Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 19


__ADS_3

"Apa ini yang disebut cemburu?" goda Xander.


"Siapa yang cemburu!, aku cuma gak suka kamu terlalu banyak berbohong dan melalaikan tugasmu." elak Mora sambil menatap ke sembarang arah.


"Benarkah?" goda Xander yang makin gemas melihat kecemburuan Mora padanya.


Mora menyingkirkan tangan Xander yang menangkup wajahnya, kemudian Mora beranjak untuk berkeliling dan mengamati isi rumah tersebut.


Xander bangun dan mengikuti langkah Mora yang terus melangkah tanpa tujuan, hingga langkah Mora terhenti pada suatu ruangan yang dimana terdapat sebuah photo keluarga yang dimana ada gambar Xander yang memakai seragam kemiliteran dengan kedua orang tua paruh baya dan satu orang pria yang lebih muda dari Xander.


Mora berdiri dan terus memandang gambar tersebut, di gambar itu Xander nampak sangat gagah dan terlihat lebih tampan. Dia nampak sangat berwibawa saat memakai baju kebanggaannya lengkap dengan segala title yang menggantung di baju itu.


Xander menghampiri Mora dan memeluk Mora dari belakang.


"Kalau ada yang mau kamu tanyakan, tanya saja. Aku pasti akan jawab, juga soal perempuan yang selalu aku temui beberapa hari ini." bisik Xander.


Mora membalik tubuhnya dan menghadap ke arah Xander masih dalam pelukan pria itu, kini mereka sama-sama saling menatap. Hanya saja arti dari tatapan mereka yang berbeda.


Mora menatap Xander penuh selidik dan pertanyaan, sedangkan Xander menatap Mora penuh cinta dan kerinduan.


"Apa maksudmu?"


"Aku tau, kamu pasti banyak sekali pertanyaan yang mengganjal di otakmu itu kan."


"Dari mana kamu tau?"


"Aku tau semua tentang kamu sayang, termasuk soal wanita itu kan!" pancing Xander, dia mau Mora jujur kalau sebenarnya dia itu sedang cemburu.


"Wanita!!, wanita mana yang kamu maksud?" elak Mora yang tidak mau kalau sampai Xander menganggap dia sedang cemburu.


Mora berkilah dia hanya penasaran soal siapa wanita itu dan apa hubungan mereka. Itu bukan cemburu, Mora tetap bersikeras bahwa tidak ada yang namanya cemburu dalam kamus percintaan ala princess Mora. Yang ada selama ini, dialah yang menjadi bahan para wanita lain yang tidak suka para prianya memandang kagum pada Mora.


"Ayolah sayang, mengaku saja. Aku senang kok kalau kamu cemburu, itu berarti aku berarti kan buat kamu." Xander dengan begitu percaya diri.


"Ayolah Xander, jangan banyak berharap. Aku gak peduli sama hubungan kalian."


"Berarti kamu gak keberatan kalau wanita itu aku panggil kesini!" tanya Xander sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Silahkan." jawab Mora memalingkan wajahnya.


"Terima kasih nona, kalau begini kan aku gak harus main belakang lagi." Xander semakin menggoda Mora.

__ADS_1


"Dasar MUPENG." umpat Mora lirih namun masih bisa terdengar Xander.


"Kenapa?"


"Gak apa-apa."


Xander mengambil ponselnya dan mulai menekan kontak wanita itu dihadapan Mora, dia bahkan menekan pengeras suara agar Mora bisa mendengar percakapan mereka.


"Hallo kak." ucap yang diserang telpon.


"Kak!, dia memanggilnya kakak. Apa mereka seakrab itu, apa dia adalah adiknya?" batin Mora berspekulasi.


"Hallo Nina, apa kamu sibuk?" tanya Xander sambil melirik Mora. Dia ingin tau apa reaksi Mora.


"Enggak kak, aku lagi free hari ini. Apa kakak butuh saya sekarang?" jawab Nina.


"Free!, apa sebenarnya pekerjaan wanita itu?. Apa jangan-jangan, dia seorang wanita panggilan. Astaga, kamu benar-benar menjijikkan X-men cabul." umpat Mora dalam hati.


"Iya, aku butuh bantuan kamu sekarang. Bisa kamu datang sekarang?"


"Bisa kak, ke apartemen yang biasa kan?" tanya Nina lagi.


"Dia bahkan sering datang ke apartemen X-men. Kalian sungguh menjijikkan." Mora menggelengkan kepalanya sambil menatap tajam Xander yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum.


"Bukan Nina, aku mau kita bertemu di tempat lain. Agar kita bisa leluasa bergerak, aku akan kirim alamatnya."


"Dengan senang hati kakak." jawab Nina.


Xander memutuskan panggilan itu, kemudian dia menatap Mora dengan tersenyum sumringah. Sedangkan yang ditatap, sudah mengeluarkan Cakra api level 5 yang siap membakar Xander hanya dengan semburan dari mulutnya yang bagaikan naga api.


"Xander Cloud, kamu benar-benar menggelikan. Sekarang cepat buka pintunya, aku gak akan mengganggu aktivitas menjijikan kalian disini." ucap Mora penuh penekanan.


"Aku gak akan buka pintunya, sebelum kamu liat aku bermain dengan Nina." jawab Xander menyeringai.


"Benar-benar brengsek." cibir Mora.


"Kamu akan tau seberapa menggelikan dan brengseknya aku."


Mora terdiam dan tak menjawab lagi ucapan Xander, dia sudah benar-benar sangat muak mendengar ocehan unfaedah dari Xander.


45 menit kemudian terdengar suara bel, Xander dengan senyum sumringah membuka pintu. Karena dia yakin yang datang adalah Nina, karena tempat ini tidak sembarang orang tau.

__ADS_1


"Hallo Kak, apa kakak terlalu lama menunggu?"


"Aku sampai bosan menunggumu, aku udah gak sabar mau bersenang-senang sama kamu. Apa kamu bawa pengaman yang biasa aku pakai saat bermain di apartemen?" tanya Xander.


Mora yang mendengar percakapan mereka, hanya bisa menggaruk keningnya sambil terus mengumpat.


"Selalu siap kak, bahaya kalau sampai pengamannya ketinggalan."


"Kalau begitu, ayo kita bermain di taman belakang." ajak Xander.


Xander berjalan beriringan dengan Nina menuju ke taman belakang, dia melewati Mora begitu saja. Namun langkahnya terhenti dan menengok ke arah Mora.


"Kenapa diam saja?, ayo ikut kami. Bukannya kamu mau liat aku bersenang-senang sama Nina." ucap Xander pada Mora yang masih terduduk di sofa dan tak beranjak dari sana.


"Iya kak, ayo ikut. Kakak pasti senang, bahkan kita bisa bermain bertiga sekaligus." timpal Nina kemudian berjalan kembali menyusul Xander yang sudah berjalan terlebih dulu.


"Kurang ajar kamu X-men. Liat aja, apa yang akan aku lakukan sama kalian." umpat Mora bangkit mengikuti mereka ke taman.


Begitu tiba disana, Nina meletakkan sebuah tas yang dari tadi dia bawa.


"Ayo Nina, keluarkan pengalamannya. Aku udah gak sabar mau bermain sama kamu."


"Ih kakak, gak sabar banget sih." manja Nina.


Nina membuka tasnya dan mengeluarkan semua perlengkapan yang bias dipakai untuk Xander untuk memuaskannya saat bermain bersama Nina akhir-akhir ini.


Mora membelalakkan matanya saat melihat apa saja yang dibawa oleh Nina di dalam tasnya. Mora sungguh tidak percaya kalau Xander benar-benar memakai itu saat bermain dengan Nina.


Mora sampai berpikir, apa aku akan sanggup menemani Xander bermain sampai pria itu merasa puas.


"Oh My God, Xander."


...----------------...


...----------------...


Kira-kira apa sih yang dibawa sama cewek yang namanya Nina itu, dan Nina itu siapa sih.


Tunggu kelanjutannya, sambil memberikan secangkir kopi atau setangkai bunga untuk menyemangati othor untuk terus up.


TBC

__ADS_1


__ADS_2