
"Kau!!, tidak mungkin. Bagaimana bisa kau?..." Xander menggantung ucapannya.
"Hahahaha, kau boleh percaya boleh tidak. Itu terserah padamu, tapi yang jelas. Kalian sudah salah mencari masalah denganku." ucap Bernard masih mengacungkan pistolnya di kepala Mora yang sudah semakin pucat akibat darah yang terus mengalir dari tangannya yang ditembak oleh Bernard.
Xander berdecih sambil menyeringai dan menatap Mora sekilas "Kau juga haru tau, kau juga sangat salah berurusan dengan kami."
Sepersekian detik, Mora dengan sisa tenaga yang dia punya, menghantamkan kepala bagian belakangnya tepat ke arah kening dan mata Bernard.
Bern terhuyung ke belakang, karena terkejut dengan serangan mendadak dari Mora. Sedangkan wanita yang sudah lemas itu, langsung beringsut ke lantai.
Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Xander, dia mengarahkan pistolnya ke arah dada Bern. Namun sayangnya, Bern lebih dulu menghindar dan akhirnya mengenai lengan kirinya saja.
Suara ledakan dan tembakan yang terjadi, membuat beberapa anak buah Bern menghampiri mereka. Kini keadaannya adalah hanya Xander yang mendekap tubuh Mora yang sudah nampak letih dan di kelilingi oleh sekitar sepuluh orang anal buah Bern.
Xander mengamati, seraya mencari cara menghadapi mereka. Jika saja saat ini dia sendiri, situasi seperti ini sudah sering dia hadapi, namun kali ini dia juga harus memikirkan keselamatan calon pendampingnya.
Saat tengah berpikir, Mora membisikan sesuatu ke telinga Xander. "Mana pistolmu?"
"Buat apa sayang?" jawab Xander menoleh sekilas, dia harus tetap fokus pada orang yang mengelilingi mereka.
"Kau hajar mereka, aku akan menembak dari sini."
"Tapi sayang..."
"Ini perintah X-men, tidak terima protes." Mora mengecup pipi Xander sekilas.
__ADS_1
Xander menghela nafas pendek "Ok bossku."
"Its Show Time."
Dengan gerakan kilat, Xander melemparkan beberapa pisau kecil di saku belakang yang dia bawa tepat mengenai beberapa dari mereka.
Mendapatkan serangan, para penjahat itupun langsung menghujani Xander dan Mora dengan tembakan. Xander segera mendekap erat tubuh Mora dan berguling menghindari tembakan, karena dia menggunakan rompi anti peluru.
Mora tidak tinggal diam, seraya berguling dia tetap menembak secara asal para penjahat yang tersisa. Begitu mencapai ujung ruangan, Xander memutar sebuah rak buku untuk menghalangi tubuh Mora dari tembakan yang terus menghujani mereka.
Xander melompat bak bajing lumpat, guna menghajar para penjahat itu. Kini Xander harus menghadapi 5 orang yang tersisa dengan tangan kosong. Mora mengamati dari belakang rak buku, dan siap menembak saat Xander butuh bantuan.
Ingin rasanya Mora juga menghajar pelaku yang lainnya, namun tubuhnya sangat lemah. Karena semenjak disekap oleh Bernard, Mora tidak menyentuh sama sekali makanan yang diberikan oleh Bernard melalui anak buahnya, dan itu membuat Bern marah hingga akhirnya menembak lengan kanan Mora.
"Xander, behind you!!" teriak Mora memberi tau, saat ada yang ingin menyerang Xander dari arah belakang.
"Ganjen." lirih Mora tersenyum tipis.
Mora merasakan penglihatannya yang sudah mulai berbayang, dia menggelengkan kepalanya. Sekuat tenaga dia berusaha untuk tetap sadar, dia tidak mau kalau karena dirinya akan membuat Xander menjadi tidak fokus.
Dia juga harus terus membantu Pria yang belakangan ini terus mengganggunya, keringat semakin mengalir deras di wajahnya. Mora menyandarkan kepalanya yang merasakan matanya semakin berkunang. "Xan, im sorry." ucapnya lemah dan tak lama tergeletak tak sadarkan diri.
Xander yang masih sibuk dengan 2 orang yang tersisa, belum menyadari apa yang terjadi dengan Mora. Hingga orang yang terakhir bisa dia kalahkan dengan memiting kepalanya menggunakan lengan kanannya, dan secara tidak sengaja dia melihat ke arah tempat Mora berada.
Dia melihat sebuah tangan yang terkulai di tanah dan pistol yang tergeletak di dekatnya. Xander menghempaskan tubuh penjahat yang sudah tak berdaya itu secara kasar ke sembarang arah dan langsung berlari menghampiri Mora yang sudah tak sadarkan diri.
__ADS_1
Xander mengecek kondisi Mora dengan mendengarkan detak jantungnya yang sudah sangat lemah, denyut nadinya juga sangat lambat. Xander mencoba menekan di bagian dadanya seraya memompa jantungnya agar bisa berdetak secara normal.
Xander juga memberikan nafas bantuan untuk sementara, begitu melihat Mora yang sudah mulai bernafas, Xander memperhatikan di sekelilingnya dan menemukan sebuah botol air mineral yang masih tersisa setengah dan beberapa buah sedotan yang berserakan.
Kemudian Xander menyambungkan sedotan itu hingga menjadi panjang mirip seperti sebuah selang, lalu dia mengambil pisau dan membelah sedikit botol itu membentuk sebuah lingkaran kecil yang cukup untuk sedotan itu dimasukan.
Xander menemukan sebuah jarum pembuka botol, lalu dia membakar di bagian ujungnya guna menetralkan dari efek racun dan karat pada jarum tersebut. Kemudian Xander memasangkan jarum itu ke sedotan yang sudah dipasang ke.botol dan selanjutnya dia tusukan jarum itu ke punggung tangan Mora.
Itu adalah sebagai bentuk pertolongan pertama untuk keadaan darurat pencegah kekurangan cairan, saat hampir saja selesai, dia melihat sebuah bayangan mengarah ke dirinya dari pantulan cahaya yang masuk melalui celah kecil ruang itu.
Xander membalikan badannya dan melemparkan pisau kecil yang tersedia banyak di saku celananya, pisau itu tepat mengenai pergelangan tangan Bernard yang ingin menembak dirinya saat dia lengah.
Bernard berteriak sambil memegangi pergelangan tangannya yang terluka, Xander bangkit dan menghampirinya sambil tersenyum smirk.
"Kau sudah tahu bukan, kali ini kau salah memilih lawan. Sejak awal, harusnya kau sadar bahwa Mora bukan wanita sembarangan yang bisa kau ganggu. Jadi sekarang terimalah akibatnya." Xander mengambil pistol yang dipegang Bernard tadi, setelah itu dia menembak di kedua tangan dan kaki Bernard.
Xander memang sengaja tidak langsung menghabisi Bernard, dia sengaja membuat Bern mati secara perlahan dengan cara kehabisan darah. Dengan begitu, dia tidak akan dikenakan hukuman sebagai dalih pembelaan diri.
Tak lama kemudian, Morens datang dengan bantuan dan segera membawa Mora ke Rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan intensif.
...----------------...
...----------------...
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMMUUUAAACCCHHH
💜💜💜