
"HEI LOOK, WHO'S THAT" ucap seorang pria.
"OH ASTAGA, apa aku tidak salah lihat. Ada bidadari disini" ucap seorang wanita.
Ya pria dan wanita itu tak lain adalah orang tua Morens, mereka daddy Richard Hadinata dan mommy Lexi Hadinata.
"Oh boys kemarilah kami sangat senang kau datang memenuhi permintaan kami"ucap mommy Lexi sambil mengecup pipi Morens kanan dan kiri.
Morens yang datang sambil menggandeng tangan Chintya langsung menyapa kedua orang tuanya.
"Hei mom stop lakukan ini, bagaimana aku bisa membawa menantu pada kalian jika mommy masih melakukan aku seperti ini" jawab Morens.
"Bagi kami kau tetap putra kecil kami"
"Oh come on mom, i'm don't child anymore. so don't do that"
Seketika mommy Lexi dan daddy Richard tertawa. Kemudian pandangan mereka teralihkan kepada sosok cantik yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan keluarga tersebut sambil sesekali tersenyum.
"Hei sweety, you look so beautiful" ucap mommy Lexi.
"Terima kasih nyonya" jawab Chintiya sambil tersenyum.
"NO ... jangan panggil nyonya, panggil Tante"
"Ok tante"
"Perkenalkan saya Lexi dan ini suami saya Richard" ucap mommy Lexi sambil menunjuk ke arah suaminya dan disambut dengan anggukan kepala daddy Richard.
"Saya Chintiya om, tante" sambil menjabat tangan kedua orang tua tersebut.
"Ayo duduk cantik" ajak mommy Lexi.
"Oh ya apa hubungan mu dengan bocah tengil ini?" tanya daddy Richard.
"Dad"... saut Morens seraya tidak terima disebut bocah tengil.
Chintya tersenyum mendengar celotehan dari daddy Richard.
"Saya sekertaris tuan Morens om"
"Hanya sekretaris!!" saut Lexi.
"Iya" jawab chintiya pasti.
"Are you sure?"
"Yes, of course"
Sontak mommy Lexi langsung melirik ke arah Morens.
"Kalau begitu kita makan malam dulu cantik" Chintiya mengangguk lalu Chintiya, mommy dan Daddy langsung menuju ke ruang makan.
"Hei kalian mengundangku kesini, tapi aku malah ditinggalkan. hah HABIS MANIS SEPAH DI LEPEH" ucap Morens.
"Kau sering kesini, biasa juga kau berjalan sendiri tanpa diajak"jawab Lexi.
Kemudian mereka makan malam bersama dalam suasana yang hening, setelah makan malam selesai Chintiya meminta izin untuk pergi ke toilet.
"Maaf saya mau ke toilet dulu, di sebelah mana toiletnya?"
__ADS_1
"Kau mau ke toilet sayang, kalau begitu bi susi yang akan mengantarkan" ucap Lexi.
Chintya hanya mengangguk
"BI SU" ... panggil Lexi
"Iya ada apa nya"
"Tolong kau tunjukkan toilet kepada si cantik ini" tunjuk Lexi ke arah Chintiya.
"Ih tante bisa aja" jawab Chintiya sambil berlalu pergi, selagi Chintiya di toilet.
"Ehhmm boys, apa dia sekertaris yang kau maksud?" tanya Lexi kepada Morens. Morens pun mengangguk.
"Good job boys, kau ternyata pandai memilih"saut daddy Richard.
Morens menghela nafas "Tapi dad, dia agak susah untuk didekati, kemarin saja aku tidak sengaja mencium pipinya 2 hari dia marah2 padaku"
Richard terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh sayang, jika kau ingin mendapatkan permata kau harus menyelam ke dasar laut terlebih dahulu bukan, tidak seperti emas yang dengan mudah didapat. Kau benar dia itu sangat berbeda, karena gadis yang sulit untuk didapatkan itulah gadis yang benar-benar spesial karena gadis seperti itu tidak dengan gampangnya memberikan milik mereka kepada sembarang orang" ucap Lexi.
"You right mom"
"So keep fighting, and never give up"saut Richard. Tak lama setelah itu Chintiya kembali bersama mereka, kemudian Morens melihat jam di tangannya, waktu menunjukkan jam 20.45.
"Ok guys, waktunya kami pulang"
Mommy menghela nafas panjang
"Oh baiklah,nlain kali kau datang lagi kesini ya cantik. Dengan senang hati tante menerima" ucap Lexi
"Om tante kami pergi dulu" sambil menjabat tangan Lexi dan Richard.
"Be carefull Boys" ucap Richard.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
DI PERJALANAN
"Apa kamu tidak mau ke suatu tempat lebih dahulu?" tanya Morens.
"Enggak usah pak, ini sudah malam enggak enak dilihat tetangga yang melihat seorang anak gadis pulang larut dan diantar oleh laki-laki"
"Iya kamu benar"
Sesampainya di depan rumah Chintiya, Chintiya hendak keluar dari mobil tapi sebelum itu Morens menahan tangan Chintya.
"Kenapa pak?"
"Emm terima kasih ya kamu sudah mau menemaniku bertemu mereka"
"Its ok, selama saya bisa bantu akan saya bantu"
"Aku minta jangan memanggilku pak, aku tidak suka. Itu seperti aku sudah tua"
Chintya terkekeh "Tapi pak itu enggak sopan, bapak kan atasan saya. Lagipula enggak enak didengar oleh pegawai yang lain"
"Baiklah, kalau begitu selagi cuma ada kita berdua jangan panggil pak. panggil namaku saja"
__ADS_1
"Baiklah, saya turun dulu ya"
Morens langsung melajukan mobilnya, setelah memastikan Chintiya sudah di dalam rumahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, Chintiya sudah terbangun dari pagi untuk membersihkan rumahnya. Karena Chintiya sudah berencana untuk pergi dengan Rena.
Terdengar suara pintu di ketuk.
"Siapa sih?, ganggu orang lagi nginem aja" gerutu Chintiya.
Kemudian Chintya berjalan untuk membuka pintu sambil membawa alat pel lantai. Morens terkejut melihat penampilan chintiya yang hanya menggunakan jeans sebatas paha, kaus putih polos santai, rambut dicepol asal dengan membawa alat pel dan keringat yang mengalir di daerah wajahnya. yang mana itu membuat kesan sexi di mata Morens.
"Loh bapak ngapain kesini?"
"Enggak boleh?" jawab Morens.
"Ehh, bukan begitu pak. Maksud saya apa ada hal penting!!"
"Aku hanya bosan di rumah ku sendirian"
"Oh.... tapi pak" ucapnya terhenti.
"Morens" jawab Morens sambil melotot.
"Oh iya Morens, aku sedang bersih-bersih. Aku enggak enak cuekin kamu sendiri"
"Kalau begitu aku bantu" ucap Morens bangkit sambil melipat lengan kemejanya.
"Tapi... nanti bajumu kotor"
"Kau tidak usah mengkhawatirkan bajuku, sudah ayo agar pekerjaan mu cepat selesai" lalu Morens menarik tangan Chintya tapi langkahnya tiba-tiba terhenti.
"Apa kau ada tissue"tanya Morens.
"Ada"kemudian Chintiya mengambil kotak tissue dan memberikan kepada Morens. Morens mengambil beberapa lembar tissue.
"Tunggu"ucap Morens ketika melihat Chintiya yang sudah ingin pergi.
"Kenapa?"tanya Chintiya. Morens langsung mengelap keringat yang membasahi wajah Chintya dengan tissue tadi, Chintiya langsung gugup dan jantungnya seperti melompat-lompat tidak pada tempatnya karena perlakuan Morens.
"Keringat yang mengalir mengenai mata, bisa menimbulkan efek perih dan gatal pada mata. Jadi harus dikeringkan dulu" ucap Morens.
Kemudian mereka melanjutkan bersih-bersih rumah, hingga waktu menunjukkan pukul 12.30 mereka baru selesai dengan aktifitas nya.
Chintya melihat kemeja dan wajah Morens yang agak sedikit basah, Chintiya menelan salivanya.
"WOW, kenapa dia terlihat begitu sexi dan mempesona dalam keadaan seperti itu" batin Chintya.
"Oh ya Tuhan, kuatkan mataku ini dari pemandangan yang begitu panas ini" batinnya lagi.
Morens yang kelelahan akhirnya tertidur di sofa...
Kemudian author lapar dan mau makan dulu. lanjut besok ya
**JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTENYA YA KAKAK
LOVE U ALL... MMMUUAAACH
__ADS_1