Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 15


__ADS_3

"Mora jadilah pacarku."


Mora menjauhkan tubuhnya dari dekapan Xander setelah mendengar ucapan yang terlontar dari Xander.


"Bagaimana?, kamu mau kan!"


"Cukup, sekarang jelaskan siapa kamu sebenarnya?"


Xander menghela nafas dalam melihat reaksi yang diberikan Mora, dia tau bahwa Mora itu berbeda dari wanita yang lain.


"Okey, dengerin aku. Tapi deket sini jangan jauh-jauh dari aku."


Mora menyeringai


"Oke."


Mora bangun dari duduknya dan menarik sofa single untuk didekatkan ke sebelah Xander, setelah itu dia dengan senyum sumringah duduk disana.


"Done."


"Kamu ya." Xander kehabisan kata-kata melihat apa yang dilakukan Mora, dia tidak menyangka Mora terpikirkan hal itu.


"Aku gak salah kan!" Mora mengedip-ngedipkan matanya sebelah.


"Buat aku, kamu selalu benar."


"Bulshit. Cepat cerita, aku gak butuh gombalan recehmu itu."


"Sebenarnya nama asliku Xander Cloud Manson."


"Manson!" Mora mengernyitkan dahinya, dia sekarang ingat dengan pria ini.


"Ya, aku adalah seorang agen rahasia negara Jerman. Sebenarnya aku kesini untuk menyelidiki sebuah kasus."


"Kasus?, apa itu berkaitan dengan tuan Ryuko?" tanya Mora yang semakin penasaran pada Xander.


"Ya, itu sebabnya aku menjadi bodyguard tuan Ryuko saat pertemuan itu."


"Trus sekarang bagaimana dengan tuan Ryuko?, sedangkan kamu sekarang jadi asisten ku disini."


"Karena ini juga menyangkut sama kamu."


"Aku!"


"Hm."


"Apa hubungannya sama aku?"


"Kamu mau tau?" tanya Xander sambil tersenyum licik.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya!, cepet kasih tau aku. Apa hubungannya sama aku?" Mora kesal karena Xander terlalu bertele-tele.


"Kalau begitu kesini, duduk disini." pinta Xander menepuk kedua pahanya.


"Gak usah modus."


"Ini bukan modus sayang, ini yang disebut timbal balik. Kamu butuh aku cerita, aku butuh kamu sayang."


"Kamu lagi tawar menawar sama aku!, kamu pikir aku peduli siapa kamu?. Asal kamu tau, itu semua gak penting." ucap Mora angkuh sambil bersedekap.


"You sure baby?" goda Xander.


"Of course."


"Bahkan jika ini menyangkut sama tantemu Serena." Xander menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.


"Aunty Sera!, Kenapa aunty Sera?"


"Bukannya ini gak penting." ejek Xander dengan senyum manis.


"Shit, God Damn!" umpat Mora yang sudah tidak bisa berkutik.


"Jangan mengumpat sayang, bibir sexymu cuma boleh berucap kata cinta buat aku. Dan yang terpenting adalah bibir itu hanya boleh mencium bibir ini." ucap Xander sambil menunjuk bibirnya sendiri.


Mora secepat kilat langsung bangun dan berpindah duduk di pangkuan Xander, dia bahkan langsung mencium bibir Xander dengan rakus dan sedikit kasar. Mora bahkan menggigit bibir bawah Xander hingga berdarah.


"Lumayan." jawab Xander sambil mengusap bibirnya yang terluka karena ulah Mora.


"Cih."


Xander terkekeh, kemudian dia memeluk erat pinggang Mora dan menyandarkan kepalanya pada dada Mora.


"Masih belum cerita juga!"


"Iya sayang." Mora berdecak sebal mendengar itu.


"Sebenarnya tantemu itu sakit karena ulah seseorang yang sengaja mencelakainya. Tapi tujuan yang sebenarnya itu kamu, namun karena kamu sangat sulit didekati dengan sembarangan, maka targetnya berganti kepada Serena Abraham yaitu tantemu."


"Kenapa mereka ingin mencelakaiku?, dan siapa mereka ini?"


"Kamu ingat 5 tahun lalu kamu pernah menghadiri acara lelang di Jerman, saat itu kamu sempat memergoki beberapa orang sedang menukar sebuah kalung yang berharga 750rb Dollar dengan kalung imitasi. Disana juga kamu hampir saja tewas saat kamu hampir saja terjatuh dari gedung lantai 5 tempat acara lelang tersebut.


Mora memutar kembali ingatannya


" Ya, aku ingat. Tapi, bagaimana kamu bisa tau?" tanya Mora dengan tatapan menyelidik.


"Karena aku yang nolong kamu waktu itu."


"Oh, jadi tuan Manson itu kamu." Mora baru tau, karena pada saat itu Xander menolong Mora dengan menggunakan topi dan kacamata hitam, sehingga Mora tidak dapat mengenali wajahnya.

__ADS_1


"Hm. Maka dari itu, waktu aku liat kamu di sasana tembak itu, aku senang sekali karena akhirnya, wanitabyang udah bikin aku penasaran ketemu juga, dan sekarang aku makin penasaran dan membayangkan kita memacu adrenalin kita bersama di atas ranjang."Xander semakin mengeratkan pelukannya sambil menikmati aroma tubuh Mora.


Mora memutar bola matanya malas, mendengar ucapan Xander yang melenceng dari topik. "Trus, apa hubungannya sama aunty Sera?"


"Setelah peristiwa itu, para perampok itu berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan semua hasil tipuan mereka yang bernilai hampir 15 juta dollar itupun diamankan oleh pihak berwenang.


Begitu mereka bebas, mereka berniat membalas dendam sama kamu. Mereka mulai mencari dan menyelidiki soal kamu, hingga akhirnya mereka tau bahwa kamu adalah Mora Hadinata.


Beberapa kali mereka coba masuk melalui pengajuan proposal kerjasama, namun entah mereka memang sial kalau ketemu sama kamu. Karena semua proposal pengajuan kerja sama mereka selalu kamu tolak.


Mereka juga bahkan pernah menyabotase jadwal penerbangan di bandara Soekarno-Hatta waktu kamu mau menuju ke Perancis menghadiri undangan sebagai juri untuk sebuah acara fashion show, tapi mereka gak tau kalau ternyata kamu itu hyena betina lapar.


Kamu itu begitu terlihat cantik dan anggun dari luar, siapapun yang gak kenal sama kamu pasti tertipu bahwa sebenarnya kamu itu sangat berbahaya dan menakjubkan. Sama halnya seperti mereka, yang mengira kalau kamu itu cuma wanita biasa pada umumnya."


"Ah iya, aku ingat. Jadi itu ulah mereka, aku jadi gagal menghadiri acara itu. Bahkan aku harus mengganti pinalti karena melanggar peraturan yang disepakati sebagai juri." kesal Mora mengingat kejadian itu.


Xander terkekeh "Karena mereka selalu gagal mencelakai kamu, akhirnya mereka mencari cara lain, yaitu dengan menggunakan keluarga.


Mereka menemukan fakta bahwa kamu adalah keponakan dari Serena Hadinata/Serena Abraham, yang kebetulan ketua mereka yaitu Bernard Alfonso mengenal tantemu itu selagi mereka kuliah di tempat yang sama.


6 bulan yang lalu, mereka mulai melakukan pendekatan dengan PT Gagal Jaya yang saat ini masih dipimpin oleh Sandi Abraham yang tak lain adalah suami dari Serena Abraham.


Mereka berhasil melakukan kerja sama dengan Perusahaan itu, karena Sebelumnya Bernard menemui Serena sebagai teman lama. Serena tidak menaruh curiga sedikitpun, karena setaunya Bernard memang anak dari seorang pengusaha real estate dari Meksiko."


"Trus sekarang rencana kamu apa?, aku gak bisa membiarkan ini terlalu lama. Aku khawatir sama kondisi aunty Sera, lagi pula sudah seminggu ini uncle Sandi gak kasih kabar ke aku."


"Aku udah utus orang buat pantau mereka disana, kalau emang ada sesuatu yang gak beres, mereka pasti kasih kabar ke aku. Tapi untuk Bernard, aku belum bisa tangkap dia."


"Kenapa?"


"Karena sekarang dia sudah menjalani operasi plastik dan merubah tampilan wajahnya."


"Astaga."


"Satu lagi aku minta sama kamu, hati-hati sama Mark Lincoln. Aku rada dia punya niat buruk sama kamu."


"Aku tau."


"Ini baru wanitaku."


...----------------...


...----------------...


Senin, VOTE seikhlasnya yuk.


komen tipis tipis juga boleh, hadiah dikencengin juga terima kok.


TBC

__ADS_1


__ADS_2