
Setelah kejadian itu Morens jadi lebih posesif terhadap Chintiya, dia tidak pernah lupa untuk memperingati waktu makan, istirahat dan batas kerja untuk Chintiya. Hampir setiap jam dia menanyakan apa yang sedang dilakukan oleh Chintiya, ya seperti saat ini Chintiya yang tengah serius bekerja tiba-tiba dikagetkan dengan suara Morens yang baru saja tiba.
"Kamu sedang mengerjakan apa?, apa kamu sudah sarapan pagi? jangan sampai kamu tidak sarapan, kamu bisa membuatku repot"
"Aduh pak please ya, saya itu bukan anak kecil yang harus selalu diingatkan. Lagipula memang bapak gak ada kerjaan apa, setiap jam memberitahu saya tidak boleh ini. tidak boleh itu harus ini harus itu, CAPE DEH ucap Chintya sambil menepuk dahinya."
Morens hanya tersenyum-senyum mendengar gerutuan dari Chintya, dia lebih menyukai chintiya yang cerewet dan agak sedikit galak. Itu menandakan kalau Chintiya sudah tidak marah lagi padanya, dari pada dia harus didiamkan oleh Chintiya. Rasanya seperti ada yang kurang bila sehari saja tidak berdebat dengan Chintiya.
Hingga jam makan siang tiba, Chintiya langsung bergegas untuk pergi menuju ke kantin bersama dengan Rena sahabatnya.
"Mau kemana?" tanya Morens.
"Kantin, sebelum alarm saya berbunyi waktunya makan siang bla... bla... bla" Chintiya langsung beranjak pergi tanpa menoleh.
DI KANTIN
"Oh ya chin, kemarin kenapa gak masuk kantor?"
"Gue gak enak badan, magh gue kumat'
"Oh.... tapi emang lo ga ada kasih kabar ke kantor?"
"Enggak"
"Cih, pantes aja kemarin si boss sampai nemuin gue cuma mau tanya soal lu doang, dan gue dengar sih karena dia gak dapet kabar soal lu, doi uring-uringan dan banyak yang kena semprot juga dapat kopi pagi dari boss"
"Beneran?" tanya chintiya penasaran.
"Yoi, lo bisa tanya ke yang lain"
"Ih kok sampai segitunya ya!!"
"Kayanya dia naksir deh sama lo"
"Ah jangan bikin gosip deh, gue tuh bukan level dia. Lagian jauh-jauh deh ah, dia tuh super duper aneh tau gak, suka bertindak sesuka hati"
"Eits awas loh siapa tahu jodoh, tapi kalau gue liat lagi kalian itu cocok yang satu aneh yang satu galak"
"Aduh Rena please deh ah, jangan bahas dia lagi, selera makan gue jadi hilang nih"
"Hahaha, iya sorry"
"Oh ya minggu kita jadi keluar kan" tanya Chintiya.
"Ayo lah, gue sih jadi terus. Emang kita mau kemana?"
"Gimana klo kita ke mall, kita nonton terus kita ke arena bermain"
"Siip"
__ADS_1
Jam makan siang selesai, mereka kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Waktu menunjukkan jam 5 sore, menandakan seluruh aktivitas di perusahaan itu selesai untuk hari ini, dan bersiap-siap untuk kembali ke rumahnya masing-masing. kecuali para security.
Morens berdiri sambil bersandar pada meja kerjanya menunggu chintiya merapikan meja kerjanya yang agak berantakan.
"Ayo cepatlah, kamu itu lama sekali!!"
"Ih lagian siapa yang suruh bapak nunggu saya"
"Kamu tidak lupa kan kalau pulang dengan saya"
"Ah iya saya lupa" memutar bola matanya malas.
"Apa sudah selesai?"
"Iya sudah"
"Kalau begitu ayo" ucap Morens sambil menarik tangan Chintya.
"Aduh pak, bisa ga tanpa narik tangan saya segala."
"Kenapa memang?" jawab Morens sambil terus berjalan.
"Memang kita ada hubungan kan!!"
"Ih hubungan apa, bapak jangan asal ya"
"Boss dan sekretaris"
"Kalau itu emang benar, tapi memang ada boss dan sekretaris yang pegangan tangan"
"Terserah saya, kan saya bossnya"
"Tapi pak... " ucapan chintiya terhenti.
"Kamu mau diam, atau mau saya cium lagi. Atau kamu memang sengaja untuk minta saya cium lagi. Iya kan ayo ngaku aja, saya berikan gratis kalau buat kamu"jawab Morens sambil menghentikan langkahnya dan menatap wajah Chintiya.
"Idih ogah"
Setelah sampai di rumah, Chintiya ingin membuka pintu mobil tapi Morens langsung menghentikan chintiya.
"Ada apa lagi sih pak?"
"Ingat jangan lupa makan malam, dan ganti bajumu dulu sebelum pergi tidur. Kamu itu jorok sekali" ucap Morens sambil menyelipkan rambut chintiya yang hanya dijepit setengah ke belakang.
Chintya terdiam sesaat, dia kaget atas perlakuan Morens. Kemudian Chintya langsung tersadar dan pergi tanpa menoleh ke arah Morens.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di akhir pekan seperti ini, sabtu dan minggu kantor tidak beraktivitas seperti biasa. Maka dari itu Chintya berencana ingin bersantai dan bermalas-malasan seharian di rumah. Saat ini jam menunjukkan pukul 5 sore, Chintiya baru selesai mandi rambutnya yang basah pun dibiarkan tergerai. tak lama terdengar suara pintu diketuk.
Pintu pun dibuka, Chintiya terkejut melihat siapa yang ada di depan pintu.
"Loh bapak ngapain kesini?, saya kan gak lagi bolos pak"
Morens begitu terkesima melihat Chintiya dengan rambutnya yang masih sedikit basah dan dibiarkan tergerai.
"Pak bapak ngapain kesini?, ih sebel ditanya malah bengong"ucap Chintiya menyadarkan Morens.
"Ah iya...iya... Pakai ini kita akan bersiap-siap untuk makan malam dengan orang tua saya"ucap Morens sambil menyerahkan sebuah paper bag.
"Loh tapi kenapa harus dengan saya?"
"Orang tua saya meminta saya untuk mengajak seseorang. Saya bingung jadi saya mengajak kamu"
"Tapi pak pegawai yang lain kan banyak, kenapa harus saya?"
"Sudah sana ganti, atau mau aku cium sekarang juga"
Chintya langsung berlalu menuju ke kamarnya sambil menghentak hentakan kakinya merasa kesal dengan tingkah Morens.
Waktu menunjukkan pukul 6.45. Chintiya selesai bersiap-siap dan langsung menemui Morens, dengan menggunakan dress sepan tanpa lengan berwarna hijau tosca yang panjang dibawah lutut dengan kerah berbentuk v berkantung tapi tidak memperlihatkan belahan dada, dengan hells berwarna senada dipadukan dengan dompet berwarna senada pula. ditambah dengan riasan yang tipis dan dengan rambut dikepang satu dan dibiarkan menjuntai ke samping. membuat Morens terpesona dengan keindahan yang ada di depan matanya.
"OH MY GOD, kenapa dia terlihat cantik sekali," batin Morens.
"Apa kita jadi pergi!!" tanya Chintiya membuyarkan lamunan Morens.
"Oh ... ya ayo kalau begitu"
Disepanjang perjalanan Morens berkali-kali melirik ke arah chintiya yang tidak sadar karena dia sedang asyik memandang keindahan jalan di kota pada malam hari.
Setelah sampai di kediaman keluarga Hadinata, mereka langsung menuju ke ruang makan
"OH ASTAGA, apa aku tidak salah lihat. Ada bidadari disini"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**JANGAN LUPA VOTE... VOTE.... VOTE
BERI DUKUNGAN UNTUK AUTHOR YA KAKAK
LIKE DAN KOMEN JUGA DITUNGGU.
TERIMA KASIH**
😍😍😍😍❤❤❤❤🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1