Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 60


__ADS_3

Ulala gak berasa udah sampai 60 episode, aku slow update ya karena novel ini tidak di kontrak.


Tapi aku seneng aja ternyata novelku masih ada yang Sudi meluangkan waktunya untuk membaca, ya walaupun tidak seberapa dan kebanyakan menjadi pembaca gelap.


But its ok, i always fighting


👌👌👌👇👇👇


Di rumah sakit di salah satu ruang inap VIP, terdapat 2 manusia yang masih tengah asik meringkuk dalam satu ranjang.


Waktu menunjukkan pukul 4.30 pagi, Chintiya terbangun tatkala merasakan harus melakukan kegiatan rutinnya yaitu sholat subuh. Dia memindahkan dengan perlahan tangan yang memeluk pososif padanya, agar sang pemilik tidak terbangun.


Dia tau bahwa semalam Morens tidur hingga dini hari, karena Pekerjaan yang dia tinggalkan. Setelah selesai rutinitas paginya Chintiya kembali mendekati ranjang dengan sudah berganti pakaian dan sudah membersihkan diri, walaupun dia masih harus menjalani perawatan tapi Chintiya masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa.


Chintya hendak menaikkan selimut yang sempat terjatuh kepada Morens, karena dia melihat Morens seperti kedinginan. Namun gerakannya malah membuat Morens terbangun.


"Sayang, kamu ngapain?" tanya Morens masih dengan suara seraknya


"Aku cuma mau naikin selimut kamu, tapi kamu malah kebangun. Dah kamu tidur lagi aja, ini masih pagi kok"


"Ih, kok jadi aku yang istirahat. Harusnya itu kamu yang" Morens mulai mendudukan dirinya


"Aku tau kamu pasti capek, aku bosan dari kemarin berbaring terus"


"Ya udah sekarang kamu mau kemana?, apa ada yang kamu pengen?, aku kekamar mandi sebentar ya" Morens turun dari ranjang menuju ke kamar mandi namun sebelum itu dia mencium pipi Chintiya dahulu


Chintya menunggu Morens sambil duduk di sofa dan tak lupa dengan membawa botol infus yang tertancap di tangannya. Setelah 15 menit Morens keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah rapi dan wangi, lalu ikut duduk di sofa.


"Kamu ke kantor hari ini?" tanya Chintiya sambil menyenderkan kepalanya di dada Morens


"Sebenarnya aku malas, tapi hari ini aku ada meeting. Tapi aku bakal langsung pulang setelah meeting selesai"


"Udah kamu fokus aja di kantor, aku gak papa kok"


"Aku gak tenang sayang, oh ya kamu butuh sesuatu!"


"Enggak, aku cuma mau kaya gini aja dulu. Aku kangen" ucap Chintiya sambil memainkan kancing jas Morens


"Iya sayang, apalagi aku kangen banget. Kalau kamu gak lagi sakit, aku gak bakal kasih kamu waktu buat istirahat. Aku bakal bikin kamu gak bisa jalan"


"Ih jahat kamu tuh, inget ya sekarang maiinnya gak boleh kasar"


"Oh ya aku lupa"


"Morens"


"Hm"


"Sorry"


"Buat apa sayang?"


"Kemarin aku udah marah-marah trus tampar kamu, aku udah jadi istri durhaka sama kamu"

__ADS_1


"Sstt, jangan ngomong gitu. Aku tau kok apa yang kamu rasain, aku juga minta maaf ya sayang udah bikin kamu cemas"


"Aku cuma takut kamu tuh kenapa-kenapa, aku takut kamu ninggalin aku" ucap Chintiya sambil meneteskan air mata


Morens merasakan tubuh Chintiya bergetar, lalu dia mengangkat wajah Chintya agar menatapnya dan menghapus air mata Chintiya dengan jarinya.


"Jangan berpikir negatif, aku gak bakal ninggalin kamu selain maut. Udah gak usah dibahas dan jangan nangis lagi ya"


Morens mendekap tubuh Chintiya erat, dan membenamkan wajah Chintya ke dadanya, memberikan kehangatan dan menyalurkan kekuatan untuk menenangkan Chintiya.


Tak lama kemudian perawat datang membawakan sarapan untuk Chintiya.


"Selamat pagi ibu Chintiya"sapa si perawat


"Pagi" Chintiya langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Morens


"Kayanya ibu udah keliatan lebih sehat ya"


"Alhamdulilah"


"Kalau begitu ini sarapannya harus dihabiskan ya, setelah itu obatnya diminum"


"Iya, makasih"


Setelah mengecek keadaan Chintiya, perawat itu pun pergi.


"Sayang ayo sarapan dulu"


"Aku meeting jam 9 kok, aku temenin kamu sarapan dulu sekalian tunggu mommy datang baru aku berangkat."


Sementara itu di loby rumah sakit, seorang wanita berjalan dengan tangan yang penuh membawa banyak tentengan, sedangkan tangan satunya sedang berbicara di ponselnya.


"Hah, iya. Lantai 8 ruang VIP"


"Iya, aku baru sampai"


"Ya, udah aku tutup dulu ya"


Karena sibuk dengan barang bawaannya, akhirnya ponselnya pun terjatuh dilantai tanpa sepengetahuannya. Namun seorang pria yang melihat ponsel wanita itu terjatuh, langsung mengambilnya dan menyusul wanita itu.


"Nona.." teriak pria itu


Karena si wanita itu tidak berhenti, akhirnya si pria berlari untuk mengejarnya. Karena jika dia terus berteriak takut mengganggu ketertiban rumah sakit.


"Nona" si pria itu menepuk pundak si wanita


"Hei, jangan sembarangan ya" bentak si wanita, karena dia tidak suka ada pria menyentuhnya dengan seenaknya


"Maaf, aku tidak bermaksud. Aku cuma mau memberikan ini"


"Loh, ini kan ponselku. Bagaimana bisa ditanganmu?"


"Aku lihat ponselmu jatuh, aku panggil kamu tapi kamu tidak dengar. Makanya aku lari mengejarmu"

__ADS_1


"Oh, terima kasih. Maaf ya aku sudah bentak-bentak kamu, aku pikir kamu cowok-cowok yang suka kurang ajar"


"Gak papa, aku ngerti kok"


"Oh ya kenalin aku Serena"


"Aku Sandi"


"Oh ya Sandi bisa minta no ponselmu!"


"Untuk apa?"


"Aku mau mentraktirmu minum kopi, tapi aku lagi terburu-buru jadi ntar kalau aku ada waktu aku telpon kamu minum kopi bareng buat ngucapin terima kasih aku"


"Oh santai aja, gak usah repot. Ngomong-ngomong kamu mau ngapain?, kok barang bawaan kamu banyak banget. Sini aku bantu" Sandi menawarkan bantuan


"Oh boleh juga, aku baru pulang dari Jerman mau nengok kakak ipar aku. Aku dari bandara langsung kesini belum sempat pulang ke rumah. Kalau kamu siapa yang sakit?" mereka bicara sambil berjalan dengan Sandi membantu membawakan beberapa barang Serena


"Oh, aku nemenin ibu cek up rutin. Biasa kalau sudah umur harus rajin kontrol kesehatan"


Begitu sampai di lantai 8


"Oh ya, makasih lagi ya San. Aku jadi ngerepotin kamu"


"Its ok, salam buat kakak ipar kamu semoga lekas sembuh"


Setelah Sandi pergi, Serena langsung menuju ke kamar inap Chintiya. Tanpa mengetuk pintu, dia langsung saja masuk.


"Assalamualaikum" ucap Serena dengan lantang hingga mengagetkan yang ada di dalam


""Astaghfirullah, walaikumsalam" ucap Chintiya


"Heh gadis nakal, bisa gak kalau masuk tuh gak ngagetin. Paling gak ucapin salam yang bener, jangan kaya orang mau ngajak ribut aja." omel Morens


"Ih kakak mah, adiknya yang cantik luar dalam ini datang bukannya disambut kek, dipeluk gitu, kalau gak di tanya uang jajan masih cukup gak. Malah di kasih ceramah pagi."


"Iya, ntar kakak sambit."


"Kamu kapan dateng?, trus itu bawaan kamu banyak banget!"


Serena menghampiri Chintiya dan duduk disebelahnya tanpa memperdulikan tatapan tajam Morens.


"Aku baru sampe tadi pagi, aku dari bandara langsung kesini. Makanya barang bawaan aku banyak, trus aku telpon mommy, katanya mommy mau kesini jadinya aku kesini aja deh, dari pada aku sendirian di rumah"


"Ya udah mumpung ada Serena, aku berangkat dulu ya" Morens menyela


"Hati-hati ya"


❤️❤️❤️❤️❤️


TBC


LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH

__ADS_1


__ADS_2