Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 34


__ADS_3

Hei genks, akyu langsung up lagi nih.


Mumpung ide lagi ngalir nih, selamat menentukan pilihan untuk kepala daerah kalian masing-masing ya.


Still support, still reading and always happy. SMILE 😁😁


Start yuk cus


❤️❤️❤️❤️❤️


"KAU"


"Iya ini aku" ucap si pria dengan senyum yang menawan


"Apa maksudnya ini?"


"Ini hari pernikahan kita sayang"


"Ini tidak lucu Morens" Chintiya berkata dengan tegas


Lalu Chintiya langsung berdiri dan melenggang pergi. Dia sudah tidak peduli dengan tatapan para tamu undangan, Morens langsung mengejar Chintiya.


"Tunggu sayang, kau mau kemana?" Morens menahan tangan Chintiya


"Lepas Morens, aku mau pulang"


"Enggak sayang, ini hari pernikahan kita, apa kamu enggak senang menikah sama aku?"


"Menurutmu!!, aku enggak suka dengan lelucon ini"


"Maaf, ayo ikut aku kita bicara"


"Enggak perlu" sarkas Chintiya


"Tanpa bantahan sayang" Morens langsung membopong Chintiya menuju ke sebuah kamar yang sudah disiapkan untuk mereka


Begitu sampai di kamar hotel itu.


"Turunin aku Morens"

__ADS_1


"Dengan senang hati sweety, aku akan menurunkan gaunmu. Tapi enggak disini aku akan melakukannya di ranjang kita" goda Morens


"Enggak lucu"


"Aku bukan pelawak, aku sang pencinta sayang" jawab Morens dengan mengedipkan matanya sebelah


"Dasar OMES, cepat turunin gak. Kalau enggak, aku gak bakal maafin kamu"


"Iya iya aku turunin, tapi dengerin penjelasan aku ya"


Kemudian Morens menurunkan Chintiya di sofa dan dia menyusul duduk di samping Chintiya, dia memeluk erat Chintiya sambil mengusap usap punggung Chintiya dan menciumi kepalanya.


"Dengar sayang, aku kangen kamu kangen banget. Kamu tau gak aku dengan susah payah nahan buat ga deket-deket sama kamu, aku sungguh tersiksa sayang".


Morens melepaskan pelukannya dan kemudian dia menangkup wajah Chintya dengan kedua tangannya dan menatap kedua bola mata Chintiya dengan sendu.


"Aku minta maaf selama beberapa Minggu ini, aku harus mengabaikanmu agar rencanaku bisa berjalan dengan lancar"


Morens menyatukan kening mereka, dan menempelkan hidung mereka, merasakan hangatnya hembusan nafas mereka saling melepaskan kerinduan dan kegelisahan selama beberapa minggu ini.


"Sweety, aku harap kau suka dengan kejutanku. Aku cuma mau ngasih kejutan di hari pernikahan kita, aku mau menjadikan pesta ini pesta yang enggak bisa kita lupakan sepanjang hidup kita berdua"


Chintya menjauhkan kepala mereka, dia menunduk dan menghembuskan nafas secara perlahan.


"Aku enggak tau harus ngomong apa, yang jelas aku masih kecewa sama kamu. Apa kamu tau Morens beberapa Minggu ini hidupku kacau, makan gak teratur, tidur kurang dan sering melamun. Itu semua karena aku gelisah karena kau mengabaikan aku, aku khawatir tentang hubungan kita, aku takut kamu bakal ninggalin aku, aku bingung dengan perubahan sikap kamu, aku sedih kita semakin menjauh dan aku marah ngeliat kamu belakangan ini kamu deket sama cewek lain". Chintya menitikan air mata


Morens menarik wajah Chintya agar menghadap kepadanya, kemudian Morens mengusap air mata Chintiya dengan tangannya dan mencium kedua pipi Chintiya. Lalu Morens mengangkat tubuh Chintiya dan mendudukkannya di pangkuan Morens, setelah itu dia memeluk Chintiya dengan erat meletakkan kepalanya di dada Chintiya.


"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf. Aku udah bikin kamu gelisah, bikin kamu sedih, bikin kamu khawatir dan bikin kamu kecewa. Aku benar-benar gak nyangka apa yang aku lakuin malah bikin kamu ngerasain itu semua. Tapi kamu gak nyeselkan nikah sama aku!!"


"Enggak" jawab Chintiya singkat


Morens menjauhkan kepalanya dari dada Chintiya dan dia mendongak menatap Chintiya.


"Terima kasih sayang, kamu udah mau nerima aku yang super nyebelin ini" Morens meledek Chintiya


"Aku juga gak tau, kenapa aku bisa tahan sama sikap kamu yang super duper nyebelin, belum lagi dengan tingkah aneh dan gilamu itu. Rasanya aku memang pantas memberimu julukan BOSS GILA KU"


"Iya sayang dan kau sekertaris jutekku"

__ADS_1


ucap Morens sambil terkekeh


Chintya memukul bahu Morens pelan, lalu Morens menangkap tangan Chintya dan melingkarkannya di lehernya kemudian Morens melingkarkan tangannya di pinggang Chintiya. Lalu Morens mulai mencium bibir Chintiya dengan lembut, bibir yang selalu dirindukan olehnya yang selalu membuat gemas dan penasaran. Chintya membalas ciuman itu kelamaan ciuman itu semakin panas dan menuntut, Morens menciumi setiap inci wajah Chintya lalu perlahan dia turun ke bagian leher memberikan kecupan di telinga dan menggitinya pelan. Chintya mendesah pelan. "Ehhh"


Kemudian Morens meniup niup tengkuk Chintiya sehingga membangunkan bulu-bulu halus di tubuh Chintiya, setelah puas di bagian situ Morens mulai membuka kancing kebaya Chintiya satu persatu, dia melihat 2 buah bukit yang lumayan besar dan tertutup oleh kain berenda berwarna merah, membuat gairah Morens semakin meninggi. Dia langsung membuka kebaya Chintiya dan membuka pengait kain penyangga bukit itu, dia langsung meremas dan mulai menjilati, mengeksplor bagian itu. Chintya menahan gelayar di tubuhnya dengan memegang kepala Morens yang sedang bermain di daerah dada itu.


"Uhhh Morens" Chintiya mendesah pelan


"Ya sayang" Morens masih tetap bermain disana


"Ba.. ba... gai.. mana dengan tamu undangan di luar. Ahhh" Chintiya bicara dengan tersendat-sendat karena menahan permainan Morens


"Biarkan saja sayang, kita masih punya waktu 2 jam hingga pesta dimulai. Aku ingin melakukannya sekarang" ucap Morens dengan hasrat yang sudah memuncak. Dia kembali menghisap bukit itu.


"Enggak" Chintiya langsung menjauhkan kepala Morens kemudian dia langsung berdiri dan berjalan menuju kamar mandi "Aku mau mandi dulu”


"Kenapa sayang?, kita kan udah sah masa harus nunggu lagi sih. Kan kasian adik kecilku ini" sambil melihat ke arah celananya


"Aku gak mau ya, nanti gak bisa jalan waktu pesta. Lagian kamu belum jelasin ke aku soal rencana kamu ini"


"Kan tadi udah jelasin"


"Aku mau secara lengkap dari awal sampai hari ini"


"Berarti aku gak bisa nyoblos sekarang ini. Ya udah kalau gitu mandi bareng aja deh"


"Enggak, kalau kita mandi bareng aku yakin pestanya pasti jadi mundur waktunya"


"Jadi gak boleh juga nih"


"No no no" Chintiya langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya


"Ah nasibmu adik kecil, sabar ya tunggu nanti malam" Morens bicara dengan yang di dalam celananya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=


**HAPPY BACA AKAK READERS.


JANGAN LUPA JEJAKNYA YA.

__ADS_1


LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH**


__ADS_2