
2 Minggu berlalu sejak kejadian penculikan itu, kini Mora sudah di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Sedangkan untuk Serena, meskipun kondisinya sudah mulai stabil, tapi dia masih tetap harus melanjutkan pengobatan di rumah sakit.
Namun Sandi meminta pada pihak rumah sakit disana agar diperbolehkan untuk melanjutkan pengobatan di negara mereka saja, jadi hari ini mereka semua kembali ke tanah air dengan menggunakan helikopter yang kemarin dipakai oleh Xander.
"Kamu pulanglah dulu, aku akan segera menyusul. Aku harus menyelesaikan masalah Bernard hingga tuntas, setelah itu aku akan menemanimu." ucap Xander saat ini membantu Mora berkemas.
"Iya, tapi ingat jaga dirimu. Cepatlah pulang, kalau tidak kau akan kupecat." ancam Mora.
"Pecat sebagai apa?, sebagai bawahan atau pacar?"
"Semuanya."
"Mana bisa gitu!!" protes Xander, karena dia tau masalah ini akan sedikit memakan waktu.
"Gak ada toleransi, 3 hari atau pecat."
"Tapi sayang..."
"Gak ada tapi,,, tapi."
"Begitu sadis caramu." Xander malah menyanyikan salah satu bait lagu milik penyanyi muda Indonesia.
"Dih malah ceramah."
"Orasi." Xander mencebik. "Kamu serius mau pecat aku?"
"Iya!!, kenapa enggak?"
"Jahat banget sih yang."
"Bodo."
Xander tak lagi protes, karena percuma saja berdebat dengan Mora. Karena apa yang sudah diputuskan oleh Mora tidak bisa di ganggu gugat seperti keputusan hakim dan wasit.
"Yang."
"HM."
"Kemarin kamu belum cerita, kok kamu bisa kenal sama grand pa. Trus kok dia bisa tiba-tiba ada di rumah sakit waktu itu."
__ADS_1
"Oh itu... Jadi gini ceritanya. Dulu waktu aku masih kecil, Daddy sibuk sama perusahaan dan mommy juga sibuk sama usahanya, dan ditambah lagi dengan adanya Zemi. Aku sering ngerasa kesepian, itu sebabnya aku lebih sering tinggal sama Oma dan opa.
Nah waktu itu, opa Richard bawa aku buat naik gunung. Disana aku menginap selama 3 hari, nah di hari terakhir aku disana aku hampir masuk ke jurang karena terpeleset bebatuan.
Opa sekuat tenaga buat tolongin aku, tapi sialnya tali yang di sodorkan opa buat aku putus dan aku terlepas. Tapi untungnya aku masih tertangkap sama opa, tapi jadinya opa harus bergelayut di sebuah ranting pohon besar dengan menggendong aku selama hampir 2 jam.
Hampir aja opa melepas tangannya yang bergelayut di pohon karena mengalami keram, saat itu ada sekelompok pendaki lain yang juga sedang melewati jalan itu, dan diantaranya adalah kakek Riddick.
Kakek menarik tubuh kami berdua ke atas, dan berhasil diselamatkan. Nah semenjak itu, opa dan kakek berteman dan sering menghabiskan waktu berdua dengan latihan menembak bersama, berkuda dan juga yang lainnya. Karena latar belakang opa dan kakek sama, makanya mereka bisa cocok.
Aku juga sering ikut mereka berlatih, itu sebabnya kenapa aku suka berbagai olah raga ekstrim. Dan kemarin setelah opa denger kabar tentang aku dari Daddy, dia langsung kasih tau kakek Riddick dan dia segera datang buat jenguk aku.
Awalnya kakek juga kaget saat dia datang dan ngeliat kamu tertidur di sofa." jelas Mora.
"Tapi kan, bukannya opa Richard itu seorang pengusaha ya. Bukan basic dari kemiliteran!!" Xander memasang raut wajah bingung.
"Sebelum kenal Oma Lexi, opa itu juga anggota militer. Setelah ketemu Oma Lexi, opa mengundurkan diri dari kemiliteran. Karena Oma meminta opa berhenti dari pekerjaannya, sebab Oma memiliki trauma dengan hal berbau militer. Cuma aku juga gak tau apa itu.
Nah setelah resmi keluar dari militer, dengan sedikit tabungan yang opa punya, dia membangun usahanya dari nol. Dan untuk RENS CORP itu adalah murni milik Daddy, opa cuma membantu awal pembangunan saja."
"Oh,,, seperti itu."
Mereka berangkat ke salah satu lokasi sekolah, Xander menyewa lapangan sekolah itu untuk mendaratkan helikopternya. Morens, Mora, Sandi dan Serena bertolak kembali ke tanah air.
Sedangkan Mariene, dia memutuskan untuk menetap dan mengikuti dimanapun Asgar tinggal. Sejak peristiwa penculikan itu, Asgar dan Mariene menjadi sepasang kekasih. Usia yang terpaut 20 tahun tidak menjadi penghalang keduanya memadu kasih.
Setelah kepergian Mora dan yang lainnya, Xander segera menuju ke markasnya dimana dia menyekap Bernard. Begitu tiba disana, sang kakek sudah menunggunya dengan tidak sabar.
"Hei anak muda, kenapa kau lama sekali?" rungut Riddick yang sudah bosan menunggu.
"Hei anak tua, ada apa?" jawab Xander yang dihadiahi dengan lemparan kertas yang tepat mengenai hidungnya. "Aww, sudah tua tapi masih aja bar-bar."
"Dasar cucu gendeng, berani bilang grandpa tua. Kamu itu keturunan siapa sih?"
"Lah, emang grand pa masih muda?. Lagian aku kan keturunan ayah ku yang bernama Cloud Manson yang tak lain adalah anak dari seorang pria yang menolak tua bernama Riddick Manson. Jadi aku keturunan siapa hayo?", coba tebak." jawab Xander cengengesan.
"Mana grand pa tau!!" Riddick melengos pergi mendahului Xander masuk.
"Cieeee, gak ngaku nih ye."
__ADS_1
Di dalam ruangan yang gelap dan sempit, Bernard terkurung dengan keadaan terikat di sebuah tiang dalam kondisi yang cukup mengenaskan.
"Tuan Bernard." panggil Xander.
Bernard mengangkat wajahnya saat mendengar namanya di sebut, dia menyunggingkan senyum saat melihat siapa yang berada di depannya.
"Senang bertemu dengan ku?" Xander duduk di sebuah kursi kecil yang berada di hadapan Bern, dan berjarak 2 meter.
"Cih." Bernard meludah di hadapan Xander.
"Puaskanlah berbuat semaumu, karena setelah ini kau tidak akan bisa berkeliaran dengan bebas meskipun kau mengganti 1000 kali wajahmu."
"Percaya diri." jawab Bern lirih.
"Aku akan melenyapkan seluruh bisnismu baik yang legal maupun ilegal."
"Tidak semudah itu." cibir Bern.
"Oh ya, bagaimana kau bisa seyakin itu?"Xander bersedekap dada.
"Karena kau tidak akan bisa menemukan bukti bisnis ilegalku."
"Kenapa begitu?" tanyanya sembari mengusap dagunya yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
"Karena semua dokumen dan data usaha milikku hanya di miliki oleh satu orang."
"Ho ho,,,,, siapa itu?. Aku penasaran." ejek Xander.
"Kau tidak akan bisa bertemu dengan orang itu."
"Apa ini yang kau maksud?" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk, setelah sedari tadi menjadi pendengar yang baik di balik pintu.
"Kau!!"
...----------------...
...----------------...
TBC
__ADS_1
LOVE U 😘😘😘