Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 19


__ADS_3

Setelah selesai mandi Morens langsung kembali menuju ke meja makan, Chintiya yang sedang asik menyusun makan malam di meja tidak menyadari bahwa Morens sudah berada tepat dibelakang nya. Hingga saat Chintiya hendak berbalik arah dia terkejut dan hampir terjatuh ke kursi belakang, dengan refleks Morens langsung menangkap pinggang Chintiya dan Chintiya menarik kerah baju Morens hingga tatapan mata mereka saling bertemu dan untuk beberapa saat mereka sama-sama terdiam dalam pikiran masing-masing.


"Ya Tuhan, kenapa dia terlihat begitu mempesona dengan rambut yang belum mengering dan agak sedikit acak-acakan juga wajah yang fresh dan glowing membuat aku ingin menggigit rahangnya yang tegas. apakah setelah kugigit itu akan tumbuh lagi?.. oh tidak Chintiya sadarlah memangnya kau itu vampir yang hobi menggigit tidak... tidak... tidak" batin Chintya.


Seketika mereka tersadar


"UPS sorry, aku mengagetkanmu" ucap Morens.


"ITS ok.. Tapi jangan diulangi lagi, kau membuatku senam jantung"


"ASIAP... klo begitu bisa kita makan sekarang!!" tanya Morens.


"Kau saja duluan, aku mau mandi dulu"


"Tidak, aku akan menunggumu"


Setelah 15 menit Chintiya keluar dari kamarnya setelah ritual membersihkan diri selesai. Dia langsung menuju ke meja makan dan dia melihat Morens masih terduduk di sana sambil memainkan ponselnya menunggu dirinya. Mereka langsung makan tanpa ada yang bersuara sama sekali.


Sebenarnya Morens ingin membantu Chintiya membersihkan sisa bekas makan malam namun diurungkan karena ponselnya berdering.


"Selamat malam cantik, ada apa menelpon?" tanya Morens.


Chintya yang mendengar sapaan yang dilontarkan Morens di telp barusan otomatis langsung melirik ke arah Morens.


"Dengan siapa dengan bicara, kenapa mesra sekali!!" gumam Chintiya.


"Dasar anak kurang bener, mommy sendiri pun bahkan kau rayu. aku curiga kau sering menggoda gadis-gadis abstrak di luar sana"


"Hahahaha, aku bukan abnormal ya. jadi ada apa menelpon"


"Mommy mau Sabtu malam kau kesini bersama Chintiya"


"Aku pasti kesana, tapi aku tidak janji bisa pergi dengannya"


"Hei kenapa, apa kau sudah dicampakkan?" jawab mommy sambil terkekeh.

__ADS_1


"Mungkin,, aku tidak bisa janji. Karena dia itu berbeda, tidak seperti yang lain, dia ini susah dirayu"


"Kalau begitu kau harus berusaha lebih keras, mommy tidak mau tahu kau harus membawa dia kesini karena mommy kangen banget sama dia."


"Kalau begitu doakan aku dan kalau sudah selesai aku tutup telponnya ya... Karena sekarang ini juga aku sedang berusaha, jadi jangan ganggu aku dulu"


"Cih dasar kau bocah tengil,, ya sudah mommy juga mau meneruskan kegiatan mommy menikur.. pedikur.. tekukur"


"ITS ok bye .. i love you mmmuuaaachhh"


Chintya yang mendengar pun merasakan penasaran dan juga kecewa dihatinya.


"*Ro*mantis sekali dia, pasti dia sangat mencintai gadis di telp tadi.. dia bahkan bicara dengan sangat lembut"batin Chintya.


"Chintya, apa kau sudah selesai merapikan piring tadi?" panggilan Morens menyadarkan lamunan nya.


"Oh ...emmm sudah"


"Kalau begitu kita duduk di sofa, bukankah kau ingin menceritakan tentang pria tadi" ucap Morens sambil menarik tangan Chintya untuk ikut duduk di sebelahnya.


"Wow ... kenapa kau bersemangat sekali?"


Chintya menarik nafas panjang...


"Namanya Tedy Prayoga, dia mantan kekasih ku sewaktu kuliah. kami menjalin hubungan selama 2 tahun, awalnya semua baik-baik saja namun pada akhirnya aku tahu bahwa aku hanya dijadikan bahan taruhan olehnya dan teman-temannya. Ketika aku mengetahui hal itu aku sangat marah dan emosi hingga aku menamparnya, kupikir setelah kejadian itu semua akan berakhir, tapi ternyata aku salah. Dia ternyata merencanakan sesuatu padaku, 3 Minggu setelah itu dia mengirim pesan kepadaku katanya dia ingin bertemu dan ingin minta maaf padaku , aku tidak curiga sedikitpun padanya jadinya aku menyetujui bertemu dengannya.


Dia mengirimkan alamat pertemuan kami, setelah aku sampai kesana aku sedikit kaget karena ternyata tempat yang ku datangi itu sebuah lahan pertanian kosong dan terdapat sebuah rumah kecil di tengah lahan pertanian itu. Awalnya aku merasa curiga dan ingin kembali, tapi dia meyakinkanku dengan mengatakan dia ingin minta maaf dengan tenang tanpa ada gangguan dan ingin bicara lebih pribadi lagi. Tidak lama setelah itu, dia beralasan ingin ke toilet karena sudah tidak tahan kami menuju ke rumah kecil tersebut untuk ketoilet. Tapi ternyata disana sudah menunggu 3 orang yang berwajah menakutkan, berbadan kekar yang dibayar untukbmelecehkan ku. Beruntungnya ada seorang bapak paruh baya dan anak laki-lakinya yang sudah dewasa lewat di rumah kecil tersebut karena mencari anjingnya yang terlepas. Begitu mendengar ada orang yang lewat dengan sekeras mungkin aku berteriak minta tolong dan itu membuat pria-pria seram tersebut langsung pergi dari tempat itu karena takut aksinya di ketahui. Itu sebabnya aku agak trauma dan menutup diri dari pria manapun"


"Tapi kenapa tadi dia bisa bertemu dengan mu"


"Aku juga enggak tahu, karena sejak kejadian itu aku sudah enggak pernah ketemu sama dia."


"Lalu apa sekarang kau masih menutup hatimu,?"


"Sebenarnya aku sudah mulai mencoba membuka hati, hanya saja aku masih bingung mana yang tulus mana dan mana yang tidak"

__ADS_1


"Jadi menurut mu aku masuk kategori yang mana?"


"Entahlah Morens aku bingung dengan sikap mu, kadang kau baik, kadang kau aneh dan lebih sering kau itu super duper menyebalkan."


"Aku memang bukan orang yang romantis yang mudah mengutarakan perasaannya, ya inilah aku makhluk aneh yang super nyebelin seperti yang kamu bilang. Tapi yang pasti dariku, aku bukan seorang pemain, aku seorang pria yang mengunci pada 1 hati. jadi Chintiya apa kamu masih ragu padaku!!"


"Apa kau sungguh-sungguh?, kau tidak sedang mempermainkanku bukan?"


"Aku menyukai mu, aku mencintaimu maukah kau berhubungan serius dengan ku?" tanya Morens.


"Emm,,, sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama. Tapi awas jika kau coba-coba mempermainkanku aku akan memotong aset berharga mu"


"Wow kau sungguh sadis nona, bahkan aku belum memberikan DP tapi kau sudah ingin memotong asetku"


"Ya itu bila kau macam-macam"


"Baiklah aku menyerah. Oh ya sweety, Sabtu malam mommy mengundang kita makan malam lagi"


"KITA!!"


"Iya kita, karena sejak aku mengajak mu waktu itu, mommy terus saja meminta mu menemuinya. sepertinya mommy sangat menyukai mu, karena mommy belum pernah berlaku Seperti ini"


"Baiklah"


Setelah waktu menunjukkan pukul 10 malam, Morens hendak pulang.


"Berarti sekarang kita sudah jadi kekasih?"


Chintya menganggukkan kepala, dan Morens menangkup wajah Chintiya dan langsung mencium kedua pipi Chintiya.


CUP.. CUP


Morens membelai rambut Chintiya dan mulai melangkah kan kakinya.


"Terima kasih kamu mau terima cintaku, kalau gitu aku pulang dulu ya"

__ADS_1


\=\=≠\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


READER SEKALIAN MOHON UNTUK VOTENYA, SEKECIL APAPUN ITU SANGAT BERGUNA UNTUK AUTHOR TERIMAKASIH KAK


__ADS_2