Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 86


__ADS_3

Morens yang baru saja selesai melakukan meeting, kini tengah duduk di kursi kebesarannya. Saat ini dia sedang mendengarkan laporan dari orang suruhan Roby yang ditugaskan untuk mengikuti Serena.


"Firasatku ternyata benar, ada sesuatu antara mereka. " Morens menjeda sebentar "Terus pantau dan beri aku laporan terus."


"Baik bos, em tapi ngomong - ngomong hari ini bos jadi duda lagi ya."ejek Roby.


"Maksudnya? "


"Chintiya ngambek sama bos kan, trus bos ditinggal ke rumah tuan Richard. Iya kan."


"Jangan asal ngomong kamu ya"


"Ngaku aja bos, kalau bos kesepian saya siap kok nemenin. " tawar Roby.


"Heh gue itu 100% normal ya. Mending gue ditemenin nyamuk, dari pada ditemenin batangan gak laku kaya lu." kesal Morens, sampai gue dan lu ikut keluar. Sambil bergidik ngeri.


"Ih siapa juga yang doyan sama bos, biarpun batangan saya belum laku tapi dia tetep masih butuh goa buat bersarang. Gak mau lah dia main anggar."


"Lah terus tadi maksudnya apa? "


"Saya bakal nemenin bos minum. sambil main komedi putar di kursi kerja. Abis itu saya rekam di video trus saya simpan. Ntar kalau saya lagi bete, saya tinggal putar video tadi anggap aja lagi nonton sirkus."


"Wah bener-bener udah bosen kerja. Cepat ngomong mau pesangon berapa?, saya kasih."


"Eh enggak kok bercanda."


...----------------...


Sementara di taman masih berada 2 manusia yang sedang saling diam dan dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang rumit.


"Ok. Terus bagaimana soal kamu dan Morens?, apa kamu berniat cerita sama aku?"tanya Serena lagi.


"Soal itu,,,, itu karena, ,,,, karena aku,,,, karena aku..."


"Karena aku apa?" tanya Serena penasaran.


"Itu karena, ,,, aku dulu juga menyukai Chintiya. " ucap Sandi lirih.


"Chintiya!, maksud kamu Chintiya kakak ipar aku?" Serena memicingkan mata.


"Iya."


"Apa jangan-jangan, kamu deketin aku karena ada maksud tertentu iya?"


"Enggak Ser, aku benar-benar sayang sama kamu. Aku bahkan baru tau kemarin kalau kamu adik dari Morens. "


"Atau jangan-jangan kamu mau berusaha dapetin kak Chintiya lagi iya!!"


"Demi tuhan Ser, aku gak ada niat kesitu. Aku udah ikhlas dan terima kekalahan aku, kalau Chintiya lebih memilih Morens. "


"Apa kamu masih cinta dengan kak Chintiya? "


"Ser, harus berapa kali aku bilang. Sekarang aku cuma cinta sama kamu, aku cuma mau kamu Ser. Please percaya sama aku, aku bakal lakuin apapun buat kamu Ser." ucap Sandi memohon.


"Apa kamu yakin?"


"Kamu masih ragu sama aku!, sekarang aku harus lakuin apa biar kamu percaya kalau aku benar-benar sayang sama kamu. "


"Gak tau San, aku jadi semakin ragu sama kamu. Aku rasa mending kita temenan aja kaya awal dulu. "tawar Serena.

__ADS_1


"Enggak!!!, aku gak mau. Selama ini aku sering mengalah untuk wanita yang lain. Tapi untuk kamu, aku gak akan mengalah dan ngelepasin kamu." tolak Sandi tegas.


"Tapi San."


"Itu keputusan aku, terserah kamu mau nolak atau gak. Yang jelas aku bakal jadiin kamu nyonya Abraham. "


Sandi langsung berlalu pergi dari taman itu meninggalkan Serena sendiri disana.


30 menit kemudian, Serena memutuskan untuk pergi dari taman itu. Tapi dia tidak langsung pulang ke rumah, tujuannya saat ini adalah sebuah pusat perbelanjaan. Dia ingin pergi ke salon untuk merilekskan tubuh dan pikirannya, yang selama satu minggu mengalami banyak kejadian dan kenyataan tak terduga.


40 menit kemudian, dia sampai di sebuah mall. Dia lalu masuk kedalam dan mencari sebuah salon kecantikan. Serena mengedarkan pandangan seraya mengamati mall tersebut.


Sesaat sebelum masuk ke dalam salon kecantikan yang dia tuju, tubuhnya terjatuh karena seorang wanita menabrak nya.


"Aww" ucap perempuan itu dan Serena bersamaan.


"Maaf, maafkan saya. Saya tidak sengaja." ucap perempuan itu sambil membantu Serena berdiri.


"Oh gak papa kok. Lain kali lebih hati-hati ya, lagian kenapa tadi kamu jalan sampai meleng gitu. "


"Itu saya lagi cari kakak saya, saya tadi jalan sama dia terus saya liat ada sebuah baju dipajang di salah satu menekin. Saya berhenti tanpa bilang ke kakak saya, begitu saya sadar kakak saya udah gak ada."


"Kenapa gak coba kamu telpon? "


"Ponsel aku mati kak, lupa di isi baterai. "


"Terus sekarang mau bagaimana? "


"Ya saya mau cari dia lagi. "


"Gak usah, mending tunggu disini aja. saya temenin kamu tunggu kakak kamu, kita duduk dulu yuk. Takutnya kalau kamu keliling lagi, ntar malah selisih jalan jadi gak ketemu. "


"Gak papa, aku juga lagi santai kok."


Karena kejadian ini, Serena jadi sedikit terlupakan tentang masalah Sandi.


"Oh ya kak, nama kakak siapa? " tanya perempuan itu.


"Aku Serena, kamu siapa? "


"Aku Irene kak. Kakak mau kemana sih tadi?"


"Oh, aku mau ke salon. Kenapa?, kamu mau ikut?"


"Oh gak kok. Kakak udah cantik kok, gak perlu ke salon lagi."


"Hahahaha, bisa aja kamu."


Obrolan mereka terhenti karena ponsel Serena berdering, yang bertuliskan nama MOM KU SEXI.


"Sebentar ya, aku terima telpon dulu."


"Iya kak." jawab Irene sambil melirik dan mencoba mendengarkan percakapan Serena di telepon.


"Halo mom."


"Sayang kamu dimana? " tanya Lexi di seberang sana.


"Aku di salon mom."

__ADS_1


"Sampai sore gini sayang? "


"Enggak mom. Tadi habis dari kantor kakak, aku bertemu dengan temanku dan mengobrol sebentar di taman kota. Setelah itu baru aku kesini."


"Ya udah, tapi jangan terlalu malam. Ingat sayang perempuan tidak baik di luar malam-malam, sendiri lagi.


"Ya mom, i know"


"Becareful honey."


"Thanks mom."


Serena memasukan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Setelah ini dia berniat untuk pulang saja dan membatalkan rencananya ke salon, karena dia tidak mau membuat Lexi khawatir.


Tak lama kemudian, seorang pria terlihat berjalan tergesa-gesa ke arah mereka.


"Astaga Irene, kamu dari mana?. Kakak cari kamu kemana-mana, sampai leklok nih kaki." omel pria itu.


"Sorry kak, tadi aku lagi cari kakak. Eh malah aku gak sengaja nabrak kakak ini." tunjuk Irene pada Serena.


"Aduh maaf ya, adik saya jadi ngerepotin gini. " ucap pria itu pada Serena.


"Its ok, lagian aku juga gak Kenapa - napa kok."


"Oh ya, gimana kalau saya traktir minum dulu. Anggap aja sebagai ucapan maaf aku." tawar pria itu.


"Maaf ya, aku gak bisa. Aku sudah di tunggu sama mommy, mungkin lain kali aja deh."


"Oh gitu ya, kalau gitu saya minta nomor ponsel kamu aja. Ntar saya hubungi kamu lagi."


"Ok"


"Oh ya kenalin, saya Tedy."


"Serena."


Setelah bertukar no ponsel, Serena bergegas pergi. Selepas kepergian Serena, nampak seorang wanita berjalan mendekat ke kakak beradik itu dengan bertepuk tangan.


"Wah wah wah, kalian hebat. Akting kalian benar-benar top. Ngomong - ngomong kalian cocok jadi kakak adik kok."ejek wanita itu.


"Ya, kakak beradik yang saling menghangatkan. " ucap Tedy.


"Ah sayang, kamu bisa aja sih." jawab Irene dengan manja.


Mohon maaf slow up update ya. Aku masih agak mumet-mumet gimana gitu, jadi mau nulis masih setengah hati. Tapi buat kalian, aku rela nahan cenat cenut kepala aku.


Ditambah lagi baby ku yang super aktif, jadi sekarang lagi aktifin mode maling. Nulisnya nyuri-nyuri waktu.


Sebentar lagi Ramadhan, sebelumnya othor mau minta maaf kalau ntar selama puasa bakal lambat upnya. Karena jadwalnya nambah banyak.


Mohon maaf lahir dan batin ya.


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMUUAACCHH 💖💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2