
Saat ini Morens sedang berada di dalam ruangannya ditemani dengan Roby, membaca berkas yang tadi dibicarakan di dalam meeting.
"Roby, karena sekarang ini virus sedang melanda. Bagaimana caranya agar kita bisa melihat tren pasar saat ini tanpa menghilangkan ciri khas produk kita?"
"Mungkin sebaiknya kita harus melakukan live survei dulu ke beberapa pasar untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan konsumen saat ini."
"Tumben otakmu jalan"
"Dia yang bertanya, tapi dia juga yang berkomentar" batin Roby
"Tapi kira-kira siapa yang akan turun langsung ke lapangan ya!" pikir Morens.
Saat tengah berpikir, fokus mereka teralihkan oleh suara ketukan pintu.
"Maaf bos, pak Boy mau bertemu sekarang" ucap Rena setelah mendapat persetujuan masuk dari Morens.
"Suruh masuk"
Rena dan Boy masuk ke ruangan Morens, saat itu Morens mendapatkan sebuah ide.
"Rena" panggil Morens
"Iya boss"
"Apa kamu suka belanja di pasar tradisional?, atau lebih suka di supermarket?" tanya Morens
"Tergantung sih boss, apa yang mau di beli. Tapi saya sih lebih sering belanja di pasar tradisional, Selain harganya bersahabat dan gak neko neko, kita juga bisa tanya langsung kepada si penjual"
"Emm kalau begitu, kamu saya tugaskan untuk melakukan live survei di beberapa pasar untuk mengetahui minat para konsumen. Apa kamu bisa?"
"Bisa boss, kapan itu?"
"Besok"
"Tapi boss, apa saya sendirian?"
"Biar saya yang temani boss" tawar Roby
"Tidak bisa, besok kamu harus menggantikan aku meninjau perkembangan proyek di daerah T. Karena aku harus bertemu dengan klien lain" jawab Morens
"Oh baiklah" jawab Roby melemah
"Kalau begitu dengan ku saja, apa kamu keberatan Rena?"
"Tentu tidak pak Boy"
"Emang lu gak sibuk?" tanya Morens
"Enggak kok, besok gue free gak ada meeting" jawab Boy santai
__ADS_1
"Tapi, apa pak Boy yakin. Karena kita akan berkeliling pasar dan berpanas-panasan" tanya Rena meyakinkan
"Its ok, no problemo" jawab Boy
Roby hanya diam saja seraya memperhatikan gerak gerik Boy, yang sejak datang selalu menatap ke arah Rena. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, antara gelisah, kesal, was was dan cemburu bercampur menjadi satu. Dia merasa tidak senang karena Boy, terang terangan mendekati Rena.
"Ok, jam berapa besok kita pergi?" tanya Boy antusias
"Jam 10 pagi, apa tuan bisa?" tanya Rena kembali
"Ok, jam 10 aku jemput ya"
"Apa masih ada yang lain boss?" tanya Rena pada Morens
"Tidak ada, kamu boleh pergi"
Sesaat setelah Rena keluar, Roby pun pamit keluar. Begitu tiba di luar ruangan, Roby langsung mengejar Rena yang berjalan menuju ke arah toilet sambil memanggil Rena, Rena yang merasa namanya dipanggil sontak menghentikan langkahnya dan melihat siapa yang memanggilnya, begitu dia tau bahwa yang memanggilnya adalah Roby, Rena kembali melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan Roby yang terus memanggil.
Rena berpikir, ada perlu apa Roby mencarinya!, kenapa tidak dia katakan tadi saat berada di ruangan bossnya. Roby yang merasa diabaikan oleh Rena, merasa sangat kesal dan akhirnya mempercepat langkahnya untuk mencapai Rena, setelah berhasil mendekat, Roby menarik tangan Rena dan membawanya masuk ke dalam toilet dan mengunci pintu bagian luar toilet dari dalam, dan hanya ada mereka berdua di dalam.
"Lepas Roby!, mau apa kamu?" sarkas rena.
"Diam" bentak Roby, sambil melepaskan tangan Rena dengan kasar.
"Kenapa aku harus diam?, dan kenapa juga pintunya harus dikunci? hah!"
"Kalau kamu gak mau diam, kamu mau ada yang tau bahwa kita ada disini berdua."
tanya Rena dengan tatapan sinis.
"Kenapa kamu mau terima tawaran pak Boy buat temenin kamu besok?"
"Lalu, aku harus apa?, lagi pula itukan perintah dari boss juga. Kamu dengar sendiri kan!"
"Ya memang, tapi kamu kan bisa mengajukan orang lain. Apa kamu tidak takut kalau dia akan berbuat macam-macam?, secara dia itukan orang asing"
"Trus, apa hubungannya sama kamu?, terserah aku mau pergi sama siapa. Lagi pula aku yakin, kalau pak Boy itu orang baik"
"Kenapa kamu bisa seyakin itu?, apa kamu tertarik sama dia?"
"Kalau iya kenapa?, apa itu masalah buat kamu!" sergah rena.
"Rena, aku itu peduli sama kamu" ucap Roby dengan penuh penekanan sambil memegang kedua pundak Rena.
"Oh terima kasih kamu udah peduli sama aku, tapi aku rasa itu gak perlu. Karena aku itu bukan siapa-siapa kamu"
"Rena, kenapa kamu gak ngerti juga sih!"
"Apa yang harus aku mengerti?, coba bilang aku harus ngerti apa?, hm!"
__ADS_1
"Aku itu..."
"Aku itu apa?"
"Rena, andai kamu tau. Aku itu sayang sama kamu. Aku gak bisa bilang ke kamu sekarang, karena ada hal yang harus aku urus dulu" batin Roby.
"Ayo bilang, kalau kamu itu sayang sama aku Rob. Aku butuh kepastian dari kamu buat hati aku, aku gak terus terusan dalam ketidak pastian" batin Rena
"Apa masih ada yang mau kamu omongin?, kalau gak mending kamu keluar dari sini. Sebelum ada orang yang liat kamu ada disini, nanti bisa jadi salah paham lagi" ucap Rena sambil melepaskan tangan Roby dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"Rena, aku.."
"Udahlah Rob, lebih baik kita profesional aja dalam pekerjaan"
"Ok,. kalau itu mau kamu"
Roby langsung melangkah ingin membuka pintu dan saat dia membuka pintu, dia dikagetkan oleh seorang cleaning servis wanita yang akan membersihkan toilet.
"Loh kok pak Roby, bisa ada didalam dengan mbak Rena?"
"Tadi pintu toilet yang di dalam tidak bisa dibuka dan mbak Rena ada didalam, jadi saya hanya membantu saja" jawab Roby beralasan
"Oh"
Sang cleaning servis cuma ber oh ria. Kemudian dia melihat dan mendekati Rena yang berdiri dan bersandar pada salah satu sisi dinding toilet dengan tatapan kosongnya.
"Mbak,. mbak Rena, mbak" panggil si cleaning servis menyadarkan Rena.
"Hah,, eh,, iya" ucap Rena tergagap.
"Mbak gak papa kan?"
"Gak kok"
"Udah mbak, gak usah dipikirin. Yang penting sekarang mbak udah bisa keluar, gak terkurung dalam toilet"
Cleaning servis itu mengira Rena melamun karena masih merasa syok akan kejadian barusan, padahal kenyataannya bukan seperti itu.
"Oh, iya terima kasih ya"
Rena langsung keluar dari toilet, niat awal ingin menyalurkan energi di dalam sana, namun diurungkan karena dia sudah tidak berselera lagi untuk bersemedi.
❤❤❤❤❤
Terus dukung aku ya kak, jangan lupa like, vote dan komentar kalian.
Buat yang masih setia baca novel ini, terima kasih ya. Itu jadi bikin aku semangat buat update cerita ini.
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH