Iya."


"Apa kamu tau itu tangan siapa?"


Chintiya menggelengkan kepalanya


"Siapa?"


Morens membelai rambut Putri kecilnya yang kembali tertidur di pangkuan Chintiya, merasakan kehangatan kasih sayang seorang ibu.


"Dia yang menyentuh wajah kamu."


"Masa?"


Morens mengangguk lemah

__ADS_1


"Dia mau main sama kamu, dia kangen banget sama kamu. Kamu tau gak?, setiap dia lagi nangis mungkin karena rindu sama kamu, aku selalu menunjukkan gambar wajah kamu yang ada di ponsel aku. Apa kamu tau?, dia langsung berhenti menangis sambil menatap layar ponsel aku yang ada gambar wajah kamu. Trus gak lama dia langsung ceria lagi." ucap Morens sambil terus menatap haru Mora, dia merasa sedih bila mengingat kejadian itu.


"Maafin mommy sayang, karena mommy gak ada disaat pertama kali kamu hadir ke dunia." Chintiya menitikan air mata, perasaan bersalah itu kembali hadir setiap melihat wajah polos Putri cantiknya.


"Udah gak usah di ingat lagi, yang penting sekarang kamu udah baik-baik aja."


Chintiya mengangguk


"Oh ya, waktu aku masih tertidur. Aku dengar ada yang bilang, kalau suamiku lagi sibuk cari cewek lain karena bosen nunggu aku yang gak bangun-bangun."


Morens tersenyum kikuk


"Itu gak bener sayang, mereka ngomong kaya gitu buat mancing alam bawah sadar kamu supaya kamu bangun. Tapi nyatanya itu gak berhasil, kamu gak takut aku bakal cari cewek lain tapi kamu lebih takut sama anak kita. Karena dengan sekali sentuhan tangannya di wajah kamu, kamu langsung bereaksi."


Saat tengah asik berbincang, terdengar suara dari arah pintu masuk.


"Assalamualaikum, ahhh kakak ipar sudah datang." teriak Serena heboh, dia tidak memperdulikan tatapan tajam dari Morens, karena teriakannya itu bisa membangunkan Putri cantiknya.


"Bisa gak sih, kalau ngomong tuh volumenya di kondisikan. Kamu gak liat apa, kalau Mora lagi tidur." omel Morens.


"Iya maaf, aku gak liat kalau si kecil ini lagi ada disini." ucap Serena pelan karena merasa bersalah.


"Ah kamu mah kebiasaan."


"Udah-udah jangan ribut, gimana keadaan kamu nak?, udah lebih baik kan, atau masih ada yang dirasa gak nyaman?" tanya Richard pada Chintiya di sela-sela perdebatan antara Morens dan Serena.


"Alhamdulillah. Oh ya dad, apa sekarang Serena kerja sama daddy?" ucap Chintiya.


"Ya, untuk sementara dia ikut sama daddy. Biar dia terbiasa nanti, saat daddy sudah pensiun."


"Alah, emang dia bisa!. Bocah kaya gini mah, paling bisanya jalan-jalan sama shoping." ejek Morens sambil mencubit hidung Serena.


"Aww,,,, wah nyepelein nih orang. Dia gak tau, hasil dari aku bersemedi selama 7 purnama dan 7 musim."


"Ih,,, gelaay."


...****************...


...****************...


...****************...


Jangan lupa LIKE dan VOTENYA. Terima kasih.

__ADS_1


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH💜💜💜💜💜


__ADS_2