
Mumpung libur panjang, jadi aku coba upaya buat up yang banyak.
karena apa?, ya karena kalian pembaca setia. Walaupun tidak seberapa, aku senang kok udah ada yang mampir.
Aku bakal tambah seneng kalau kalian selalu like dan komentar. Dan ajak yang lain baca cerita aku. Maaciw.
...----------------...
...----------------...
"Ser, sekarang apa yang kamu kerjakan? " tanya Morens.
"Enggak ada, aku lagi nikmati waktu bebasku dulu, sebelum aku turun langsung ke perusahaan. "
"Kalau begitu kakak mau minta kamu urus usaha milik Chintiya."
"Milik kakak ipar?, memangnya kakak ipar punya usaha apa?"
"Ada hotel, beberapa restoran dan juga beberapa butik. Belum lagi toko roti yang sekarang dia handle dari rumah. "
"Wah ternyata kakak ipar sukses juga ya, aku baru tau."
"Kami juga baru tau."
"Maksudnya? "
Morens menceritakan semua tentang Rendra dan juga tentang dirinya yang menabrak ayahnya.
"Kasian sekali kakak ipar, aku gak nyangka ternyata hidupnya penuh suka duka."
"Itu kenapa kakak merasa sangat bersalah padanya, dan kakak berjanji gak akan pernah buat dia sedih lagi."
"Ya itu bener, kalau kakak berani macam-macam dan bikin dia sedih. Aku orang pertama yang bakal hukum kakak."
"Alah, ngomong. Lah itu gara-gara kamu, pasti sekarang Chintiya pikir kakak selingkuh dari dia dan dia pasti sedih."
"Hehehe maaf ✌." ucap Serena sambil cengengesan.
"Jadi bagaimana? , kamu mau gak?. Kalau kamu gak mau, kakak akan bilang ke daddy supaya fasilitas mu dicopot. "
"Ih pemaksaan itu namanya. Sebenarnya sih aku mau coba kerja di perusahaan orang lain. Aku mau ngerasain bagaimana rasanya berlomba dengan banyak orang untuk dapat pekerjaan. "
"Kamu boleh bekerja di tempat lain, asal kamu tetap menghandle usaha itu juga. Kamu gak kasian sama daddy, kalau dia harus mengurus perusahaan sekaligus menghandle milik Chintiya. Daddy sudah tua Ser."
"Huff, apa aku sanggup kak?"
"Aku tau kamu pasti bisa. Kamu bisa datang seminggu atau 2 minggu sekali untuk mengecek pemasukan dan kinerja perusahaan. Jadi kamu masih bisa bekerja di tempat lain. "
"Baiklah, ntar aku pikir lagi deh."
"Ya udah kakak tunggu"
Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.
"Masuk."
__ADS_1
Rena masuk setelah mendapat izin.
"Maaf bos, 30 menit lagi anda akan ada pertemuan dengan perwakilan pihak distributor. "
"Ok, tolong panggil Roby. "
"Siap bos, saya permisi. "
Tak lama setelah Rena keluar, Roby masuk ke ruangan.
"Kalau begitu aku pulang ya, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan kan."
"Ya. Kakak tunggu jawabanmu."
Serena pun keluar dari ruangan, tertinggal Morens dan Roby di dalam.
"Kamu udah kerjain apa yang aku suruh."
"Saya sudah suruh orang untuk memantau semua kegiatan non Sera. Tapi ngomong -ngomong, kenapa bos curiga kalau non Sera ada hubungan dengan Sandi. "
"Sewaktu acara kemarin, aku liat interaksi mereka yang gak biasa. Tatapan Sandi gak lepas dari Sera, kayaknya ada sesuatu antara mereka. Malam itu juga mereka berdua sama-sama menghilang dari acara."
"Wah berarti tuan Sandi akan menjadi adik ipar dong."
"Bicara lagi, ku potong semua bonusmu bulan ini."
"Eh jangan dong. Tapi bos, apa bos benci sama tuan Sandi?. Karena menurut yang saya liat, dia orang yang baik. Walaupun dia dulu sempat bersaing demi Chintiya, tapi dia sportif dengan menerima kenyataan bahwa Chintiya lebih memilih bos."
"Aku gak benci sama dia, aku cuma khawatir dia mendekati Serena karena ada maksud tertentu. "
Serena kini berada di dalam mobil menuju kafe yang sudah disepakati untuk bertemu dengan Sandi.
"Udah lama?"sapa Serena sambil duduk di kursi yang sudah ditarik oleh Sandi.
"emm,,, 20 menit yang lalu. "
"What? , kan aku bilang tadi jam 2."
"Its ok baby, aku emang sengaja datang lebih awal supaya kamu gak perlu tunggu aku."
"Kamu tuh kok jadi lebay gini sih, kaya ABEGO aja."
"ABEGE cinta."
"Ya anak ABEGE kan kalau pacaran kaya orang bego. Bloon Bloon gimana gitu."
"Oh berarti kita sekarang udah pacaran kan."
"Ih emang aku bilang gitu."
"Anggep aja gitu."
"Tuh kan persis kaya ABEGO yang tadi aku bilang. "
"Iya, aku emang jadi bego semenjak ditinggal pergi cewek galak yang tiba-tiba kabur dari apartemen aku." ucap Sandi menyindir Serena.
__ADS_1
"Siapa yang kamu bilang cewek galak?" tanya Serena sambil melotot.
"Itu." tunjuk Sandi pada Serena menggunakan bibirnya.
"Ngomong sembarangan. "
"Ya udah, kamu mau pesen makanan apa?" tanya Sandi.
"Aku minum aja."
"Kamu gak makan?"
"Aku udah makan tadi."
"Loh kok kamu gak bilang sih, padahal aku sengaja gak makan siang biar makan siang sama kamu." Sandi sedikit kecewa.
"Kan tadi aku gak bilang mau makan siang bareng, aku makan siang bareng kak Morens tadi dikantor. "
"Oh, kamu dari kantor Morens. Ya udah kalau gitu aku pesen minum aja deh."
"Loh kok gitu. Kamu kan belum makan siang."
"Gak selera makan sendiri. "
"Kan aku temenin. "
"Gak mau. Aku maunya di suapin. "
"Oh My God. The big baby."
Sandi pun memesan makanan untuknya, dan minuman untuk Serena. Setelah selesai makan dengan disuapi oleh Serena, Sandi mulai bertanya dengan serius.
"Oh ya, kamu ngajak ketemu disini ada sesuatu yang penting atau karena kangen sama aku. " ucap Sandi
"Aku mau bertanya sesuatu sama kamu. Tapi ini agak sedikit pribadi, cuma kalau kamu ntar merasa keberatan buat jawab, aku gak maksa kok."
"Mau ngomong apa sih, kayaknya serius banget. Aku jadi merinding nih, suasananya mendadak horor nih."
"Sandi!!!, serius sedikit. "
"Ok ok biar gak tegang."
"Aku mau tanya 3 hal sama kamu, terserah kamu mau jawab yang mana dulu. Atau kalau kamu gak mau jawab sama sekali aku gak bakal maksa kok, itu hak kamu."
"Tentang apa?"
"pertama, aku mau tau apa yang terjadi sama Nitta waktu itu. Sampai kamu bisa ninggalin aku di restoran berjam-jam. Yang kedua, Sebenarnya ada masalah apa antara kamu sama kak Morens, sampai-sampai dia melarang aku untuk deket-deket sama kamu. Yang terakhir, apa keputusan kamu kalau akhirnya kak Morens tetap gak merestui aku sama kamu.
Jujur sekarang ini aku masih ragu, bimbang dan takut menjadi satu. Aku juga gak mau jalanin suatu hubungan tanpa adanya restu dari seluruh keluarga.
Aku juga mau jalanin suatu hubungan tanpa ada suatu hal yang disembunyikan. Entah itu masa lalu atau masa kini, entah itu baik ataupun buruk. " ucap Serena panjang lebar.
"A...Aku."
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMUUAACCHH
💖💖💖💖💖