
Hari ini Serena sudah memutuskan untuk menerima tawaran dari Morens mengurus usaha milik Chintiya.
Dengan adanya kesibukan, Serena jadi sedikit terlupakan tentang Sandi dan Sandi juga tidak bisa seenaknya bertemu dengan dia.
Kini Serena sedang berada di hotel Naik turun, hotel yang akan dia kelola mulai hari ini. Serena berkeliling dan berkenalan dengan seluruh kepala bagian ditemani oleh manajer keuangan.
Ketika dia baru saja kembali ke ruangannya, dia mendapat laporan bahwa ada salah seorang pelanggan yang marah-marah dan bersikeras untuk bertemu dengan pengelola hotel ini.
Mau tidak mau, Serena harus turun tangan menangani masalah itu sendiri. Serena datang ke salah satu kamar yang dimaksud oleh pegawai.
Begitu sampai disana, dia melihat seorang laki-laki yang berdiri menghadap ke jendela dengan berkacak pinggang.
"Selamat siang tuan." sapa Serena.
Mendengar seorang wanita datang, pria itu berbalik badan.
"Serena. "
"Tedy."
"Iya, apa kamu pemilik hotel ini?"
"Aku cuma mengelola aja, hotel ini milik kakak ipar ku."
"Kakak ipar!"
"Iya. Maaf, apa tadi kamu yang mengajukan protes?, kalau boleh tau ada masalah apa ya?"
"Oh... Itu tadi aku memesan Wine, tapi mereka malah memberiku vodka."
"Ah, aku selaku pengelola hotel ini benar-benar minta maaf. Aku akan meminta mereka membawakan pesanan yang sesuai."
"Ok gak papa, tapi sebagai ganti rugi. Aku mau kamu temani aku makan malam nanti. "
"Makan malam?"
"Iya, itu gak susah kan!"
"Ya udah. Sekali lagi mewakili hotel ini aku minta maaf."
"Its ok."
"Kalau begitu aku pergi dulu."
"Jangan lupa nanti malam."
Setelah Serena pergi, Tedy tersenyum menyeringai. Kemudian dia menghubungi seseorang.
"Hallo, gue punya berita bagus."
"....."
__ADS_1
"Lu ikut aja apa rencana gue, kayaknya takdir lagi memihak ke kita."
"...."
"Tunggu, kabar selanjutnya dari gue. "
Telpon terputus, Tedy berbaring di ranjang dengan posisi menghadap ke atap kamar.
"Gue gak nyangka, ternyata ini hari keberuntungan gue. Tanpa susah payah gue nyari ternyata bertemu disini. Tadi dia bilang hotel ini milik kakak iparnya, itu berarti ini milik Chintiya. Gue gak nyangka ternyata Chintiya punya banyak harta." ucap Tedy bermonolog.
Flashback on
Sore itu, seorang wanita sedang terlihat duduk di sebuah kafe seorang diri. Disana dia sedang mencoba menghilangkan kekesalannya, karena dia berencana menemui seorang pria yang dia incar di kantor pria itu.
Namun begitu tiba disana, dia harus menerima kekecewaan karena pria yang ingin dia temui sedang tidak berada di kantor, dan setelah menunggu selama 1 jam. Pria itu tidak kunjung tiba, akhirnya Nita pergi ke sebuah mall untuk menurunkan emosinya.
Ya wanita itu adalah Nita yang ingin menemui Sandi di kantornya. Karena sudah 3 hari Sandi tidak datang ke rumah sang ibu dimana Nita juga tinggal disana.
Semenjak kejadian Nita yang ingin bunuh diri, Sandi dan ibunya terpaksa membawa Nita ke rumah itu. Mereka takut Nita akan berbuat hal gila lagi.
Saat sedang duduk menunggu pesanannya datang, Nita melihat seorang wanita yang dia kenal sedang berjalan dengan seorang pria.
Nita memanggil wanita itu, wanita yang bernama Irene yang tak lain adalah sahabatnya saat dulu dia tinggal di daerah gudeg.
"Irene. "
Irene yang namanya dipanggil, nampak mencari dari mana asal suara itu berada. Sampai dia melihat seorang wanita yang dia kenal melambaikan tangan ke arahnya.
"Nita. Ini beneran lu kan?" tanya Irene.
"Kenalin dia Tedy, cowok baru gue." Tedy dan Nita bersalaman, lalu mereka duduk bertiga di kafe itu. "Oh ya Nita, lu ngapain disini sendiri?, katanya lu mau cari cowok yang nolongin lu dulu."
"Kesel gue, gue dateng ke kantornya malah dia gak ada."
"Oh jadi lu udah ketemu sama dia."
"Iya, tapi kayanya dia lagi ngejar-ngejar cewek lain deh."
"Ya lagian sih, dulu lu gak mau diajak nikah sama dia. Malah milih laki lu yang gak jelas bentuknya. "
"Gue juga nyesel banget sih. Kalau dulu gue gak ke makan gombalan cowok gendeng bin edan itu, mungkin gue sekarang udah jadi nyonya Abraham dan hidup enak ya."
"Ya itu sih salah sendiri. "
Saat sedang berbincang, Nita melihat Serena sedang berjalan sendirian di mall itu.
"Eh panjang umur tuh cewek." ucap Nita.
"Maksud lu?"
"Cewek yang gue bilang lagi di incer sama Sandi, dia ada disini juga. "
__ADS_1
"Mana?"
Nita menunjuk ke arah Serena berjalan, Irene dan Tedy mengikuti arah telunjuk yang di maksud Nita.
"Cantik. " ucap Tedy lirih.
"Kamu ngomong apa? " tanya Irene melirik tajam Tedy.
"Aku bilang dia cantik, pantas aja Sandi kekar - kejar tuh cewek. " ucap Tedy jujur.
"Wah sialan cowok lu, jangan-jangan dia juga naksir lagi sama Serena. " ucap Nita memprovokasi.
"Jujur ya dia emang cantik, tapi aku gak tertarik sama dia. Aku yakin dia itu tinggal lama di Luar negeri, terlihat dari cara dia mengamati keadaan sekitar, seperti orang yang baru tinggal di Indonesia. Aku yakin dia juga udah gak segelan lagi, secara kan disana itu bebas, pasti dia udah kesana kemari. Kalau aku sih sukanya yang masih fresh dan tersegel kaya kamu." rayu Tedy pada Irene.
"Kamu bener dia baru pulang dari Jerman, dan kamu tau gak dia itu adik dari pemilik sekaligus CEO RENS CORP yaitu Morens Hadinata, perusahaan yang saat ini sedang naik."
"Morens!, suami Chintiya gadis polosku. Berarti dia adik ipar Chintiya." batin Tedy.
"Berarti dia anak orang kaya dong." sela Irene.
"Gimana kalau kita manfaatin dia, kalian mau gak bantu gue?" tanya Nita.
"Bantu gimana?" tanya Irene.
"Jadi gue mau Tedy deketin dia, buat dia tertarik sama Tedy, setelah itu lu porotin hartanya, kalau bisa bikin dia nyerahin harta keluarganya atas nama lu. Jadi kan lu berdua bisa jadi orang kaya dadakan. Lagian disaat Tedy deket sama dia, gue akan memprovokasi Sandi supaya dia liat ulah Serena kemudian Sandi benci sama Serena. "
"Wah kebetulan, gue setuju banget. Siapa sih cowok yang bakal nolak cewek cantik mulus kaya dia. Sekalian gue bisa balas dendam sama Morens dan Chintiya. " batin Tedy.
"Ya tapi masa Tedy harus ngedeketin dia segala." tolak Irene.
"Ini kan cuma pura-pura Ren." rayu Nita.
"Entar kalau Tedy naksir dia beneran gimana? "
"Aku gak bakal naksir sama dia, percaya sama aku. Ini juga buat kita, kalau aku berhasil, kita akan langsung nikah."rayu Tedy.
"Bener ya? "
"Iya."
Flashback off.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Jangan lupa mampir di Pembantuku Superstar dan Takdir Cinta Andrea.
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMUUAACCHH
💖💖💖💖💖